Ibu dan Anak
Hidrokel pada Bayi, Kenali Penyebab serta Gejalanya

Table of Contents
Hidrokel pada bayi adalah kondisi ketika terdapat cairan menumpuk di sekitar testis dan menyebabkan pembengkakan pada skrotum. Meski tampak mengkhawatirkan, sebagian besar kasus hidrokel pada bayi bersifat jinak dan dapat menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. Mari simak ulasan mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan hidrokel pada bayi di bawah ini.
Apa Itu Hidrokel pada Bayi?
Hidrokel pada bayi adalah kondisi ketika skrotum bayi mengalami pembengkakan akibat adanya penumpukan cairan di dalam kantung tipis (tunika vaginalis) yang mengelilingi testis. Jika tidak mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa menimbulkan dampak yang merugikan ketika dewasa. Hidrokel yang tidak diobati pada akhirnya dapat menyebabkan infertilitas.
Penelitian dalam MBC Pediatrics (2025) menunjukkan bahwa prevalensi hidrokel pada bayi cukup tinggi secara global. Hasil studi meta-analisis ini menunjukkan bahwa prevalensi global hidrokel pada bayi dan anak-anak masing-masing adalah 1 per 1000 dan 3,4 per 1000. Temuan menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, angka kejadian hidrokel pada anak akan meningkat.
Penelitian ini juga menyebutkan bahwa terdapat kasus hidrokel pada anak yang tidak terdiagnosis atau kambuh kembali sehingga memerlukan pemeriksaan medis yang lebih teliti. Oleh karena itu, diperlukan penerapan kebijakan kesehatan untuk menurunkan prevalensi hidrokel pada anak serta dampak merugikan yang terkait.
Hidrokel pada bayi terbagi menjadi dua, yaitu hidrokel komunikans dan nonkomunikans. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Hidrokel komunikans: Kondisi ini terjadi ketika saluran antara rongga perut dan kantung testis (prosesus vaginalis) tidak menutup sempurna. Hal ini membuat sedikit cairan dari rongga perut bisa keluar masuk kantung tipis tersebut sehingga ukuran hidrokel dapat berubah sepanjang hari.
-
Hidrokel nonkomunikans: Kondisi ini biasanya sudah ada sejak lahir dan sering hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu tahun tanpa pengobatan. Namun, bila muncul pada anak yang lebih besar, hidrokel jenis ini bisa menjadi tanda adanya masalah lain, seperti infeksi, torsio testis, atau tumor.
Penyebab Hidrokel pada Bayi
Hidrokel pada bayi adalah suatu kondisi yang cukup sering terjadi. Kondisi ini berhubungan dengan proses perkembangan janin. Ketika bayi masih di dalam kandungan, testis akan turun dari rongga perut menuju skrotum melalui saluran khusus yang normalnya akan menutup setelah testis berada di skrotum. Jika saluran tersebut tidak menutup secara sempurna, cairan dari rongga perut dapat masuk ke skrotum dan membentuk hidrokel.
Hidrokel kadang berkaitan dengan hernia inguinalis, yaitu kondisi ketika bagian usus menonjol melalui area otot dinding perut yang lemah. Pada anak yang lebih besar, hidrokel bisa disebabkan oleh faktor lain seperti cedera, torsio testis (kondisi ketika testis terpelintir dan menyebabkan nyeri hebat), atau sindrom nefrotik.
Gejala Hidrokel pada Bayi
Gejala hidrokel pada anak bisa berbeda-beda. Secara umum, gejalanya terlihat seperti ada balon kecil berisi cairan di dalam skrotum. Permukaannya halus dan biasanya berada di depan salah satu testis, dengan ukuran yang bisa bervariasi. Umumnya hidrokel tidak menimbulkan rasa sakit.
Pada hidrokel komunikans, cairan dapat berpindah antara skrotum dan rongga perut, sehingga akan terlihat adanya pembengkakan yang berpindah tempat. Sedangkan pada hidrokel nonkomunikans, cairan hanya berada di skrotum. Bayi biasanya tidak merasakan nyeri, tetapi orang tua dapat melihat adanya benjolan atau pembengkakan pada skrotum.
Diagnosis Hidrokel pada Bayi
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan anak pada orang tua. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, terutama pada bagian sekitar alat kelamin dan abdomen (perut).
Jika ditemukan benjolan, dokter perlu memastikan apakah benjolan tersebut disebabkan oleh hidrokel atau hernia inguinalis. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan transiluminasi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan menyinari salah satu sisi skrotum dengan cahaya kuat dan mengamatinya dari sisi lain untuk membedakan apakah masalahnya berupa hidrokel atau hernia.
Guna mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya meminta pasien menjalani beberapa pemeriksaan penunjang, seperti ultrasonografi (USG) atau foto polos abdomen. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai proses yang mendasari, seperti epididimitis, torsio testis, atau tumor testis.
Pengobatan Hidrokel pada Bayi
Penelitian berjudul Watchful Waiting for Communicating Hydrocoele in Infants (2022), menyebutkan bahwa hidrokel pada bayi umumnya bisa hilang dengan sendirinya. Sebagian besar bayi baru lahir tidak memerlukan operasi dalam 12–24 bulan pertama kehidupannya.
Menurut penelitian ini, jika terdapat kecurigaan penyakit pada testis atau terdapat hernia inguinalis bersamaan, operasi sebaiknya dilakukan pada bulan-bulan awal. Bila hidrokel pada skrotum tetap ada setelah anak berusia 2 tahun, biasanya diperlukan tindakan operasi inguinal, karena kondisi ini sering disertai dengan hernia inguinalis. Pembedahan dapat menjadi pilihan pengobatan untuk hidrokel, terutama ketika hidrokel telah bergejala atau menyebabkan komplikasi tertentu.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait hidrokel pada bayi di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas, seperti benjolan berisi cairan di skrotum, juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Anak Subspesialis Bedah Urogenital Anak di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Untuk membuat janji temu dengan Dokter Spesialis Pediatri, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
BMC Pediatrics. Global prevalence of hydrocele in infants and children: a systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2025 | Egyptian Pediatric Association Gazette. Diakses pada 2025 | Stanford Medicine. Hydrocele in Children. Diakses pada 2025 | Patient Info. Hydrocele in infants. Diakses pada 2025 | NCBI. Hydrocele. Diakses pada 2025 | NCBI. Global prevalence of hydrocele in infants and children: a systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kurniawan Oki, SpBA., SubSp.UA(K),. MH
Bedah Anak
Subspesialis Bedah Urogenital Anak
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Leo Rendy Kristandyo, SpB, SubSp.Ped (K)
Bedah Anak
Spesialis Bedah Anak
Siloam Hospitals Bogor
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






