Ketahui 5 Akibat Main Petasan dan Kembang Api Bagi Kesehatan
Kesehatan Tubuh

Ketahui 5 Akibat Main Petasan dan Kembang Api Bagi Kesehatan

03 November 2025 4 menit waktu baca
(Rework) Bahaya Bermain Kembang Api & petasan terhadap kesehatan(Rework) Bahaya Bermain Kembang Api & petasan terhadap kesehatan

Kembang api dan petasan sering kali digunakan untuk memeriahkan acara-acara khusus, seperti perayaan tahun baru atau festival hiburan. Meski begitu, penting bagi setiap individu untuk berhati-hati karena akibat main petasan dan kembang api yang dapat membahayakan gangguan kesehatan. 

 

Lantas, apa saja akibat main petasan dan kembang api yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh? Mari simak ulasan lengkap mengenai dampak kembang api dan petasan melalui ulasan di bawah ini.

 

Akibat Main Petasan dan Kembang Api bagi Kesehatan

 

Meski menyenangkan, bermain petasan dan kembang api perlu dilakukan dengan berhati-hati karena berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan. Berikut adalah sejumlah bahaya main petasan dan kembang api yang perlu diwaspadai:

 

1. Meningkatkan Risiko Luka Bakar

 

Akibat main petasan yang pertama adalah dapat meningkatkan risiko terkena luka bakar. Kondisi ini dapat terjadi ketika percikan atau residu petasan mengenai permukaan kulit, rambut, tangan, atau bagian tubuh lainnya. 

 

Bahkan, tingkat keparahan luka bakar tersebut dapat semakin memburuk jika ledakan petasan terjadi di dekat tubuh. Selain itu, bermain kembang api juga berpotensi mencederai orang lain jika tidak diarahkan dengan tepat.

 

2. Memicu Kejang pada Penderita Epilepsi

 

Efek suara petasan yang perlu diwaspadai berikutnya adalah dapat memicu kambuhnya gejala pada penderita epilepsi. Epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat yang terjadi karena adanya aktivitas listrik berlebihan di dalam otak.

 

Ledakan petasan cenderung menimbulkan suara yang cukup keras sehingga berisiko meningkatkan aktivitas listrik di otak yang memicu kambuhnya gejala epilepsi, seperti kejang hingga penurunan kesadaran secara tiba-tiba.

 

3. Meningkatkan Risiko Gangguan Pernapasan

 

Petasan dan kembang api terbuat dari bahan peledak yang dapat menghasilkan berbagai polutan udara saat dinyalakan, seperti karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan sulfur dioksida (SO2).

 

Apabila terhirup oleh manusia dalam jumlah banyak, senyawa tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam gangguan pernapasan, seperti sesak napas, bronkitis, infeksi saluran napas atas, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga kanker paru-paru.

 

4. Memicu Gangguan Pendengaran

 

Gangguan pendengaran merupakan salah satu akibat main petasan yang sering terjadi. Bunyi ledakan petasan yang bising dan keras berisiko menyebabkan cedera pada sistem pendengaran, di mana kondisi tersebut lebih dikenal dengan istilah trauma akustik atau noise induced hearing loss akut. 

 

Salah satu gejala yang umum dialami oleh seseorang dengan trauma akustik adalah gangguan pendengaran dan telinga berdenging atau tinnitus. Bahkan, pada kasus yang lebih serius, bunyi petasan yang terlalu keras dapat menyebabkan gendang telinga pecah.

 

5. Berisiko Menyebabkan Masalah Penglihatan

 

Masalah penglihatan juga menjadi salah satu akibat main petasan yang perlu diwaspadai. Ledakan petasan dan kembang api biasanya akan menyisakan serpihan atau residu bahan kimia. Serpihan tersebut perlu diwaspadai karena dapat memicu luka bakar pada kornea yang berujung pada kebutaan jika mengenai mata secara langsung.

 

6. Kebakaran

 

Kembang api yang mengenai rumah penduduk atau tumbuhan, dapat menyebabkan kebakaran dan merusak lingkungan sekitar. Selain kebakaran, bahaya kesehatan seperti masalah saluran pernapasan dan luka bakar sangat mungkin terjadi. 

 

Tips Bermain Petasan yang Aman

 

Sebagai upaya menghindari bahaya kembang api dan petasan, penting bagi setiap individu untuk berhati-hati selama memainkannya. Adapun beberapa tips bermain petasan yang aman dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Baca komposisi dan petunjuk penggunaan pada kemasan. Umumnya, kembang api yang legal dan aman akan menampilkan petunjuk penggunaannya dengan jelas.

  • Nyalakan kembang api di ruang terbuka dan jauh dari pemukiman padat penduduk. Selain itu, jauhkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti bahan bakar minyak, peralatan elektronik, kertas, dan lain-lain.

  • Dampingi dan awasi anak-anak yang bermain kembang api.

  • Hindari bermain kembang api seraya berlarian karena dapat memicu kontak langsung dengan permukaan kulit sehingga berisiko menyebabkan luka bakar.

  • Siapkan wadah yang berisi air untuk memadamkan kembang api sebelum dibuang ke tempat sampah.

  • Simpan sisa kembang api yang tidak terpakai pada tempat yang kering dan sejuk.

 

Jika Anda mengeluhkan gejala yang tidak biasa setelah bermain kembang api, segera mengunjungi Siloam Hospital terdekat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dengan berkonsultasi langsung dengan dokter yang akan memeriksa kondisi Anda secara langsung dan memberikan tindakan yang tepat kepada Anda. 

 

Anda juga dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan secara mudah dan cepat. Segera miliki aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail