Kecantikan
Rhinoplasty, Operasi untuk Memperbaiki Bentuk Hidung

Table of Contents
Apabila ingin mengubah atau memperbaiki bentuk hidung, baik untuk alasan kecantikan ataupun medis, maka rhinoplasty adalah salah satu solusinya. Operasi hidung ini dilakukan dengan cara memodifikasi tulang, tulang rawan, hingga hidung sesuai dengan keinginan pasien.
Rhinoplasty adalah salah satu prosedur operasi plastik yang paling sering dilakukan. Namun, tindakan ini tergolong sebagai operasi yang rumit. Jadi, sebelum menjalani rhinoplasty, sebaiknya ketahui terlebih dahulu tentang persiapan, prosedur, hingga risikonya di bawah ini.
Apa itu Rhinoplasty?
Nose job atau rhinoplasty adalah pembedahan untuk memperbaiki bentuk atau penampilan hidung. Namun tidak hanya untuk alasan estetika, rhinoplasty juga dilakukan untuk mengubah bentuk hidung yang menyebabkan kesulitan bernapas, memperbaiki cacat bawaan pada hidung dan bentuk hidung yang rusak akibat kecelakaan.
Jenis-Jenis Rhinoplasty
Berdasarkan kondisi dan keperluan pasien, metode rhinoplasty terbagi menjadi dua jenis, di antaranya adalah:
- Rhinoplasty terbuka: Prosedur ini dilakukan bila pasien memerlukan rekonstruksi hidung yang cukup besar atau luas. Dokter akan membuat sayatan dari luar hidung, di sekat antara lubang hidung untuk memisahkan kulit hidung dari tulang dan tulang rawan. Dilanjutkan dengan pembentukan hidung sesuai dengan keinginan pasien, lalu kulit disatukan kembali ke tulang hidung.
- Rhinoplasty tertutup: Prosedur ini hanya dapat menjangkau sebagian hidung karena dokter melakukan sayatan kecil dan terbatas. Sayatan dimulai dari dalam hidung melalui lubang untuk memisahkan kulit dari tulang dan tulang rawan, dilanjutkan dengan mengubah bentuk hidung.
Kapan Rhinoplasty Diperlukan?
Operasi rhinoplasty adalah prosedur yang dapat dilakukan untuk alasan medis ataupun kecantikan. Berikut masing-masing penjelasannya.
Alasan Kesehatan
Alasan kesehatan mengapa orang melakukan rhinoplasty adalah untuk mengatasi kondisi jalan napas yang tersumbat akibat masalah pada struktural di dalam hidung ketikapengobatan lainnya tidak efektif.
Pasalnya, sumbatan tersebut dapat menyebabkan gangguan tidur, seperti sleep apnea, mengorok, serta mengganggu aktivitas sehari-hari. Rhinoplasty juga bisa dijadikan solusi untuk mengatasi kelainan bentuk hidung akibat cacat lahir atau cedera.
Alasan Kecantikan
Rhinoplasty adalah prosedur yang banyak diminati orang untuk membuat penampilan lebih menarik. Operasi hidung ini boleh dilakukan pada usia minimal 14–15 tahun pada wanita dan di atas 15 tahun pada pria. Pasalnya, pada usia tersebut, tulang hidung sudah tidak tumbuh lagi.
Selain kedua alasan di atas, beberapa kondisi lain yang memerlukan prosedur rhinoplasty adalah sebagai berikut:
- Memperbaiki posisi septum (sekat di antara lubang hidung).
- Mengubah bentuk dan ukuran lubang hidung.
- Menyesuaikan ukuran hidung dengan ukuran wajah.
- Memperbaiki bentuk hidung yang tidak simestris.
- Mengubah bentuk di bagian ujung atau pangkal hidung.
- Mengubah sudut antara hidung dengan bibir bagian atas.
Persiapan Sebelum Operasi Rhinoplasty
Beberapa persiapan yang perlu dilakukan pasien sebelum menjalani operasi rhinoplasty adalah:
- Pasien menandatangani formulir persetujuan tindakan operasi.
- Pemeriksaan riwayat kesehatan, yang mencakup riwayat penyakit (misalnya, gangguan pembekuan darah seperti hemofilia), riwayat operasi yang pernah dilakukan, dan riwayat penggunaan obat-obatan.
- Jika pasien memiliki riwayat konsumsi obat-obatan pengencer darah seperti aspirin atau ibuprofen, maka harus dihentikan sebelum menjalani operasi.
- Pemeriksaan fisik pada struktur hidung, ketebalan kulit hidung, kondisi tulang rawan hidung serta bagian luar dan dalam hidung.
- Pengambilan foto hidung dari berbagai sudut.
- Pasien ditunjukkan perkiraan hasil atau bentuk hidung setelah operasi.
- Jika diperlukan, dokter akan melakukan tes darah.
- Jika pasien adalah perokok, maka wajib berhenti merokok pada sebelum dan sesudah operasi.
Prosedur Rhinoplasty
Rhinoplasty dapat dijalani dengan bantuan bius lokal ataupun bius total, tergantung pada saran dan pertimbangan dokter spesialis bedah plastik saat melakukan pemeriksaan awal. Dokter juga akan menganalisis bentuk batang dan cuping hidung milik pasien.
Saat konsultasi, pasien diharapkan dapat mendiskusikan secara detail dengan dokter spesialis bedah plastik mengenai kondisi, risiko, dan hasil yang diharapkan dari prosedur tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk menjalankan operasi hidung.
Augmentasi Rhinoplasty
Pada prosedur rhinoplasty yang membutuhkan material tambahan implan agar bentuk hidung menjadi mancung, pasien akan diberikan dua macam pilihan, yaitu bahan prostetik silikon padat dan kartilago tulang rusuk yang diambil dari tubuh pasien.
Prosedur yang menggunakan kartilago atau tulang rawan yang diambil dari tubuh pasien umumnya lebih banyak diminati karena beberapa alasan berikut:
- Menggunakan kartilago dari tulang rusuk yang merupakan bahan dari tubuh pasien sendiri sehingga tidak ada risiko penolakan oleh tubuh.
- Struktur hidung tampak lebih natural, tidak tampak seperti hidung yang pernah dioperasi.
- Garis sayatan relatif tidak terlihat pasca operasi.
- Direkomendasikan untuk hidung rata dan pendek, serta untuk merevisi hidung yang sudah pernah operasi sebelumnya.
- Risiko komplikasi lebih minim jika dibandingkan dengan penggunaan silikon.
Perawatan Setelah Rhinoplasty
Setelah operasi, dokter akan memberikan perban dan penyangga (splint) pada keseluruhan hidung pasien. Biasanya, pasien akan mengalami mimisan beberapa saat setelah perban tersebut dilepas.
Ketika sudah diperbolehkan pulang, pasien diharapkan untuk istirahat yang cukup dan menghindari kerumunan selama 1–2 minggu. Hal ini dilakukan guna menghindari penularan penyakit pernapasan, seperti pilek karena berisiko menyebabkan infeksi pada luka operasi.
Selain itu, selama proses pemulihan berlangsung, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas berat agar luka operasi cepat sembuh dan bentuk hidung tak terganggu.
Risiko Rhinoplasty yang Perlu Diketahui
Rhinoplasty adalah prosedur yang terbilang cukup aman dan sudah sering dilakukan. Meski begitu, pasien tetap perlu mewaspadai beberapa risiko, seperti:
- Risiko anestesi.
- Infeksi.
- Perdarahan.
- Penyembuhan luka tidak sempurna.
- Kesulitan bernapas.
- Perubahan sensasi kulit.
- Hasil operasi tidak sesuai keinginan.
- Pembengkakan dan diskolorasi kulit.
Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, rhinoplasty adalah tindakan pembedahan yang cukup rumit. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah plastik terkait perencanaan tindakan.
Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk melakukan konsultasi secara langsung. Manfaatkan fitur Cari Dokter untuk membuat janji temu agar mendapatkan akses pelayanan yang lebih cepat dan praktis.
Apabila hendak menjalani prosedur Rhinoplasty, Anda dapat menggunakan paket Rhinoplasty Local Anesthesia atau Rhinoplasty General Anesthesia dari Siloam Hospitals yang dapat dipesan melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasinya sekarang dan percayakan selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini








