Kesehatan Tubuh
Perokok Aktif Perlu Waspadai Kanker Mulut Akibat Rokok

Table of Contents
Kanker mulut merupakan jenis kanker yang menyerang jaringan di rongga mulut, seperti bibir, lidah, dan gusi. Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai faktor. Namun, salah satu yang harus diwaspadai khususnya bagi perokok aktif adalah kanker mulut akibat rokok.
Rokok diketahui mengandung karsinogen dan zat berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel mulut sehingga meningkatkan risiko kanker. Mari simak penjelasan selengkapnya mengenai kanker mulut akibat rokok melalui ulasan di bawah ini.
Mengenal Kanker Mulut
Kanker mulut adalah kondisi yang terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada jaringan epitel mukosa, seperti dinding mulut, bibir, lidah, gusi, hingga langit-langit mulut. Kanker mulut biasanya ditandai dengan munculnya luka yang tak kunjung sembuh pada jaringan-jaringan tersebut.
Sayangnya, hal ini sering kali disalah artikan sebagai sariawan biasa. Padahal, kondisi ini perlu ditangani dengan segera guna mencegah penyebaran sel kanker ke area sekitar rongga mulut, tenggorokan, dan area yang lebih jauh seperti kepala dan leher.
Waspadai Kanker Mulut Akibat Rokok
Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker mulut. Bahkan, perokok aktif memiliki risiko enam kali lebih tinggi terkena kanker mulut dibandingkan mereka yang bukan perokok aktif.
Hal tersebut terjadi karena dalam asap rokok mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia yang mana setidaknya terdapat 250 jenis zat berbahaya, dengan lebih dari 69 jenis merupakan zat pemicu kanker. Sebagian besar kandungan zat tersebut berasal dari bahan utama rokok, yaitu tembakau.
Tembakau sendiri merupakan salah satu penyebab paling umum masalah gusi pada orang dewasa, sedangkan kebiasaan merokok dapat menyebabkan masalah gusi berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Tidak hanya dalam bentuk rokok, mengunyah tembakau secara langsung dan membiarkannya di mulut dalam waktu lama juga dapat meningkatkan risiko kanker mulut.
Kanker mulut akibat rokok perlu diwaspadai ketika muncul sejumlah gejala, seperti:
- Rasa nyeri di mulut.
- Sariawan yang tidak kunjung sembuh.
- Bercak merah atau putih di mulut atau tenggorokan.
- Gangguan berbicara.
- Kesulitan menelan.
- Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
- Benjolan di leher atau mulut.
- Penebalan bibir.
- Kesulitan menggerakkan rahang.
- Kehilangan gigi tanpa alasan yang jelas.
- Perdarahan atau mati rasa yang tidak biasa di mulut.
Faktor Risiko Kanker Mulut Lainnya
Selain kebiasaan merokok, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker mulut, yaitu:
- Kebiasaan mengunyah tembakau.
- Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
- Berjenis kelamin pria, karena pria memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena kanker mulut dibandingkan wanita.
- Berusia di atas 55 tahun.
- Mutasi genetik bawaan tertentu.
- Terinfeksi virus human papillomavirus (HPV).
- Paparan sinar UV.
- Bermasalah dengan nutrisi, seperti kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan.
Cara Mencegah Kanker Mulut Akibat Rokok
Cara terbaik untuk mencegah kanker mulut akibat rokok adalah menjauhi faktor risiko utamanya yaitu rokok. Pada dasarnya, merokok tidak memberikan manfaat apapun bagi tubuh, melainkan dapat memicu kerusakan tubuh seiring berjalannya waktu.
Menghentikan kebiasaan merokok tidak hanya dapat mencegah kanker mulut akibat rokok, tetapi juga menurunkan risiko kanker paru-paru. Suatu penelitian menunjukkan bahwa setelah 10-20 tahun berhenti merokok, tingkat risiko terkena kanker mulut hampir sama dengan orang yang tidak merokok.
Perlu diketahui bahwa dampak buruk rokok tidak hanya memengaruhi perokok aktif saja, tetapi juga kesehatan orang lain di sekitarnya yang terpapar asap (perokok pasif). Salah satu bahaya perokok pasif adalah menyebabkan masalah pernapasan, terutama pada anak-anak.
Selain menghentikan dan menghindari kebiasaan merokok, pencegahan kanker mulut akibat rokok akan lebih efektif apabila diimbangi dengan penerapan gaya hidup sehat, seperti:
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
- Menghindari infeksi virus HPV dengan melakukan hubungan seksual secara aman.
- Menghindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama.
- Menjaga kebersihan mulut.
- Melakukan pemeriksaan mulut dan gigi secara rutin dengan dokter gigi setidaknya enam bulan sekali, terutama jika memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau menggunakan tembakau. Beberapa kasus kanker mulut biasanya terdeteksi melalui pemeriksaan gigi rutin.
Anda dapat melakukan pemeriksaan mulut dan gigi secara rutin dengan dokter spesialis gigi di Siloam Hospitals terdekat. Namun, apabila mengalami gejala-gejala yang menyerupai kanker mulut, segera kunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang merupakan rumah sakit swasta pertama di Indonesia untuk menangani pengobatan kanker secara khusus.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, dan buat janji dengan dokter terkait. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan percayakan kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Besar Riyanto, SpKG
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD
Kedokteran Gigi
Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Mataram
Tersedia :
Tersedia hari ini







