Kesehatan Tubuh
Berbagai Komplikasi Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

Table of Contents
Kanker serviks yang tidak terkendali dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Komplikasi kanker serviks tersebut dapat berupa nyeri pada bagian rahim, gangguan pembuluh darah, gagal ginjal, dan lain-lain. Berdasarkan penelitian, kanker serviks disebabkan oleh virus papilloma atau HPV. Sebagian besar infeksi HPV terjadi melalui hubungan seksual.
HPV (Human papillomavirus) bisa dikatakan sebagai penyebab kanker serviks karena HPV dapat ditemukan pada hampir 100% penderita kanker serviks. Meski tidak selalu ditemukan secara langsung, setidaknya selalu terdapat jejak atau sisa dari virus papilloma. Untuk lebih lengkapnya, simak informasi mengenai komplikasi kanker serviks serta harapan hidup penderita kanker serviks melalui artikel berikut.
Faktor Risiko Kanker Serviks
Selain HPV, terdapat juga beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker serviks, seperti:
-
Melakukan hubungan seks di usia yang terlalu muda. Kanker serviks terjadi karena sel-sel pada mulut rahim belum siap menghadapi perubahan, terutama infeksi virus.
-
Multiple partners (pasangan seks yang berganti-ganti). Melakukan hubungan seks dengan lebih dari satu orang dapat meningkatkan risiko paparan terhadap berbagai macam virus.
-
Merokok.
-
Tidak adanya upaya deteksi dini atau upaya pencegahan (misalkan pap smear).
Beberapa hal di atas diketahui dapat menyebabkan sel normal pada serviks berubah menjadi sel tidak normal. Meski begitu, sel tersebut belum dapat dikategorikan sebagai sel kanker. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai fase prakanker, yang mana jika dibiarkan dapat berkembang menjadi kanker. Sebetulnya, fase ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan tindakan pencegahan dini sebelum terjadi perkembangan komplikasi kanker serviks.
Komplikasi Kanker Serviks
Penderita kanker serviks dapat mengalami komplikasi akibat dari penyebaran kanker itu sendiri maupun akibat perawatan yang dijalani dalam penanganan kanker. Berikut penjelasannya.
1. Komplikasi karena Penyebaran Kanker
Kanker serviks yang telah menyebar biasanya mengindikasikan bahwa kanker telah memasuki stadium lanjut, yaitu stadium 2 atau lebih. Pada kondisi inilah komplikasi dapat terjadi, seperti:
-
Nyeri pada bagian rahim, mungkin terjadi juga pada tulang pinggul.
-
Gangguan pada pembuluh darah, seperti darah lebih mudah membeku.
Pada stadium yang lebih lanjut, kanker serviks dapat menyebabkan:
-
Fistula (lubang akibat kerusakan jaringan pada kandung kemih/saluran kotoran dan vagina) sehingga terjadi kebocoran dan dapat menyebabkan infeksi.
-
Gagal ginjal karena tersumbatnya saluran kencing.
-
Sesak napas karena kanker telah menyebar ke paru-paru.
-
Kejang, saat kanker telah menyebar ke otak.
2. Komplikasi Akibat Pengobatan
Pada umumnya, penderita baru menyadari kondisi ini ketika kanker serviks telah memasuki stadium dua atau lanjut. Adapun pengobatan yang dapat dilakukan pada tahap ini biasanya berupa perawatan radiasi atau radioterapi yang berisiko menyebabkan komplikasi, seperti:
-
Vagina menyempit sehingga sulit untuk berhubungan intim.
-
Terjadi kerusakan saluran kotoran, seperti luka pada usus besar sehingga terdapat darah saat buang air besar yang kemudian berisiko menyebabkan anemia.
-
Menyebabkan urine berdarah akibat kandung kemih terluka.
Pengobatan Kanker Serviks
Dokter akan melakukan pengobatan kanker serviks sesuai dengan stadium atau tingkat keparahan kanker yang diderita pasien. Berikut penjelasannya.
1. Stadium Awal
Kanker serviks stadium awal adalah kondisi ketika kanker masih terlokalisasi atau hanya terdapat pada mulut rahim. Operasi menjadi salah satu pilihan pengobatan terbaik untuk kanker serviks stadium awal. Operasi dilakukan untuk mengangkat rahim secara radikal (radical hysterectomy) dan mengangkat kelenjar di daerah panggul.
Apabila penderita kanker serviks tidak dapat menjalani operasi akibat kondisi medis tertentu, seperti mengidap penyakit jantung, atau berusia lanjut, maka metode pengobatan lainnya yang biasanya disarankan oleh dokter adalah melalui perawatan radiasi.
2. Stadium 2B dan Lanjut
Pada stadium ini, metode pengobatan yang dapat dijalani hanyalah perawatan radiasi. Operasi pun sudah tidak dapat dilakukan. Agar lebih jelas, pengobatan yang secara khusus merawat kanker serviks di antaranya:
-
Operasi.
-
Radiasi.
-
Kemo-radiasi.
-
Kemoterapi, tapi tidak menjadi opsi pertama. Kemoterapi biasanya ditujukan bagi penderita kanker serviks stadium 4B atau kanker serviks yang kambuh (muncul kembali).
Salah satu contoh penggunaan kemoterapi pada pasien kanker serviks adalah ketika kanker sudah menyebar ke bagian paru-paru sehingga menyebabkan sesak napas. Kemoterapi pun dapat dilakukan untuk membantu mengurangi gejala sesak napas tersebut.
Merawat Komplikasi Kanker Serviks
Apabila penderita mengalami komplikasi kanker serviks yang menghambat pengobatan (radiasi atau radioterapi), maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah menangani komplikasi tersebut terlebih dahulu agar pengobatan dapat dilanjutkan. Misalnya, mengatasi gagal ginjal untuk dapat melanjutkan pengobatan radiasi.
Pencegahan Komplikasi Kanker Serviks
Komplikasi yang berkaitan dengan stadium kanker cenderung sulit dicegah. Satu-satunya pencegahan komplikasi karena penyebaran kanker adalah dengan melakukan deteksi kanker sejak dini sehingga ditemukan pada stadium awal. Sementara itu, komplikasi yang disebabkan oleh pengobatan kanker dapat diminimalkan dengan penggunaan teknologi atau mesin, teknik, dan dosis yang baik.
Perlu diketahui, terdapat komplikasi yang segera dirasakan dan yang bersifat kronis. Komplikasi kronis dapat terjadi meskipun pasien sudah dinyatakan bebas kanker. Komplikasi kronis dapat terjadi dalam jangka waktu 1–2 tahun. Untungnya, komplikasi kanker serviks kronis yang disebabkan oleh pengobatan cukup kecil kemungkinannya, hanya sebesar 10%.
Harapan Hidup Penderita Kanker Serviks
Faktor yang memengaruhi harapan hidup terbesar dari kanker serviks adalah stadium atau tingkatannya. Berikut penjelasannya.
-
Stadium 1: Daya tahan/harapan hidup 5 tahun sebesar 90%.
-
Stadium 2–3: Daya tahan/harapan hidup 5 tahun sebesar 50%.
-
Stadium 4: Daya tahan/harapan hidup 5 tahun sebesar 10–15%.
Apakah Faktor Usia Berpengaruh?
Faktor usia berkaitan dengan penyakit yang muncul secara alami. Seiring bertambahnya usia, seseorang lebih rentan mengalami suatu penyakit. Hal ini tentu dapat memperparah kondisi kanker, yang mana rata-rata penderita kanker serviks berada di usia 40 tahun.
Namun, bukan berarti seseorang dengan usia muda memiliki kesempatan hidup yang lebih besar. Kembali lagi, stadium adalah hal yang menentukan harapan hidup pengidap kanker. Faktor usia dapat dikatakan tidak terlalu dominan dalam menentukan harapan hidup.
Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Harapan Hidup Penderita Kanker Serviks?
Tentu semua pengidap berharap angka harapan hidupnya tinggi ketika diperiksa oleh dokter. Berikut beberapa faktor yang dapat diperhatikan untuk memperbesar peluang hidup pengidap kanker:
-
Stadium atau kondisi kanker itu sendiri.
-
Sarana pengobatan yang berkualitas.
-
Dukungan dari keluarga dan lingkungan.
-
Motivasi atau keinginan untuk sembuh dari diri sendiri.
Selain dukungan keluarga, rumah sakit terkadang memfasilitasi sesama pengidap kanker untuk dapat berbagi antara satu sama lain. Terkadang pasien merasa dukungan yang berasal dari sesama pengidap kanker lebih berarti dibandingkan dari keluarga atau tenaga medis.
Penting untuk diketahui bahwa informasi dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak semua pasien kanker serviks mungkin mengalami komplikasi seperti di atas. Namun, hal tersebut tetap perlu diwaspadai mengingat komplikasi yang terjadi dapat menurunkan kualitas hidup penderita.
Oleh karena itu, penderita kanker serviks maupun individu yang ingin melakukan pencegahan sejak dini sangat disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Onkologi Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat, terlebih jika kerap merasakan gejala berupa nyeri pada pinggul disertai kencing berdarah.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kanker serviks akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kanker yang bisa dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Anda dapat melakukan transaksi di aplikasi MySiloam dari mana saja, kemudian datang ke rumah sakit sesuai tanggal janji temu yang sudah dijadwalkan.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Bambang Dwipoyono, SpOG, MS, MARS
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Subspesialis Onkologi Ginekologi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






