Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Penyebab Kanker Serviks dan Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

24 April 2026 4 menit waktu baca
kanker serviks adalah

Kanker serviks adalah kanker yang berkembang pada leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Penyakit ini termasuk salah satu kanker yang paling sering menyerang perempuan, namun sebagian besar kasus sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi HPV dan skrining rutin.

 

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe risiko tinggi yang menetap dalam waktu lama. HPV merupakan virus yang dapat menular melalui kontak seksual. Pada sebagian besar orang, infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya. Namun, pada sebagian kasus, virus dapat bertahan dan menyebabkan perubahan abnormal pada sel serviks yang berisiko berkembang menjadi kanker. 

 

Mari pahami penyebab dan faktor risikonya sebagai langkah pencegahan dalam artikel berikut ini.

 

Apa Penyebab Kanker Serviks?

 

Sebagian besar kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi, terutama tipe seperti HPV 16 dan HPV 18. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel pada leher rahim dan memicu perubahan sel secara bertahap.

 

Perubahan tersebut biasanya berlangsung selama bertahun-tahun. Inilah sebabnya skrining rutin, seperti Pap smear, IVA, atau HPV DNA test, sangat penting agar kelainan dapat ditemukan lebih awal sebelum berkembang menjadi kanker.

 

Faktor Risiko Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

 

Terdapat beberapa perilaku yang dapat meningkatkan risiko seorang wanita terkena infeksi HPV. Berikut ini berbagai faktor risiko kanker serviks yang perlu diwaspadai:

 

1. Aktivitas Seksual Berisiko

 

Memulai aktivitas seksual pada usia muda, memiliki banyak pasangan seksual, atau memiliki pasangan dengan riwayat banyak pasangan seksual, dapat meningkatkan risiko paparan HPV. Berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti pasangan juga berisiko tinggi mengidap kondiloma akuminata (kutil di sekeliling kelamin).

 

2. Tidak Mendapat Vaksin HPV

 

Vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari beberapa tipe HPV risiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker serviks. Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual, tetapi pada kelompok usia tertentu vaksinasi masih dapat memberikan manfaat meskipun sudah pernah berhubungan seksual. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jadwal dan jenis vaksin yang sesuai.

 

3. Merokok

 

Zat berbahaya dalam rokok dapat merusak sel tubuh dan menurunkan kemampuan sistem imun dalam melawan infeksi HPV. Risiko ini juga dapat meningkat pada paparan asap rokok jangka panjang. Menghentikan kebiasaan merokok membantu menurunkan risiko berbagai kanker, termasuk kanker serviks.

 

4. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

 

Sistem imun yang lemah dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti infeksi HIV, penyakit autoimun tertentu, kanker, malnutrisi, atau penggunaan obat penekan imun (imunosupresan), misalnya setelah transplantasi organ atau terapi penyakit tertentu.

 

5. Tidak Rutin Melakukan Skrining

 

Perempuan yang tidak menjalani skrining kanker serviks secara berkala berisiko mengalami keterlambatan diagnosis. Padahal, perubahan sel pra-kanker sering kali dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kanker. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan secara rutin seperti, Pap smear, IVA, dan HPV DNA test.

 

6. Riwayat Infeksi Menular Seksual

 

Beberapa infeksi menular seksual dapat meningkatkan peradangan dan mempermudah infeksi HPV bertahan lebih lama.

 

7. Penggunaan Kontrasepsi Oral Jangka Panjang

 

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan pil KB jangka panjang dan peningkatan risiko kecil kanker serviks. Namun, keputusan penggunaan kontrasepsi sebaiknya tetap didiskusikan dengan dokter berdasarkan kondisi masing-masing.

 

Apakah Kanker Serviks Disebabkan Faktor Keturunan?

 

Berbeda dengan beberapa jenis kanker lain, kanker serviks umumnya tidak disebabkan oleh faktor keturunan. Penyebab utama tetap berkaitan dengan infeksi HPV. Meski demikian, riwayat keluarga dan kondisi imun tertentu dapat memengaruhi risiko secara tidak langsung.

 

Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diperhatikan

 

Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring perkembangan penyakit, keluhan yang dapat muncul antara lain:

 

  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi.

  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.

  • Menstruasi lebih banyak atau lebih lama dari biasanya.

  • Keputihan berbau, terus-menerus, atau bercampur darah.

  • Nyeri panggul.

  • Nyeri saat berhubungan intim.

  • Mudah lelah atau berat badan turun tanpa sebab jelas.

 

Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera konsultasikan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan bila Anda mengalami perdarahan tidak normal, keputihan yang berubah, nyeri panggul, atau belum pernah menjalani skrining kanker serviks. Deteksi dini berperan penting untuk membuka peluang penanganan yang lebih optimal serta membantu mencegah kanker serviks terdiagnosis pada stadium lanjut.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Tidak menutup kemungkinan apabila gejala-gejala yang disebutkan merujuk pada kondisi medis lainnya. 

 

Oleh karena itu, konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami perdarahan tidak normal, perubahan keputihan, nyeri panggul, atau belum pernah menjalani skrining kanker serviks secara rutin.

 

Jika Anda telah mendapatkan hasil pemeriksaan yang tidak normal, mempertimbangkan second opinion dapat menjadi langkah bijak untuk memastikan diagnosis dan menentukan rencana penanganan yang paling sesuai. Pendapat medis tambahan juga dapat membantu Anda memahami pilihan terapi, kebutuhan pemeriksaan lanjutan, serta langkah pencegahan yang tepat sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

Ciri ciri kanker serviks

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis kedua, Anda dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail