Apa Itu Vaksin HPV? Manfaat, Cara Kerja, Dosis, dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Vaksin HPV? Manfaat, Cara Kerja, Dosis, dan Efek Sampingnya

15 Juni 2026 5 menit waktu baca
Vaksin HPV - dr. Alexy Oktoman Djohansjah, SpOG, K

Vaksin HPV adalah vaksin yang digunakan untuk membantu melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV), yaitu kelompok virus yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker. Vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah penting dalam upaya pencegahan kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya.

 

Menurut data Globocan 2022, kanker serviks masih menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak ditemukan pada wanita di seluruh dunia, dengan lebih dari 660 ribu kasus baru dan hampir 350 ribu kematian setiap tahunnya. Karena itu, vaksinasi HPV sejak dini menjadi salah satu upaya penting untuk membantu menurunkan risiko penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV.

 

Mari simak informasi lengkap mengenai vaksin HPV, mulai dari manfaat, cara kerja, dosis, hingga efek sampingnya berikut ini.

 

Apa Itu Vaksin HPV?

 

Vaksin HPV atau human papillomavirus vaccine (HPV) adalah jenis vaksin yang dapat membantu melindungi individu dari infeksi HPV yang diketahui menjadi penyebab utama kanker serviks serta berperan dalam berbagai penyakit terkait HPV, termasuk kanker penis.

 

HPV adalah virus yang menyebar melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan infeksi pada area genital dan anus.

 

Terdapat lebih dari 100 jenis HPV, namun beberapa tipe HPV diketahui dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kanker serviks, anus, vulva, vagina, penis, dan orofaringeal (tenggorokan dan mulut). Seseorang yang terinfeksi HPV belum tentu akan mengalami kanker. Namun, pada sebagian kasus, infeksi HPV dapat menetap dan menyebabkan perubahan sel yang berisiko berkembang menjadi kanker.

 

Manfaat Vaksin HPV

 

Vaksin HPV memiliki peran penting dalam membantu melindungi tubuh dari infeksi HPV yang berkaitan dengan berbagai penyakit serius. Beberapa manfaat vaksin HPV antara lain:

 

  • Membantu menurunkan risiko kanker serviks.

  • Membantu menurunkan risiko kanker penis.

  • Membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker lain yang berkaitan dengan HPV, seperti kanker anus, vulva, vagina, dan orofaringeal.

  • Membantu mencegah kutil kelamin akibat tipe HPV tertentu.

 

Karena itu, vaksinasi HPV direkomendasikan sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit akibat infeksi HPV.

 

Efektivitas dan Cara Kerja Vaksin HPV

 

Apakah semua jenis infeksi HPV dapat dilindungi oleh vaksin HPV? Pada dasarnya, vaksin HPV tidak dapat melindungi dari semua jenis HPV, tergantung pada tipe virusnya. Namun, karena beberapa tipe HPV memiliki karakteristik yang serupa, vaksin dapat memberikan perlindungan silang terhadap tipe HPV tertentu meskipun tingkat perlindungannya tidak sebesar tipe yang secara spesifik menjadi target vaksin.

 

Efektivitas vaksin HPV sangat tinggi dalam membantu mencegah infeksi HPV jenis 16 dan 18 yang menjadi penyebab terbanyak kanker serviks. Selain itu, vaksin HPV juga dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker lain yang terkait dengan HPV, seperti kanker vulva, vagina, anus, dan orofaringeal.

 

Vaksin HPV bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus HPV. Setelah diberikan, tubuh akan mengenali komponen virus HPV yang terdapat dalam vaksin dan membentuk perlindungan terhadap infeksi di kemudian hari.

 

Ketika seseorang terinfeksi HPV, virus tersebut dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel di leher rahim yang berisiko berkembang menjadi kanker serviks. Dengan membentuk antibodi, vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari infeksi HPV dan menurunkan risiko terkena kanker serviks.

 

Siapa yang Dianjurkan Vaksin HPV?

 

Idealnya, vaksin HPV diberikan sebelum seseorang mulai aktif secara seksual karena vaksin ini lebih efektif dalam membantu mencegah infeksi HPV pada individu yang belum terpapar virus tersebut. Namun, vaksin HPV juga dapat diberikan kepada individu yang sudah aktif secara seksual.

 

Dosis vaksin HPV dapat bervariasi tergantung pada usia individu yang akan divaksinasi. Berikut rekomendasi dosis vaksin HPV berdasarkan usia:

 

  • Anak perempuan dan laki-laki usia 9–15 tahun: Vaksin HPV diberikan dalam 2 dosis dengan interval 6–12 bulan.

  • Perempuan dan laki-laki usia 16–45 tahun: Vaksin HPV diberikan dalam 3 dosis dengan interval 0, 1–2, dan 6 bulan.

 

Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk wanita yang sedang hamil. Pasalnya, studi klinis mengenai keamanan vaksin HPV pada wanita hamil masih terbatas. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan menunda vaksinasi hingga setelah persalinan.

 

Efek Samping Vaksin HPV

 

Sebagian besar individu yang menerima vaksin HPV tidak mengalami efek samping yang serius. Namun, seperti vaksin lainnya, vaksin HPV tetap dapat menimbulkan efek samping ringan pada sebagian orang.

 

Efek samping yang dapat terjadi antara lain:

 

  • Nyeri pada area suntikan.

  • Kemerahan atau pembengkakan di lokasi suntikan.

  • Demam ringan.

  • Sakit kepala.

  • Rasa lelah.

 

Keluhan tersebut umumnya bersifat ringan dan akan membaik dalam beberapa hari. Jika muncul reaksi alergi atau keluhan yang mengganggu setelah vaksinasi, segera konsultasikan dengan dokter.

 

Prosedur Mendapatkan Vaksin HPV

 

Langkah-langkah mendapatkan vaksin HPV adalah sebagai berikut:

 

  1. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah vaksin HPV sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

  2. Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, riwayat alergi, dan kondisi medis tertentu yang mungkin perlu diperhatikan sebelum vaksinasi.

  3. Setelah melakukan evaluasi, dokter akan menentukan dosis dan jadwal vaksin HPV yang sesuai.

 

Dalam beberapa kasus, seseorang yang telah menerima vaksin HPV masih dapat terinfeksi HPV dan mengalami penyakit terkait HPV. Namun, vaksin HPV telah terbukti efektif dalam membantu mencegah infeksi HPV dan menurunkan risiko kanker serviks, terutama apabila diberikan sebelum seseorang terpapar virus HPV.

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan jenis vaksinasi HPV dapat berbeda pada setiap fasilitas kesehatan. Tidak semua fasilitas kesehatan mungkin menyediakan layanan yang sama. Oleh karena itu, tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan rekomendasi vaksinasi sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

 

Jika ingin mendapatkan vaksin HPV, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh rekomendasi yang sesuai dengan usia, kondisi kesehatan, dan kebutuhan Anda.

 

Untuk mendapatkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan lebih mudah dan nyaman, gunakan layanan Siloam Medical Concierge yang siap membantu Anda memperoleh informasi mengenai jadwal dokter, pemeriksaan medis, dan fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan. Dengan pendampingan yang responsif dan terintegrasi, Anda dapat menjalani proses perawatan dengan lebih tenang tanpa harus pergi ke luar negeri. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

 

second opinion dokter spesialis

Sumber

International Agency for Research on Cancer (IARC). World Fact Sheet – GLOBOCAN. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-alexy-oktoman-djohansjah-spog-k-onk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Alexy Oktoman Djohansjah, SpOG (K) Onk

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Subspesialis Onkologi Ginekologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail