Kanker Vulva - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kanker Vulva - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
kanker vulva

Vulvar cancer, vulval cancer, atau kanker vulva adalah jenis kanker yang terjadi pada bagian luar (vulva) dari organ intim wanita. Kanker ini biasanya terjadi pada labia minora (bibir kecil), labia majora (bibir besar), klitoris, kelenjar Bartholin, atau perineum (jaringan yang berada di antara vagina dan anus). Mari simak informasi selengkapnya mengenai kanker vulva dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Kanker Vulva?

 

Kanker vulva adalah pertumbuhan sel abnormal dan tidak terkendali pada bagian eksternal (vulva) dari sistem reproduksi wanita. Secara umum, kanker ini bisa dialami oleh berbagai kalangan usia, namun lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 65 tahun.

 

Berdasarkan bagian vulva yang menjadi awal mula munculnya sel kanker, vulvar cancer dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

  • Vulvar squamous cell carcinoma: Sel kanker berawal dari jaringan epitel yang tipis dan datar yang melapisi permukaan vulva. Ini merupakan jenis kanker vulva yang paling sering terjadi.

  • Vulvar melanoma: Pada kondisi ini, sel kanker berawal dari sel yang menghasilkan pigmen (melanin) di area kulit vulva. Ini merupakan jenis kanker vulva tersering kedua.

  • Vulvar sarcoma: Jenis kanker yang berawal dari jaringan lemak di bawah kulit vulva.

  • Vulvar adenocarcinoma: Jenis kanker ini bermula dari sel glandular (kelenjar) di area vulva yang berfungsi memproduksi lendir.

  • Vulvar basal cell carcinoma: Jenis kanker yang bermula dari sel basal (jaringan yang berada pada lapisan terdalam epidermis).

 

Penyebab Kanker Vulva

 

Secara umum, sel kanker biasanya muncul akibat adanya perubahan (mutasi) pada gen tertentu yang menyebabkan sel-sel tubuh membelah secara cepat dan tidak terkendali. Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab mutasi gen tersebut.

 

Namun, beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker vulva adalah sebagai berikut:

 

  • Faktor usia. Risiko kanker vulva dapat meningkat seiring dengan pertambahan usia.

  • Menderita vulvar intraepithelial neoplasia (VIN).

  • Infeksi human papillomavirus (HPV).

  • Menderita kondisi kulit tertentu di area vulva, seperti lichen sclerosus.

  • Kebiasaan merokok.

  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah, misalnya akibat menderita HIV/AIDS atau sedang mengonsumsi imunosupresan setelah menjalani transplantasi organ.

  • Riwayat paparan radiasi pada area pelvis.

 

Gejala Kanker Vulva

 

Kanker vulva biasanya berupa benjolan atau luka di area vulva yang sering menimbulkan rasa gatal. Di samping itu, beberapa gejala umum dari vulvar cancer yang perlu diwaspadai, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Rasa gatal yang tidak kunjung menghilang di area organ intim.

  • Nyeri tekan (tenderness) di area vulva.

  • Perubahan pada kulit di area vulva, seperti berubah warna atau penebalan.

  • Munculnya benjolan, kutil, atau luka terbuka pada vulva.

  • Sensasi panas dan terbakar di area vulva saat buang air kecil.

  • Perdarahan  pada vulva.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.

 

Diagnosis Kanker Vulva

 

Dalam menegakkan diagnosis kanker vulva, pertama-tama dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan serta riwayat kesehatan pasien maupun keluarganya. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi organ intim dan kesehatan pasien secara keseluruhan.

 

Untuk membantu menegakkan diagnosis kanker vulva, beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan, di antaranya:

 

  • Tes darah.

  • Colposcopy, yaitu prosedur medis yang menggunakan alat khusus bernama kolposkop untuk memeriksa kondisi serviks, vulva, dan vagina pasien secara menyeluruh.

  • Biopsi jaringan vulva serta sentinel node biopsy untuk mengetahui apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening.

  • Pap smear, untuk mendeteksi apakah kanker telah menyebar ke area serviks.

  • Tes pencitraan, seperti PET, CT scan, atau MRI.



Pengobatan Kanker Vulva

 

Prosedur pengobatan kanker vulva cenderung beragam, tergantung pada jenis, stadium, dan bagian vulva yang terdapat sel kanker. Selain itu, dokter biasanya juga turut mempertimbangkan kondisi kesehatan serta preferensi pasien mengenai tindakan medis yang akan dilakukan. Namun, secara umum, beberapa metode yang kerap digunakan untuk menangani kanker ini, yaitu:

 

  • Tindakan operasi, seperti:

    • Eksisi (excision), untuk mengangkat sel kanker dan sebagian jaringan yang sehat di sekitar tumor.

    • Vulvectomy, yaitu prosedur pembedahan untuk mengangkat sebagian (partial vulvectomy) atau seluruh bagian vulva (radical vulvectomy).

    • Prosedur pengangkatan kelenjar getah bening, terutama jika sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh tersebut.

  • Terapi radiasi (radioterapi).

  • Kemoterapi.

  • Terapi target.

  • Imunoterapi.

 

Pencegahan Kanker Vulva

 

Pada dasarnya, tidak ada cara khusus yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker vulva, mengingat penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko kondisi ini, yaitu:

 

  • Mendapatkan vaksin HPV sesuai dengan jadwal, untuk meminimalkan risiko infeksi HPV yang dapat memicu vulvar cancer.

  • Melakukan praktik hubungan seksual yang aman dan sehat, seperti menggunakan kondom dan tidak bergonta-ganti pasangan seksual, untuk meminimalkan risiko HPV serta HIV/AIDS yang bisa memicu vulvar cancer.

  • Berhenti merokok.

 

Itu dia penjelasan lengkap mengenai penyebab, gejala, serta pengobatan kanker vulva yang perlu dipahami. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya untuk tujuan edukasi, sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. Jika mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kanker ini, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan prosedur medis yang Anda jalani terkait dengan vulvar cancer akan disesuaikan dengan fasilitas medis yang tersedia, sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Meski demikian, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Lebih lanjut, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan dan pengobatan kanker secara komprehensif dengan mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sendiri merupakan pusat unggulan kanker dari Siloam Hospitals Group yang menyediakan berbagai fasilitas kesehatan yang lengkap untuk menunjang keperluan pemeriksaan deteksi dini kanker, onkologi bedah, kemoterapi, radioterapi, maupun pengobatan kanker lainnya.

 

Digital Booking Radiologi

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail