Anatomi Sistem Reproduksi Wanita - Fungsi dan Cara Kerjanya
Pola Hidup Sehat

Anatomi Sistem Reproduksi Wanita - Fungsi dan Cara Kerjanya

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
sistem dan organ reproduksi wanita

Sistem reproduksi adalah kumpulan organ dan struktur dalam tubuh yang bertanggung jawab untuk menghasilkan keturunan atau reproduksi. Sistem reproduksi wanita terdiri dari labia majora, labia minora, klitoris, vagina, rahim, tuba falopi hingga ovarium, yang bekerja bersama untuk menjalankan fungsinya.

 

Untuk mengenal anatomi sistem reproduksi wanita selengkapnya, simak informasi pada ulasan dibawah ini.

 

Fungsi Sistem Reproduksi Wanita

 

Sistem reproduksi wanita adalah bagian tubuh yang memungkinkan wanita untuk melakukan hubungan seksual, bereproduksi, dan mengalami siklus menstruasi. Pada dasarnya, fungsi utama organ reproduksi wanita adalah untuk memproduksi sel telur (ovum) dan menjadi tempat terjadinya pembuahan.

 

Selama masa perkembangan janin, organ reproduksi wanita akan menghasilkan kurang lebih sebanyak 6 juta ovum. Setelah anak dilahirkan, ovum tersebut akan tersisa sekitar 1 juta sel telur. Lalu, ketika telah mencapai masa pubertas, hanya ada sekitar 300 ribu sel telur yang tersisa pada organ reproduksi wanita.

 

Jumlah ovum pada organ reproduksi wanita akan terus menurun seiring dengan bertambahnya usia dan setiap siklus menstruasi terjadi. Karena penurunan kuantitas serta kualitas sel telur ini, maka kesuburan wanita pun juga akan ikut menurun seiring dengan pertambahan usia hingga mencapai masa menopause.

 

Anatomi Sistem Reproduksi Wanita

 

Struktur organ reproduksi wanita memiliki beberapa bagian dan struktur yang bekerja bersama-sama untuk mendukung proses reproduksi. Secara garis besar, anatomi sistem reproduksi wanita dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu eksternal dan internal. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Bagian Eksternal

 

Sistem reproduksi wanita bagian eksternal atau alat reproduksi wanita bagian luar  berfungsi untuk melindungi organ reproduksi bagian dalam dari infeksi serta sebagai jalur masuk sperma ke dalam tempat terjadinya pembuahan. Adapun organ-organ yang termasuk ke dalam sistem reproduksi wanita eksternal adalah sebagai berikut:

 

1. Labia Majora

 

Labia majora (bibir besar) merupakan bagian terluar dari sistem reproduksi wanita yang berfungsi untuk melindungi sistem reproduksi wanita bagian luar lainnya dari infeksi. Ketika memasuki masa pubertas, area kulit pada labia majora akan ditumbuhi rambut (rambut kemaluan) yang mengandung kelenjar penghasil minyak untuk mencegah masuknya zat asing ke dalam organ reproduksi wanita.

 

2. Labia Minora

 

Labia minora (bibir kecil) adalah organ reproduksi wanita yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Organ ini terletak tepat di dalam labia majora dan mengelilingi bukaan ke vagina serta uretra (saluran yang berfungsi untuk membawa urine ke luar tubuh). Kulit labia minora memiliki tekstur yang sangat halus dan cenderung mudah mengalami iritasi maupun membengkak.

 

3. Klitoris

 

Klitoris adalah tonjolan kecil yang terletak di antara labia minora.  Klitoris sering kali menjadi titik rangsang wanita saat berhubungan seksual karena bagian tersebut memiliki sekitar 8000 ujung saraf sehingga membuatnya sangat sensitif terhadap rangsangan.

 

4. Kelenjar Bartholin

 

Kelenjar bartholin adalah organ reproduksi wanita yang terletak di setiap sisi lubang vagina. Fungsinya adalah untuk mengeluarkan cairan atau lendir guna melumasi area vagina saat berhubungan seksual.

 

5. Lubang Vagina

 

Lubang vagina merupakan bagian luar dari vagina yang menjadi tempat keluarnya darah saat menstruasi serta sebagai jalan lahir. Selain itu, lubang ini juga berperan sebagai tempat masuknya  penis ke dalam vagina saat berhubungan seksual.

 

6. Hymen

 

Hymen adalah lipatan membran atau jaringan tipis yang menutupi sebagian dari lubang vagina. Membran ini akan terbentuk selama masa perkembangan janin hingga bayi lahir.

 

B. Bagian Internal

 

Bagian internal dari sistem reproduksi wanita terdiri dari beberapa organ yang saling  berinteraksi untuk mendukung proses reproduksi. Terdiri dari vagina, serviks, rahim, tuba falopi, dan ovarium. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

1. Vagina

 

Vagina merupakan saluran berbentuk seperti tabung berotot yang menghubungkan leher rahim (serviks) dengan bagian luar tubuh. Lebih tepatnya, organ ini terletak di belakang kandung kemih dan berada di bagian bawah rahim.

 

Bagian ini bersifat elastis dan dapat melebar saat melahirkan bayi ataupun menyempit untuk menahan tampon yang berfungsi sebagai pembalut wanita saat menstruasi. Selain itu, vagina juga dilapisi oleh selaput lendir yang dapat menjaganya agar tetap lembap.

 

2. Rahim (Uterus)

 

Rahim atau uterus merupakan organ berongga yang berbentuk menyerupai buah pir. Bagian ini akan menjadi tempat bagi janin untuk tumbuh dan berkembang sebelum dilahirkan. Pada dasarnya, rahim terdiri dari dua bagian utama, yaitu:

 

  • Serviks (leher rahim): Bagian dari rahim berbentuk silinder yang menghubungkan rahim dengan vagina. Utamanya, leher rahim ini terdiri dari dua bagian, yaitu ektoserviks dan endoserviks. Serviks dapat mengalami dilatasi (melebar) agar bayi dapat keluar selama proses persalinan berlangsung. Selain itu, serviks juga akan memproduksi lendir alami untuk melindungi vagina dari infeksi dan membantu sperma bergerak menuju rahim.

  • Korpus (badan uterus): Bagian fleksibel dari rahim yang dapat mengembang sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan janin selama masa kehamilan. Korpus juga menjadi tempat masuknya sperma dan luruhnya lapisan dinding rahim dan sel telur saat tidak terjadi pembuahan yang menjadi darah menstruasi.

 

Selain itu, rahim juga berfungsi untuk menyokong perkembangan embrio pada tahap awal. Jika telah memasuki proses persalinan, otot-otot pada dinding rahim akan berkontraksi untuk mendorong janin keluar melewati jalan lahir.

 

3. Tuba Falopi

 

Tuba falopi (oviduct) adalah dua saluran kecil yang masing-masing menghubungkan ujung kiri dan kanan rahim atas dengan kedua ovarium. Bagian ini bertugas sebagai tempat berjalannya sel telur (ovum) dari ujung tuba falopi (infundibulum)  menuju rahim. Selain itu, tuba falopi juga menjadi tempat terjadinya pembuahan sel telur dengan sperma. Nantinya, sel telur yang telah dibuahi tersebut akan dibawa dan menempel (implantasi) pada lapisan dinding rahim.

 

4. Ovarium

 

Indung telur atau ovarium adalah bagian dari sistem reproduksi wanita yang berada di sisi kiri dan kanan pada rongga panggul serta bersebelahan dengan bagian atas rahim. Fungsi utama ovarium adalah untuk memproduksi ovum, hormon estrogen, serta hormon progesteron.

 

Cara Kerja Sistem Reproduksi Wanita

 

Struktur organ reproduksi wanita bekerja dengan cara mengangkut sel telur (ovum) menuju tuba falopi. Apabila terjadi proses pembuahan oleh sel sperma, maka ovum akan dipindahkan ke lapisan rahim (endometrium) yang telah menebal. Namun, jika tidak terjadi pembuahan, lapisan rahim dan sel telur tersebut akan meluruh yang menyebabkan keluarnya darah melalui vagina (menstruasi).

 

Karena memiliki fungsi yang penting, kesehatan organ reproduksi wanita perlu dijaga dengan sebaik mungkin. Segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat jika mengalami keluhan terkait organ reproduksi. Anda bisa memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memilih dokter yang tepat dan menentukan waktu konsultasi yang sesuai dengan jadwal Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-heru-harsojo-oentoeng-spand

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM

Andrologi (Reproduksi Pria)

Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-fahmi-b-waisri-spand

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Fahmi B Waisri, SpAnd

Andrologi (Reproduksi Pria)

Spesialis Andrologi


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hermawan-ludirja-spand

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hermawan Ludirja, SpAnd

Andrologi (Reproduksi Pria)

Spesialis Andrologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail