Mengenal Tes HPV DNA Genotyping dan Manfaatnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Tes HPV DNA Genotyping dan Manfaatnya

28 Mei 2025 4 menit waktu baca
Dr. dr. Bambang Dwipoyono, SpOG, MS, MARS - HPV DNA Genotyping

Pemeriksaan HPV DNA Genotyping adalah prosedur tes berbasis molekuler yang bertujuan untuk mencari atau mengetahui adanya tanda-tanda infeksi HPV. Pemeriksaan ini diutamakan untuk mendeteksi jenis (strain) dari Human Papillomavirus (HPV) yang berisiko tinggi (high-risk strains of HPV) menimbulkan kanker serviks.

 

Kanker serviks yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak pada prognosis penderita akibat penanganan yang terlambat. Data Globocan melaporkan bahwa kanker serviks termasuk dalam 5 besar kanker mematikan yang menyerang wanita di segala usia.

 

Di tengah meningkatnya kekhawatiran akan dampak negatif dari infeksi HPV, maka penting bagi setiap individu untuk mengetahui informasi lengkap mengenai manfaat tes DNA HPV Genotyping. Mari ketahui lebih lanjut mengenai pemeriksaan HPV DNA Genotyping dalam artikel berikut.

 

Apa itu HPV DNA Genotyping?

 

HPV DNA Genotyping test adalah prosedur pemeriksaan berbasis molekuler yang bertujuan untuk mencari atau mengetahui adanya tanda-tanda infeksi HPV, di mana jenis-jenis HPV dalam sampel jaringan dideteksi secara spesifik di dalam laboratorium. 

 

Pemeriksaan HPV DNA Genotyping diutamakan untuk mendeteksi high-risk strain HPV yang kemungkinan besar dapat menimbulkan kanker serviks. Namun, pemeriksaan ini tidak terbatas hanya untuk deteksi dini kanker serviks saja, melainkan jenis HPV lainnya pun juga dapat dideteksi dengan menggunakan metoda ini.

 

Pemeriksaan ini dapat mendeteksi semua jenis HPV, baik yang bersifat onkogenik (dapat menyebabkan kanker) maupun non-onkogenik (tidak menyebabkan kanker) karena setiap jenis HPV mempunyai struktur asam amino yang spesifik sebagai target deteksi. Adapun jenis HPV onkogenik (high risk) yang bisa dideteksi oleh tes HPV DNA Genotyping adalah 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 52, 53, 56, 58, 59, 66, dan 68. Sementara itu, jenis HPV non- onkogenik (low risk) adalah 6, 11, 42, 43, 44, dan 81.

 

Dengan HPV DNA Genotyping, diharapkan kanker serviks dan penyakit lainnya yang terkait infeksi HPV dapat terdeteksi sejak dini, sehingga dapat membantu mencapai tingkat keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi.

 

Manfaat HPV DNA Genotyping

 

Tes HPV DNA Genotyping memiliki berbagai manfaat penting dalam deteksi, pencegahan, dan manajemen infeksi HPV serta penyakit yang terkait HPV. Berikut beberapa manfaatnya:

 

  • Mendeteksi dini infeksi HPV.
  • Mengidentifikasi jenis-jenis HPV yang berisiko tinggi maupun rendah.
  • Mendeteksi kanker serviks dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
  • Mencegah kanker serviks melalui deteksi dini.
  • Memantau dan mengevaluasi respons terhadap pengobatan pada pasien yang memiliki lesi pra-kanker atau kanker serviks.
  • Mencegah kanker atau penyakit terkait HPV lainnya.

 

Perbedaan Tes HPV DNA Genotyping dan Pap Smear

 

Tes HPV DNA dan pap smear mempunyai persamaan dalam hal tujuan, yakni sebagai metode diagnostik untuk skrining kanker serviks. Namun, kedua tes tersebut memiliki perbedaan terutama pada teknologi pendekatan yang digunakan.

 

Tes pap smear dapat mendeteksi perubahan pada sel-sel serviks (leher rahim) yang mungkin mengarah pada lesi pra-kanker atau dicurigai sebagai kanker serviks. Namun, tes ini tidak bisa secara spesifik mengidentifikasi jenis HPV dari sampel.

 

Sementara itu, tes HPV DNA Genotyping secara khusus dapat mengidentifikasi jenis-jenis HPV dari sampel, termasuk jenis-jenis HPV yang berisiko tinggi menyebabkan kanker serviks. Sehingga hasil tes dapat memberikan informasi lebih awal (hulu) sebelum terjadi perubahan-perubahan agresif pada sel-sel abnormal tersebut.

 

Cara Pemeriksaan HPV DNA Genotyping

 

Pemeriksaan ini dimulai dari tahap pengambilan spesimen yang dilakukan melalui usapan pada permukaan mulut rahim. Di mana pengambilan spesimen dilakukan dengan menggunakan “sikat” (brush). Spesimen tersebut kemudian dikirim ke laboratorium untuk diproses ke tahapan pemeriksaan selanjutnya.

 

Pada umumnya, pengambilan spesimen ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik tanpa rasa sakit dan orang yang menjalani pemeriksaan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Tidak ada pantangan atau pembatasan aktivitas yang perlu diwaspadai.

 

Hasil pemeriksaan HPV DNA secara teknis bisa diperoleh dalam kurun waktu 60 menit. Namun durasi ini dapat berbeda, bergantung pada laboratorium yang mengerjakan pemeriksaan.

 

Kriteria Pemeriksaan HPV DNA Genotyping

 

Pemeriksaan HPV DNA Genotyping dapat dijalani oleh siapa saja yang menjadi target skrining, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tertentu terkena infeksi HPV atau kanker dan penyakit lainnya terkait HPV.

 

WHO dalam hal ini menyerukan kepada semua wanita untuk melakukan tes skrining kanker serviks secara teratur sesuai dengan rekomendasi otoritas kesehatan, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Wanita tanpa kondisi medis tertentu, direkomendasikan melakukan tes HPV DNA Genotyping dan pap smear sebagai metode skrining utama infeksi HPV dimulai dari usia 30 tahun, dengan pemeriksaan rutin setiap 5 tahun sekali.
  • Wanita dengan penyakit HIV/AIDS atau yang memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah, direkomendasikan melakukan tes HPV DNA Genotyping dimulai pada usia 25 tahun, dengan skrining rutin setiap 3–5 tahun sekali.

 

Setelah hasil tes diketahui, dokter akan menentukan strategi dan tatalaksana untuk mencegah terjadinya atau mengobati kanker serviks pada pasien. Perlu diketahui, adanya infeksi HPV tidak serta merta memvonis seseorang pasti akan terkena kanker serviks. Untuk itu, di saat inilah perlu dilakukan pencegahan kanker serviks yang tepat dan segara.

 

Penting diingat, penerima vaksin HPV dianjurkan untuk tetap melakukan skrining karena vaksinasi HPV tidak menjamin seseorang 100% terlindungi dari kanker serviks atau penyakit lainnya terkait infeksi HPV.

 

Apabila Anda membutuhkan lebih banyak informasi seputar HPV DNA Genotyping, tak perlu ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Sebelum itu, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dan membuat janji temu dengan dokter terkait.


Manfaatkan juga aplikasi MySiloam yang telah dilengkapi dengan fitur Self Check In yang memungkinkan Anda antri secara online melalui fitur online queue. Mari unduh aplikasinya dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-bambang-dwipoyono-spog

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Bambang Dwipoyono, SpOG, MS, MARS

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Subspesialis Onkologi Ginekologi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail