Kesehatan Tubuh
7 Cara Mencegah Kanker Serviks yang Wajib Diketahui!

Table of Contents
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang dapat menyerang wanita. Sebagian besar kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi human papillomavirus (HPV), yang umumnya dapat dicegah dan dideteksi sejak dini melalui langkah pencegahan serta skrining yang tepat. Pada tahap awal, kanker serviks juga sering kali tidak menimbulkan gejala, sehingga pemeriksaan rutin berperan penting dalam mendeteksi perubahan pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu menurunkan risiko kanker serviks, mulai dari vaksinasi HPV hingga menjalani skrining secara berkala sesuai rekomendasi dokter. Mari simak berbagai cara mencegah kanker serviks melalui artikel berikut.
Cara Mencegah Kanker Serviks
Berdasarkan data dari WHO (2024), kanker serviks menduduki peringkat keempat sebagai kanker yang paling sering dialami oleh wanita di seluruh dunia. Karena itu, penting bagi setiap wanita untuk mengetahui cara mencegah kanker serviks dengan cermat. Berikut beberapa cara mencegah kanker serviks yang perlu diperhatikan:
1. Vaksinasi HPV
Utamanya, penyebab kanker serviks adalah infeksi virus HPV. Itulah sebabnya, penting bagi setiap wanita untuk mendapatkan vaksin HPV, yakni vaksin untuk mencegah kanker serviks yang bisa mulai diberikan sejak usia 9 tahun. Vaksinasi ini akan lebih efektif jika diberikan sebelum seseorang mulai aktif secara seksual.
Bagi wanita yang sudah pernah atau aktif berhubungan seksual, sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menerima vaksin HPV, karena kanker serviks mungkin saja sudah berkembang tetapi tidak menimbulkan gejala. Vaksin HPV tidak lagi efektif jika seseorang sudah terkena kanker serviks.
Vaksinasi HPV umumnya dilakukan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu 6 bulan, tepatnya bulan ke 1, 2 dan 6. Tidak hanya sebagai langkah pencegahan kanker serviks, vaksin HPV juga efektif diberikan pada seseorang yang sudah terjangkit virus HPV. Dengan begitu, risiko prakanker dapat diminimalkan.
2. Pemeriksaan Pap Smear
Pap smear adalah salah satu metode pemeriksaan dini kanker serviks dengan cara mendeteksi sel-sel di leher rahim yang berpotensi menjadi kanker sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal sebelum berkembang lebih lanjut. Pap smear dianjurkan bagi seluruh wanita yang pernah atau aktif melakukan hubungan seksual.
Menurut ACOG (2021), pencegahan kanker serviks dengan pemeriksaan Pap smear secara rutin setiap 3 tahun sekali bisa dimulai sejak usia 21 tahun. Bagi wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun, sebaiknya pemeriksaan Pap smear juga disertai dengan tes HPV yang dapat dilakukan setiap 5 tahun sekali. Dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan Pap smear dilakukan setiap 1–2 tahun sekali jika wanita aktif secara seksual.
3. Berhubungan Seksual dengan Aman
HPV (Human Papillomavirus) adalah jenis virus yang dapat menyebar atau ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak aman. Karenanya, usahakan untuk selalu melakukan hubungan seksual secara aman, salah satunya adalah dengan menggunakan kondom.
Di samping itu, risiko terjadinya kanker serviks juga bisa semakin meningkat ketika seseorang melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan. Maka dari itu, hindari bergonta-ganti pasangan seksual untuk mengurangi risiko dari ancaman kanker serviks.
Selain dari hubungan seksual dengan penetrasi, virus HPV juga bisa menular melalui aktivitas seks tanpa penetrasi seperti seks oral, hubungan seksual secara anal, atau aktivitas seksual dengan bantuan alat bantu seks (sex toys). Jadi, pastikan untuk melakukan aktivitas seksual yang aman dan tidak bergonta-ganti pasangan.
4. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Upaya pencegahan kanker serviks juga dapat dilakukan dengan menghentikan kebiasaan merokok. Pasalnya, rokok mengandung racun yang bersifat oksidatif dan dapat menurunkan sistem imun tubuh sehingga tubuh menjadi lebih rentan terkena infeksi virus HPV.
Selain merokok, sebaiknya hindari juga paparan asap rokok atau sering kali disebut sebagai perokok pasif. Asap yang dihasilkan oleh rokok mengandung zat beracun yang dapat melemahkan sistem imun tubuh dan merusak DNA yang dapat memicu perkembangan sel menjadi sel kanker.
5. Menjaga Kebersihan Vagina
Cara mencegah kanker serviks yang penting untuk diterapkan sehari-hari adalah menjaga kebersihan vagina, terutama bagi wanita yang sedang menstruasi atau keputihan. Beberapa cara yang bisa diterapkan dalam menjaga kebersihan vagina antara lain:
-
Membasuh vagina dengan air bersih setelah buang air kecil atau besar.
-
Menghindari penggunaan sabun untuk membersihkan vagina.
-
Mengeringkan vagina segera setelah dibersihkan.
-
Menggunakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dan tidak ketat.
6. Mengonsumsi Makanan Sehat
Cara mencegah kanker serviks berikutnya adalah dengan mengonsumsi makanan sehat yang dapat membantu mencegah kanker serviks, di antaranya:
-
Makanan yang mengandung vitamin A, C, E, dan mineral (asam folat dan kalsium), misalnya wortel, jeruk, tuna, hati, dan produk olahan susu.
-
Makanan yang mengandung vitamin B dan asam folat, seperti brokoli, kubis, dan kembang kol.
-
Makanan kaya antioksidan, seperti buah cherry, blueberry dan ikan salmon.
-
Makanan yang mengandung polifenol dan flavonoid, misalnya teh hijau, minyak zaitun, cokelat, anggur merah, tomat, kenari, paprika hijau, dan blackberry.
7. Menerapkan Pola Hidup Sehat
Selain memperbanyak asupan makanan pencegah kanker serviks, wanita juga disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat lainnya. Pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker serviks adalah berolahraga secara rutin dan mengelola stres.
Siloam International Hospitals menyediakan paket Vaksinasi HPV yang dapat dipesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online.
Namun, penting untuk digarisbawahi bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa cara pencegahan yang dijabarkan pun tidak semerta-merta menghindarkan Anda dari risiko kanker serviks, melainkan menurunkan risikonya.
Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kanker serviks, seperti keluarnya darah atau bercak abnormal dari vagina, segera kunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat.
Untuk kemudahan akses layanan, Anda juga dapat menghubungi Siloam Medical Concierge guna memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis yang tersedia. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







