5 Jenis Makanan Pencegah Kanker yang Menyehatkan Tubuh
Pola Hidup Sehat

5 Jenis Makanan Pencegah Kanker yang Menyehatkan Tubuh

04 Februari 2025 4 menit waktu baca
daftar makanan pencegah kanker

 

Gaya hidup yang sehat bisa membantu mengurangi risiko terjadinya kanker. Beberapa contoh gaya hidup yang sehat adalah menghindari merokok, memakai tabir surya, dan menjalani pemeriksaan kanker secara rutin. Selain itu, program diet juga dapat dilakukan untuk membantu menyehatkan tubuh. Lantas, adakah makanan pencegah kanker? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apakah Terdapat Makanan yang Bisa Mencegah Kanker?

 

Faktanya, tidak ada makanan yang bisa mencegah kanker maupun yang menyebabkan kanker. Makanan pencegah kanker biasanya mencakup makanan yang bisa menyehatkan tubuh. Adapun mengurangi risiko kanker bisa dilakukan dengan diet dan gaya hidup yang sehat.

 

Diet yang seimbang bisa membantu mencegah berbagai kondisi kronis yang dapat meningkatkan risiko kanker. Diketahui beberapa nutrisi penting untuk mencegah kanker dapat ditemukan pada diet Mediterania yang terdiri dari banyak makanan alami dan nabati. Makanan nabati yang mengandung vitamin C, polifenol, resveratrol, dan nutrisi lainnya dapat menjaga kesehatan tubuh dan membantu menurunkan risiko terjadinya kanker.

 

Makanan untuk Mengurangi Risiko Kanker

 

Sebagai catatan, tidak ada makanan yang dapat mencegah kanker. Rekomendasi makanan berikut hanya dapat membantu mendukung kesehatan tubuh sehingga mencegah kondisi-kondisi kesehatan yang berisiko meningkatkan kanker. Inilah beberapa makanan yang direkomendasikan untuk menyehatkan tubuh dalam rangka mengurangi risiko kanker:

 

1. Buah-buahan dan Sayuran

 

American Cancer Society menyarankan makan pelangi untuk menjaga kesehatan tubuh. Pelangi ini merujuk pada pigmen yang memberi warna buah dan sayuran. Setidaknya, setiap orang direkomendasikan untuk mengonsumsi tiga warna buah dan sayuran yang berbeda setiap hari, seperti:

 

  • Merah: Apel dan tomat.

  • Jingga: Wortel dan jeruk.

  • Kuning: Lemon dan pisang.

  • Hijau: Sayuran hijau dan sayuran persilangan, seperti brokoli

  • Biru/ungu: Anggur dan blueberry.

 

Apel diketahui mengandung polifenol yang dapat membantu mencegah inflamasi, infeksi, dan mengurangi risiko penyakit jantung. Review pada jurnal Phytomedicine (2021) menyebutkan bahwa polifenol dapat memengaruhi berbagai proses di dalam tubuh seperti kematian sel yang terprogram (apoptosis), pembersihan sel (autofagi), peradangan, perkembangan siklus sel, invasi, dan penyebaran kanker (metastasis).

 

Sementara itu, buah beri diketahui kaya akan mineral, vitamin, dan serat. Kandungan antioksidannya juga dapat mendukung kesehatan tubuh. Berdasarkan review pada jurnal Antioxidants (2021), bilberry dan lingonberry yang termasuk dalam diet tradisional Nordik mampu memperlambat pembentukan tumor dan pertumbuhan sel kanker.

 

Brokoli, yang termasuk sayuran persilangan, mengandung sulforaphane, yaitu senyawa yang memiliki sifat antikanker. Artikel pada Journal of Oral and Maxillofacial Pathology (2020) juga menyebutkan bahwa sulforaphane dapat memengaruhi gen dan proses di dalam sel yang berhubungan dengan kanker. 

 

2. Makanan Kaya Serat

 

Makanan yang kaya serat dapat membuat seseorang merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan, utamanya setelah makan siang. Konsumsi makanan kaya serat diketahui bisa membantu mengelola berat badan. Beberapa makanan kaya serat alami di antaranya adalah kacang-kacangan, apel, dan blueberry.

 

Diet dengan makanan kaya serat diketahui dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis kanker. Temuan dalam jurnal Nutrients (2023) menyatakan bahwa makanan kaya serat dapat membantu mengurangi risiko terjadinya berbagai jenis kanker, termasuk kanker saluran cerna, kanker serviks, kanker ovarium, kanker pankreas, dan kanker prostat.

 

3. Biji-bijian Utuh

 

Konsumsi biji-bijian utuh secukupnya diketahui dapat mengurangi risiko kanker. Hal ini ditekankan dalam hasil riset pada jurnal Nutrients (2020) yang menyatakan bahwa asupan biji-bijian utuh sebanyak 5–12% dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker. 

 

Secara lebih spesifik, konsumsi gandum utuh secara konsisten dikaitkan dengan penurunan risiko kanker, utamanya pada kanker lambung, kanker kolorektal, kanker pankreas, dan kanker kerongkongan.

 

4. Minyak Zaitun

 

Produk makanan yang dikenal dapat mengurangi risiko kanker selanjutnya adalah minyak zaitun. Berdasarkan review pada jurnal PLOS ONE (2022), minyak zaitun diketahui dapat memberikan perlindungan terhadap kanker secara signifikan, khususnya pada payudara, sistem pencernaan secara keseluruhan, dan saluran kemih.

 

5. Cokelat Hitam

 

Cokelat hitam dikenal dengan manfaatnya untuk kesehatan tubuh dan mental. Menurut artikel pada jurnal Current Research in Food Science (2022), cokelat hitam juga mengandung polifenol, flavonoid, dan antioksidan yang dapat memberikan efek pencegahan atau perlindungan terhadap kanker.

 

Apakah Kanker Dapat Disembuhkan Melalui Pola Makan Sehat?

 

Hingga saat ini, masih belum ada riset yang membuktikan bahwa pola makan sehat bisa mengobati kanker. Namun, penderita kanker tetap bisa mendapatkan sejumlah manfaat dari pola makan yang sehat, seperti:

 

  • Menguatkan sistem imun tubuh.

  • Membantu memperbaiki tubuh sehingga bisa pulih dari pengobatan.

  • Memberikan perlindungan untuk sel-sel sehat terhadap kerusakan atau polusi lingkungan.

 

Bagi Anda atau orang terdekat yang menderita kanker, pengaturan pola makan dan gaya hidup dapat membantu memperbaiki kualitas kesehatan. Namun, bila tidak yakin dengan jumlah makanan untuk diet yang sehat, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat untuk menghindari konsumsi makanan tertentu, seperti biji-bijian utuh, secara berlebihan.

 

Setiap pasien akan menjalani diagnosis sebelum dokter memberikan rekomendasi diet sesuai kebutuhan gizi dan kondisi medisnya. Dokter mungkin akan merekomendasikan serangkaian tes untuk membantu menyusun rancangan diet masing-masing pasien. Adapun tes akan dilakukan di fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga tahapannya mungkin berbeda di satu lokasi dan lainnya.

 

Untuk menjalani pemeriksaan kanker secara menyeluruh, Anda bisa mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Di pusat pengobatan kanker unggulan dari Siloam Hospitals Group ini, Anda bisa mendapatkan berbagai penanganan kanker, termasuk deteksi dini kanker, kemoterapi, radioterapi, hingga onkologi bedah untuk membantu menangani kondisi Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Anti-Cancer Diet: These Foods May Reduce Your Risk for Cancer. Diakses pada 2024 | Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. Cancer-Fighting Foods to Reduce Cancer Risk. Diakses pada 2024 | Better Health. Cancer and Food. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Dietary polyphenols in chemoprevention and synergistic effect in cancer: Clinical evidences and molecular mechanisms of action. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Anticancer Effects of Lingonberry and Bilberry on Digestive Tract Cancers. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Sulforaphane in broccoli: The green chemoprevention!! Role in cancer prevention and therapy. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Use of Dietary Fibers in Reducing the Risk of Several Cancer Types: An Umbrella Review. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Whole Grains, Refined Grains, and Cancer Risk: A Systematic Review of Meta-Analyses of Observational Studies. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Olive oil intake and cancer risk: A systematic review and meta-analysis. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Dark chocolate: An overview of its biological activity, processing, and fortification approaches. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail