Kesehatan Tubuh
Waspada! Kanker Pankreas Kerap Tidak Disadari di Stadium Awal

Table of Contents
Kanker pankreas adalah suatu kondisi ketika sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di pankreas, yaitu organ yang terletak di belakang perut bagian kanan atas. Pankreas berfungsi untuk mengeluarkan hormon dan enzim pada tubuh, salah satunya hormon insulin yang berkaitan erat dengan kadar gula darah.
Oleh karena itu, penting untuk mewaspadai masalah pankreas, seperti kanker pankreas. Simak informasinya lebih lanjut di artikel berikut.
Apa Itu Kanker Pankreas?
Kanker pankreas adalah gangguan kesehatan yang ditandai dengan adanya pertumbuhan sel ganas secara tidak terkendali pada jaringan pankreas. Jenis kanker ini dapat terjadi pada siapa saja. Namun, orang berusia 55 tahun ke atas lebih rentan mengalami penyakit ini.
Selain itu, kanker pankreas kerap disebut sebagai silent killer. Hal ini dikarenakan gejala kanker pankreas di tahap awal seringkali tidak disadari oleh penderitanya. Umumnya, gejala kanker pankreas baru muncul ketika sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain (metastasis).
Jenis Kanker Pankreas
Secara umum, terdapat dua jenis kanker pankreas, yakni:
-
Exocrine pancreatic cancer. Kanker jenis ini berkembang di sel-sel eksokrin pankreas, yang berfungsi menghasilkan enzim pemecah karbohidrat, lemak, protein, dan asam di usus halus. Sekitar 95% kasus kanker pankreas termasuk dalam jenis ini.
-
Neuroendocrine pancreatic cancer. Jenis ini umumnya berkembang di kelenjar endokrin pankreas yang berfungsi untuk melepaskan hormon insulin dan glukagon melalui aliran darah. Kanker ini jarang terjadi, karena hanya mencakup sekitar 5% dari seluruh kasus kanker pankreas.
Penyebab Kanker Pankreas
Secara umum, penyebab kanker pankreas adalah adanya mutasi gen yang terjadi pada sel-sel di dalam organ pankreas. Namun, penyebab mutasi gen belum diketahui secara pasti.
Di samping itu, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker pankreas pada seseorang, seperti:
-
Berusia 55 tahun ke atas.
-
Bergolongan darah A, B, atau AB.
-
Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi minuman alkohol berlebihan, dan lain sebagainya.
-
Mengalami pankreatitis kronis yang diturunkan akibat mutasi gen.
-
Memiliki riwayat keluarga kandung yang menderita penyakit kanker.
-
Menderita penyakit diabetes, radang pankreas (pankreatitis kronik), periodontitis, batu empedu, hepatitis B dan C, sirosis hati, serta infeksi bakteri Helicobacter pylori.
Gejala Kanker Pankreas
Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, kanker pankreas adalah jenis kanker yang biasanya tidak menunjukkan gejala awal. Karena itulah, kanker pankreas cenderung tidak disadari oleh penderitanya sedari dini.
Setelah berkembang dan semakin mengganas, kanker pankreas biasanya baru menimbulkan gejala. Adapun gejala kanker pankreas adalah sebagai berikut:
-
Penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab yang jelas.
-
Perut terasa kembung.
-
Mual dan muntah.
-
Hilangnya nafsu makan.
-
Sering mengalami diare.
-
Warna urine gelap.
-
Warna feses pucat.
-
Demam.
-
Menguningnya kulit serta bagian putih pada mata (sklera).
-
Mudah merasa lelah.
-
Sering terjadi penggumpalan darah, ditandai dengan bengkak, kemerahan, serta terasa hangat dan nyeri pada kaki.
Diagnosis Kanker Pankreas
Untuk mendiagnosis kanker pankreas, dokter biasanya memulai dengan wawancara medis (anamnesis) terkait gejala dan riwayat medis pasien serta keluarga. Dokter pun akan melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik secara keseluruhan.
Jika dokter mencurigai adanya tanda kanker pankreas, beberapa pemeriksaan penunjang berikut akan dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis:
-
Tes darah, untuk mendeteksi adanya penanda tumor CA 19-9.
-
Laparoskopi, untuk menilai tingkat keparahan kanker pankreas.
-
Tes genetik, untuk melihat adanya riwayat keluarga yang memungkinkan terjadinya kanker pankreas dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat.
Langkah Pengobatan Kanker Pankreas
Apakah kanker pankreas bisa disembuhkan? Ya, masih ada kemungkinan kanker pankreas bisa disembuhkan apabila dideteksi secara dini dan ditangani dengan tepat.
Pengobatan medis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kanker pankreas yang dialami oleh pasien. Beberapa langkah penanganan kanker pankreas yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Pembedahan
Pembedahan atau operasi pankreas akan dijadikan sebagai tindakan penanganan kanker pankreas apabila masih dalam stadium awal. Pembedahan dilakukan dengan mengangkat sebagian atau bahkan seluruh organ pankreas yang terdampak kanker.
Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan dalam operasi pankreas, yaitu:
-
Operasi Whipple. Prosedur ini biasanya direkomendasikan oleh dokter jika tumor terletak pada kepala pankreas. Pada prosedur ini, kepala pankreas, usus dua belas jari (duodenum), kantong empedu, dan sebagian saluran empedu dan kelenjar limfa akan diangkat.
-
Distal pancreatectomy. Prosedur ini umumnya dilakukan ketika tumor terdapat pada ekor pankreas. Pada prosedur ini, ekor pankreas, sebagian dari pankreas, dan limpa akan diangkat.
-
Total pancreatectomy. Prosedur ini dilakukan ketika kanker sudah menyebar ke seluruh pankreas. Apabila prosedur pengangkatan masih memungkinkan, dokter akan mengangkat pankreas, kantong empedu, limpa, serta sebagian lambung dan usus halus.
-
Robotic pancreas surgery (pancreatectomy). Operasi pankreas dengan teknik bedah robotik ini memanfaatkan sistem robotik yang dikendalikan dokter di meja console. Didukung kamera 3D yang mampu memperbesar objek hingga 10 kali dan instrumen robotik dengan tremor-filtration, bagian pankreas yang bermasalah dapat diangkat secara presisi, fleksibel, dan optimal.
2. Radioterapi
Tindakan radioterapi akan menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar X serta proton, untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya, radioterapi juga dilakukan setelah pembedahan karena dapat membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa.
3. Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pengobatan yang menggunakan obat-obatan khusus untuk menghambat pertumbuhan serta membunuh sel kanker.
Perlu diketahui bahwa prosedur robotic surgery kini telah hadir di Siloam Hospitals. Teknologi bedah robotik generasi terbaru Da Vinci Xi digunakan dalam berbagai jenis operasi, termasuk tindakan untuk kanker pankreas dan prosedur bedah lainnya. Dilengkapi kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, visualisasi area operasi menjadi lebih detail dan akurat.
Teknologi bedah robotik memungkinkan tindakan bedah minimal invasif dengan hasil yang lebih presisi. Didukung dokter yang terlatih dan berpengalaman, pasien akan mendapatkan manfaat berupa waktu pemulihan yang lebih cepat, bekas luka yang lebih kecil, dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama proses perawatan.
Perlu diketahui, tanda dan gejala yang disebutkan sebelumnya tidak secara khusus mewakili kanker pankreas saja. Gejala tersebut juga dapat muncul pada kondisi medis lainnya. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Digestif di Siloam Hospitals terdekat bila mengalami gejala yang mengarah pada kanker pankreas.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Kebon Jeruk sebagai rumah sakit pertama di Siloam Hospitals Group yang menyediakan teknologi bedah robotik dengan Da Vinci Xi.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.




