Kesehatan Tubuh
Alami Dehidrasi & Kram Perut? Waspada Pancreatic Neuroendocrine Tumor!

Table of Contents
Pancreatic neuroendocrine tumor atau tumor sel islet adalah tumor yang bermula di sel-sel endokrin pankreas. Kondisi tumor yang jarang ditemukan ini dapat memengaruhi kerja sistem pencernaan dan regulasi kadar gula darah. Lantas, bagaimana cara mengobatinya? Mari antisipasi kondisi ini dengan memperhatikan gejalanya yang dijelaskan pada pembahasan di bawah ini.
Apa itu Pancreatic Neuroendocrine Tumor?
Pancreatic neuroendocrine tumor atau tumor neuroendokrin pankreas adalah tumor neuroendokrin yang awalnya tumbuh di sel-sel endokrin pankreas. Pankreas sendiri merupakan kelenjar menyerupai buah pir pipih yang berada di belakang lambung dan usus kecil. Sementara itu, sel-sel endokrin dalam pankreas menghasilkan hormon yang mengatur pencernaan dan kadar gula darah.
Pancreatic NET bisa bersifat kanker (ganas) atau jinak. Tenaga medis mengelompokkan kondisi ini menjadi dua jenis, yaitu tumor yang berfungsi (functioning) atau tidak berfungsi (nonfunctioning). Berikut penjabarannya:
-
Functioning pancreatic NET: Tumor yang dapat memengaruhi dan melepaskan hormon secara berlebihan, yaitu bahan kimia yang membawa pesan ke seluruh tubuh dan menginformasikan apa serta kapan harus melakukan tugasnya. Beberapa contohnya adalah:
-
Gastrinoma: Tumor yang memengaruhi sel penghasil gastrin, yaitu sel yang memicu lambung untuk memproduksi asam lambung. Jika produksi asam lambung berlebihan, kondisi ini dapat menyebabkan refluks asam lambung, ulkus atau luka lambung, dan masalah kesehatan lainnya. Sebagian besar gastrinoma bersifat ganas (kanker).
-
Insulinoma: Tumor yang sebagian besar bersifat nonkanker dan memengaruhi sel-sel penghasil insulin, yaitu hormon yang menjaga kadar gula darah.
-
Glukagonoma: Tumor yang biasanya bersifat kanker dan dapat memengaruhi sel-sel penghasil glukagon, yaitu hormon untuk mengatur kadar glukosa (gula) darah.
-
Vasoactive intestinal peptide tumors (VIPoma): Tumor yang memengaruhi vasoactive intestinal peptide, yaitu hormon yang berfungsi untuk mengendurkan otot-otot di perut dan usus serta menjaga keseimbangan gula, garam, dan air dalam saluran pencernaan.
-
Somatostatinoma: Tumor kanker yang memengaruhi sel-sel penghasil somatostatin. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes dan/atau batu empedu.
-
Nonfunctioning pancreatic NET: Tumor yang tidak melepaskan hormon, namun bisa menyebabkan masalah apabila tumbuh cukup besar dan menekan organ di dekatnya.
Pembagian tingkatan stadium pancreatic NET didasarkan pada tahapan perkembangannya. Berikut keempat stadium pancreatic NET:
-
Stadium I: Tumor berukuran kurang dari 2 cm dan belum menyebar ke luar pankreas.
-
Stadium II: Tumor berukuran lebih dari 4 cm dan/atau telah menyebar ke duodenum atau ke saluran empedu.
-
Stadium III: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening, organ, atau pembuluh darah besar di dekatnya.
-
Stadium IV: Tumor sudah berada di organ dan jaringan yang jauh dari pankreas, seperti hati atau tulang.
Penyebab Pancreatic Neuroendocrine Tumor
Masih belum ditemukan penyebab pancreatic NET secara pasti hingga saat ini. Namun, sekitar 10% dari kasus ini berkaitan dengan kondisi bawaan atau sindrom. Penderitanya bisa mengalami komplikasi. Salah satu komplikasi yang signifikan adalah penyebaran tumor ke paru-paru, hati, dan tulang.
Gejala Pancreatic Neuroendocrine Tumor
Pancreatic neuroendocrine tumor bersifat asimtomatik atau bisa menunjukkan gejala. Adapun gejala yang muncul dibedakan sesuai kondisinya. Berikut adalah beberapa gejala functioning pancreatic NET berdasarkan jenisnya:
-
Gastrinoma
-
Nyeri di perut yang datang dan pergi serta dapat menjalar ke punggung.
-
Refluks gastroesofagus.
-
Ulkus atau luka di lambung yang kerap kali kambuh.
-
Diare.
-
Insulinoma
-
Detak jantung yang cepat.
-
Kadar gula rendah yang dapat menyebabkan:
-
Penglihatan kabur.
-
Sakit kepala.
-
Mudah lelah dan lemah.
-
Mudah tersinggung.
-
Sering merasa lapar.
-
Gemetar dan gugup.
-
Bingung.
-
Glukagonoma
-
Ruam kulit pada wajah, perut, atau kaki.
-
Pembekuan darah di paru-paru yang bisa menimbulkan:
-
Batuk.
-
Nyeri dada.
-
Sesak napas.
-
Penggumpalan darah di lengan atau tungkai yang menyebabkan:
-
Bengkak.
-
Kemerahan.
-
Rasa hangat.
-
Gula darah tinggi yang dapat diikuti dengan:
-
Sakit kepala.
-
Kulit dan mulut kering.
-
Kerap merasa lapar, haus, dan lemah.
-
Sering buang air kecil.
-
VIPoma
-
BAB cair.
-
Kram atau nyeri perut.
-
Dehidrasi.
-
Kadar kalium rendah dalam darah yang dapat menyebabkan:
-
Otot lemah nyeri, atau kram.
-
Mati rasa dan kesemutan.
-
Detak jantung cepat.
-
Merasa bingung atau haus.
-
Sering buang air kecil.
-
Berat badan turun tanpa alasan yang diketahui.
-
Somatostatinoma
-
Gula darah tinggi yang dapat menyebabkan:
-
Sakit kepala.
-
Kulit dan mulut kering.
-
Mudah merasa lapar, haus, dan lelah.
-
Kulit dan bagian putih mata menguning.
-
Berat badan turun tanpa alasan.
-
Batu empedu.
-
Diare.
-
Feses berbau sangat busuk dan mengambang (steatorrhea).
Nonfunctioning pancreatic NET juga bisa menunjukkan gejala. Namun, tumor yang tumbuh membesar atau menyebar ke bagian tubuh lain umumnya disertai dengan gejala-gejala berikut:
-
Gangguan pencernaan.
-
Diare.
-
Nyeri di perut atau punggung.
-
Benjolan di perut.
-
Kulit dan bagian putih mata menguning.
Diagnosis Pancreatic Neuroendocrine Tumor
Pemeriksaan pancreatic neuroendocrine tumor dimulai dengan anamnesis (wawancara medis). Dokter akan menanyakan riwayat pasien dan keluarga serta sejumlah pertanyaan tentang gejala yang dialami. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan mengevaluasi gejala yang dialami oleh pasien.
Kemudian, guna menegakkan diagnosis pancreatic neuroendocrine tumor, dokter dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:
-
Tes darah, termasuk tes spesifik untuk mengukur kadar hormon.
-
MRI.
-
ERCP.
-
Laparotomi.
-
Pemindaian tulang.
Pengobatan Pancreatic Neuroendocrine Tumor
Penanganan pancreatic NET umumnya dilakukan dengan pengangkatan tumor. Pembedahan secara spesifik biasanya tergantung pada lokasi tumor di pankreas. Berikut adalah beberapa rekomendasi pengobatan pancreatic NET:
-
Pengangkatan tumor melalui prosedur pembedahan, di antaranya adalah enukleasi, gastrektomi total, pankreatomi distal, pankreatomi sentral, dan hepatektomi (reseksi hati), tergantung pada posisi dan penyebaran tumor.
-
Oklusi arteri hepatik atau kemoembolisasi. Oklusi arteri hepatik menggunakan obat-obatan, partikel kecil, atau agen lain dapat dilakukan untuk memblokir atau mengurangi aliran darah ke hati melalui arteri hepatik (pembuluh darah utama yang membawa darah ke hati).
Pancreatic neuroendocrine tumor dapat menunjukkan gejala atau tidak. Namun, tidak berarti gejala-gejala yang disebutkan mengindikasikan pancreatic NET. Meskipun begitu, gejala seperti sakit maag yang sering kali kambuh dan benjolan di perut perlu menjadi perhatian. Apabila mengalami gejala tersebut, segera konsultasikan kondisi Anda dengan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap pasien akan menjalani prosedur diagnosis dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi medisnya. Selain itu, dokter akan merekomendasikan serangkaian tes dan menyesuaikan pengobatan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga tahapan pelaksanaannya mungkin berbeda di satu lokasi dan lainnya.
Agar lebih praktis, gunakan aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk melihat informasi jadwal praktik, membuat janji temu dengan dokter pilihan, memesan paket kesehatan, hingga konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari unduh MySiloam sekarang untuk memudahkan akses layanan kesehatan Anda dan keluarga.
Sumber
National Cancer Institute. Pancreatic Neuroendocrine Tumors (Islet Cell Tumors) Treatment (PDQ®)–Patient Version. Diakses pada 2024 | American Cancer Society. What Is a Pancreatic Neuroendocrine Tumor?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Pancreatic Neuroendocrine Tumors. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Skrining Sistem Pencernaan Basic
Skrining Lite
6 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
TERPOPULER
CT Whole ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut
CT Scan
Rp2.495.000
TERPOPULER
CT Lower ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut Bawah
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
CT Scan Perut Atas/Upper Abdomen (Non Kontras)
CT Scan
Rp2.079.000



