Kesehatan Tubuh
Gastrinoma - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Table of Contents
Gastrinoma adalah tumor yang tumbuh di organ pankreas atau duodenum (usus dua belas jari). Jenis tumor ini dapat bersifat jinak ataupun ganas, namun sebagian besar bersifat ganas sehingga perlu diwaspadai. Tumor bisa tumbuh dalam jumlah tunggal atau berkelompok. Simak lebih lanjut penjelasan mengenai apa itu gastrinoma melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Gastrinoma?
Seperti yang dijelaskan, gastrinoma adalah tumor langka yang terbentuk di organ pankreas atau duodenum (usus dua belas jari), yaitu bagian pertama dari usus halus. Jenis tumor ini bermula di dalam sel yang memproduksi gastrin, yakni hormon yang bertanggung jawab dalam produksi asam lambung.
Saat menderita gastrinoma, tubuh akan mengeluarkan gastrin dalam jumlah besar sehingga menghasilkan kadar asam lambung yang lebih tinggi. Tingginya kadar asam lambung dapat menyebabkan berkembangnya tukak pada lambung dan usus halus.
Gastrinoma dapat bersifat jinak (tidak berpotensi menyebar ke jaringan di sekitarnya) atau bersifat ganas (berpotensi tinggi untuk menyebar ke jaringan di sekitarnya, seperti ke organ hati). Namun, kasus gastrinoma ganas ditemukan lebih sering terjadi. Tumor ganas tersebut berisiko menyebar hingga ke jaringan atau organ tubuh yang letaknya jauh dari tempat bermulanya perkembangan sel tumor melalui kelenjar getah bening.
Penyebab Gastrinoma
Gastrinoma terjadi akibat adanya pembelahan sel yang tidak terkendali, lalu menghasilkan hormon gastrin dalam jumlah tinggi yang mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung secara berlebihan yang dapat merusak pertahanan lapisan lambung, menyebabkan ulserasi, kemudian menonaktifkan enzim pencernaan pankreas yang mengakibatkan terjadinya malabsorpsi lemak dan diare.
Penyakit tukak lambung yang parah dan diare ini merupakan kombinasi yang disebut sindrom Zollinger-Ellison (ZES). Namun, belum diketahui secara pasti mengapa hal tersebut bisa terjadi, meski ada kemungkinan bahwa kondisi ini berkaitan dengan faktor genetik.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, sekitar 25–30% kasus gastrinoma dikaitkan dengan kelainan genetik yang diturunkan, disebut juga dengan multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1). Kelainan genetik ini ditandai dengan berkembangnya tumor di kelenjar penghasil hormon.
Gejala Gastrinoma
Mengingat bahwa gastrinoma menyebabkan peningkatan produksi asam lambung, maka gejalanya sering dianggap sebagai gejala dispepsia atau sering dikira sebagai tukak lambung. Namun orang yang menderita maag tidak berarti memiliki tumor. Secara umum, beberapa gejala gastrinoma adalah sebagai berikut:
-
Nyeri pada perut.
-
Diare kronik.
-
Heartburn.
-
Mual dan muntah.
-
Perdarahan pada saluran cerna.
-
Penurunan berat badan.
-
Hilangnya nafsu makan.
Diagnosis Gastrinoma
Pertama-tama, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala serta riwayat kesehatan pasien serta keluarganya. Kemudian, guna mengonfirmasi diagnosis gastrinoma, dokter dapat menggunakan tes laboratorium, tes pencitraan, dan biopsi jaringan. Berikut masing-masing penjelasannya.
-
Tes laboratorium. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kadar gastrin puasa. Bila pasien memiliki kadar gastrin yang tinggi, maka ia terindikasi mengidap gastrinoma. Prosedur ini bisa dikombinasikan dengan tes stimulasi sekretin.
-
Tes pencitraan. Dikarenakan gastrinoma cenderung berukuran sangat kecil, maka diperlukan berbagai kombinasi tes pencitraan, seperti endoskopi, CT scan dan MRI, untuk menemukan lokasi tumor serta melihat ada atau tidaknya metastasis atau persebaran sel-sel kanker ke jaringan atau organ lain.
-
Biopsi jaringan. Dokter akan mengambil sampel jaringan tumor untuk diperiksa di laboratorium.
Pengobatan Gastrinoma
Tujuan utama penatalaksanaan medis gastrinoma adalah untuk mengatasi gejala dan mencegah komplikasi penyakit. Pengobatan gastrinoma akan disesuaikan dengan lokasi dan penyebaran tumor. Secara umum, penanganan utama untuk gastrinoma adalah pembedahan. Prosedur tersebut bertujuan untuk mengangkat tumor dari organ tubuh dan menyembuhkan penyakit. Adapun beberapa pilihan metode pembedahan untuk pengobatan gastrinoma adalah:
-
Pengangkatan seluruh tumor.
-
Pengangkatan bagian atas atau bagian bawah pankreas.
-
Reseksi usus halus (pengangkatan sebagian usus halus dan tumor).
-
Pengangkatan tumor yang sudah menyebar ke organ lain.
Prosedur pembedahan tersebut tentunya dapat menimbulkan sejumlah efek samping atau komplikasi, seperti infeksi, nyeri, dan kehilangan darah. Namun, sebelum prosedur dilakukan, dokter tentu akan mempertimbangkan risiko operasi dan mendiskusikannya dengan pasien dan keluarga.
Pada beberapa kasus, kanker mungkin sudah bersifat terminal atau tidak memungkinkan untuk disembuhkan, bahkan kondisi pasien bisa saja tidak memungkinkan untuk menjalani operasi. Dalam kondisi ini, maka beberapa pengobatan alternatif yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
-
Radiofrekuensi ablasi.
-
Transarterial chemoembolization (menyuntikkan partikel emboli yang dilapisi obat kemoterapi secara langsung ke pembuluh darah arteri yang menyuplai tumor).
-
Radioterapi internal selektif (terapi yang secara spesifik menargetkan sel-sel kanker dengan menempatkan bahan radiasi langsung dalam tubuh, tepat di tumor atau di sekitar tumor).
Di samping itu, beberapa jenis perawatan lain untuk gastrinoma adalah sebagai berikut:
-
Kemoterapi (bertujuan membunuh sel-sel kanker yang tidak dapat diangkat melalui operasi menggunakan obat-obatan).
-
Proton-pump inhibitors (obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung).
Komplikasi Gastrinoma
Gastrinoma yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat semakin memburuk dan menyebabkan masalah lain, seperti mengembangkan tukak di lambung atau usus halus serta perforasi di usus halus, yaitu kondisi ketika sebuah lubang terbentuk di dinding saluran pencernaan.
Di samping itu, gastrinoma juga dapat menyebabkan fungsi pankreas menurun pada beberapa orang. Bila hal ini terjadi, maka produksi hormon dan enzim bisa terganggu. Akibatnya, penderita dapat mengalami kesulitan dalam mencerna makanan.
Gastrinoma, baik yang bersifat jinak maupun ganas, perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin agar tidak semakin memburuk dan menyebar ke organ lain. Untuk itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini, misalnya gejala maag yang tak kunjung membaik, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bila terdiagnosis kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi untuk mendapatkan perawatan kanker yang komprehensif. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain beserta tim dokter yang berpengalaman.




