Kenali Tujuan Terapi Hormonal untuk Kanker dan Risikonya
Kesehatan Tubuh

Kenali Tujuan Terapi Hormonal untuk Kanker dan Risikonya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
terapi hormonal

 

Terapi hormonal dapat dilakukan untuk kanker membantu memperlambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Cara kerja terapi hormon adalah dengan memutus akses sel kanker ke hormon-hormon tertentu yang memicu pertumbuhannya. Lantas, jenis kanker apa saja yang dapat ditangani dengan terapi hormonal? Mari simak selengkapnya melalui pembahasan di bawah ini.

 

Apa itu Terapi Hormonal?

 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, terapi hormonal bekerja dengan cara mengeliminasi akses sel kanker ke hormon yang dapat mendorong pertumbuhan dan penyebarannya. Terapi hormonal biasanya disebut juga sebagai endocrine therapy. Dokter dapat mengombinasikan terapi hormonal dengan metode pengobatan kanker lainnya, seperti kemoterapi, operasi, dan radioterapi

 

Sebagai catatan, hormon adalah zat kimia yang membantu koordinasi dari berbagai fungsi dalam tubuh. Hormon dialirkan oleh kelenjar ke dalam darah sehingga dapat mengirimkan pesan ke organ-organ tubuh. Namun, hormon juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu kanker. Pasalnya, beberapa sel kanker membutuhkan hormon untuk tumbuh, berkembang, dan menyebar.

 

Terapi hormonal umumnya dilakukan dengan cara menghentikan produksi hormon secara spesifik yang memicu pertumbuhan sel kanker. Selain itu, terapi ini juga bisa mengganti hormon yang diproduksi tubuh dengan hormon bioidentik (buatan laboratorium). 

 

Sel kanker tidak bisa menggunakan hormon bioidentik untuk tumbuh sehingga perkembangbiakan kanker pun bisa dicegah. Adapun beberapa cara pemberian terapi hormonal adalah melalui obat yang diminum (oral), obat suntikan, atau kombinasi keduanya.

 

Tujuan Terapi Hormonal

 

Terapi hormonal pada kanker melibatkan penggunaan obat-obatan yang dapat menghambat aktivitas biologis atau mengurangi kadar hormon untuk mencegah atau mengurangi pertumbuhan kanker. Terapi hormon bisa menghambat atau menghentikan hormon yang menyebabkan sel kanker bertumbuh dan membelah. 

 

Prosedur terapi hormonal dilakukan dengan dua tujuan utama, yaitu untuk mengobati kanker dan meringankan gejala kanker. Terapi hormonal dapat menghambat atau menghentikan pertumbuhan sel kanker hingga mengurangi risiko kanker muncul kembali. Pada penderita kanker yang tidak bisa menjalani operasi atau radioterapi, dokter dapat memilih terapi hormonal untuk meringankan atau mencegah gejalanya.

 

Jenis Kanker yang Ditangani dengan Terapi Hormonal

 

Beberapa jenis kanker dapat ditangani dengan terapi hormonal, seperti kanker prostat, kanker payudara, kanker ovarium, dan kanker rahim. Berikut adalah penjelasannya:

 

Terapi hormonal pada kanker prostat bekerja dengan mengurangi atau memblokir efek androgen atau hormon pria, seperti testosteron. Beberapa contoh obatnya adalah abiraterone acetate dan antiandrogen. Pengobatan untuk kanker prostat juga dapat dilakukan dengan kombinasi terapi hormon dan radioterapi.

 

Pengobatan ini bertujuan menurunkan kadar hormon estrogen atau menghalangi estrogen agar tidak menempel pada sel kanker. Obat-obatan, seperti aromatase inhibitor, modulator reseptor estrogen selektif (SERM/selective estrogen receptor modulators), atau regulator reseptor estrogen (ERD), sering digunakan untuk mengecilkan tumor atau mengobati kanker yang telah menyebar sebelum pembedahan. Namun, umumnya, terapi ini diberikan setelah operasi pengangkatan tumor kanker selesai dilakukan.

 

Terapi ini bekerja dengan memblokir produksi estrogen, menurunkan kadar estrogen, atau mencegah estrogen mencapai sel kanker sehingga dapat mencegah pertumbuhan kanker. Terapi ini dapat digunakan untuk mengatasi kanker ovarium stadium lanjut atau berulang, serta kanker ovarium yang tumbuh lambat. Terapi hormonal ini umumnya mencakup penggunaan agonis luteinizing hormone-releasing hormone (LHRH), tamoxifen, dan aromatase inhibitor.

 

Terapi hormonal yang umumnya digunakan untuk kanker rahim adalah progestin yang diberikan setelah pembedahan untuk mengangkat tumor kanker rahim stadium lanjut atau yang kambuh. Selain itu, terapi hormonal ini bisa juga digunakan sebagai perawatan paliatif untuk meringankan rasa sakit akibat kanker rahim. Beberapa jenis obat yang diberikan adalah agonis LHRH, tamoxifen, dan aromatase inhibitor.

 

Risiko Efek Samping Terapi Hormonal

 

Serupa dengan metode pengobatan kanker pada umumnya, terapi hormonal memiliki sejumlah risiko efek samping. Namun, efek samping ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Reaksi tubuh terhadap terapi hormonal bergantung pada faktor-faktor seperti kondisi kesehatan pasien dan jenis terapi hormonal yang diterima.

 

Efek samping biasanya berlangsung selama menjalani terapi hormon, namun akan membaik setelah terapi diberhentikan. Namun, bagi sebagian pria, efek sampingnya mungkin tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Adapun efek samping dari terapi hormonal dibedakan berdasarkan kondisi kanker yang ditangani, yaitu:

 

  • Efek samping terapi hormonal untuk kanker prostat:

  • Efek samping terapi hormonal untuk kanker payudara:

  • Nyeri atau kaku sendi.

  • Mual dan muntah.

  • Kelelahan.

  • Kenaikan berat badan.

  • Penurunan libido.

  • Perubahan suasana hati.

  • Hot flashes, yaitu sensasi panas di tubuh yang tiba-tiba muncul pada tubuh bagian atas.

  • Payudara terasa lunak atau bengkak.

  • Perubahan siklus menstruasi meskipun belum memasuki usia menopause.

  • Efek samping terapi hormonal untuk kanker ovarium:

  • Vagina kering.

  • Hot flashes.

  • Nyeri sendi dan otot.

  • Osteoporosis.

  • Efek samping terapi hormonal untuk kanker rahim:

  • Kenaikan berat badan.

  • Hot flashes.

  • Keringat berlebih saat malam hari.

 

Penting untuk diketahui bahwa prosedur terapi hormonal akan direkomendasikan oleh dokter ketika diagnosis telah ditegakkan. Dokter pun akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap pasien untuk memastikan bahwa pasien telah memenuhi syarat dalam menjalani prosedur ini.

 

Oleh karena itu, apabila ingin memperoleh informasi lebih lanjut terkait terapi hormonal untuk kanker, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di Siloam Hospitals Agora atau di Siloam Hospitals terdekat dari kota Anda. Gunakan aplikasi MySiloam untuk menjadwalkan konsultasi dengan dokter.

 

Namun perlu diketahui pula, bahwa tidak semua fasilitas kesehatan mungkin menyediakan prosedur tersebut. Karenanya, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

Sumber

Cleveland Clinic. Hormone Therapy for Cancer. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Hormone Therapy to Treat Cancer. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Hormone Therapy for Prostate Cancer. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Ovarian Cancer. Diakses pada 2024 |

message

ArticleDetail