Insulinoma - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Insulinoma - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

30 Mei 2025 3 menit waktu baca
insulinoma adalah

Insulinoma adalah istilah yang digunakan untuk menyebutkan tumor langka yang tumbuh di pankreas. Pada kondisi ini, tubuh memproduksi insulin secara berlebihan sehingga dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala kadar gula darah rendah, seperti pusing dan pandangan buram. Simak informasi selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Insulinoma?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, insulinoma adalah tumor langka yang tumbuh di organ pankreas. Pada kondisi normal, pankreas akan memproduksi insulin ketika tubuh membutuhkannya. Produksi insulin akan meningkat ketika kadar gula darah tinggi dan menurun saat kadar gula darah rendah. Alhasil, kadar gula darah pun terkendali.

 

Namun, akibat pertumbuhan tumor di pankreas (insulinoma), produksi insulin akan menjadi terlalu banyak sehingga membuat kadar gula darah menurun drastis (hipoglikemia). Inilah yang membuat penderita insulinoma mengalami gejala kadar gula darah rendah (hipoglikemi), seperti pusing, pandangan buram, hingga penurunan kesadaran.

 

Lantas, apa bedanya insulinoma dan kanker pankreas? Kanker pankreas adalah ketika adanya sel abnormal yang tumbuh dan berkembang pada jaringan pankreas. Sementara itu, insulinoma adalah tumor yang berasal dari sel endokrin dalam pankreas.

 

Sekitar 90% insulinoma adalah tumor jinak yang artinya tidak menyebar ke luar pankreas (metastasis). Sekitar 4 dari 1 juta orang menderita insulinoma. Kebanyakan orang berusia 40 hingga 50 tahun saat mereka terdiagnosis.

 

Penyebab Insulinoma

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab insulinoma. Namun, terdapat dugaan dari para ahli bahwa risiko terjadinya insulinoma dapat meningkat karena beberapa faktor. Adapun faktor-faktor tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut:

 

  • Neurofibromatosis tipe 1: Kelainan genetik yang membuat pertumbuhan sel terganggu sehingga memicu munculnya tumor di jaringan saraf dan kulit.

  • Multiple endocrine neoplasia tipe 1 (sindrom Werner): Yaitu tumor di kelenjar endokrin, pituitari, paratiroid, enteropankreas (lambung, usus kecil, dan pankreas). Hal ini dapat disebabkan oleh mutasi pada gen MEN1.

  • Tuberous sclerosis: Timbulnya tumor di berbagai bagian tubuh, seperti mata, otak, paru-paru, jantung, ginjal, dan kulit.

  • Sindrom Von Hippel-Lindau: Kelainan genetik yang menyebabkan beberapa tumor dan kista di sejumlah organ, seperti pankreas, ginjal, kelenjar adrenal, dan saluran kemih.

 

Gejala Insulinoma

 

Pada sebagian besar kasus, insulinoma adalah jenis tumor jinak. Namun, tak menutup kemungkinan bisa berkembang menjadi tumor ganas dan menyebar ke organ lain meski sangat jarang terjadi. Penderita insulinoma tidak selalu menampakkan gejala. Gejala yang muncul pun bisa bervariasi. Kendati demikian, beberapa gejala umum insulinoma adalah:

 

  • Kadar gula darah rendah (hipoglikemia).

  • Lemas atau lelah.

  • Kebingungan.

  • Berkeringat.

  • Detak jantung yang cepat (palpitasi).

  • Tremor.

  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba.

  • Perubahan suasana hati.

  • Pandangan buram.

  • Kejang. 

  • Penurunan kesadaran.

  • Koma.

 

Diagnosis Insulinoma

 

Insulinoma mungkin sulit untuk didiagnosis. Rata-rata waktu antara timbulnya gejala dan penegakkan diagnosis adalah sekitar 3 tahun. Untuk mendiagnosis insulinoma, dokter akan melakukan anamnesis (tanya jawab medis) mengenai gejala yang dialami pasien serta riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. 

 

Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang. Adapun sejumlah pemeriksaan penunjang yang diperlukan dalam diagnosis insulinoma, di antaranya:

 

  • Tes darah, untuk mengukur kadar gula darah dan insulin.

  • Tes pencitraan dengan CT scan dan MRI, untuk memastikan lokasi dan ukuran tumor.

  • Biopsi menggunakan endoskopi, untuk mengambil sampel tumor.

 

Cara Mengatasi Insulinoma

 

Pengobatan utama untuk insulinoma adalah prosedur operasi guna mengangkat tumor. Adapun operasi yang akan dilakukan disesuaikan dengan jenis, ukuran, serta lokasi tumor. Beberapa penanganan yang digunakan untuk mengobati insulinoma adalah sebagai berikut:

 

  • Laparoskopi, operasi yang dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut untuk mengangkat insulinoma.

  • Pankreatektomi parsial, operasi yang melibatkan pengangkatan sebagian pankreas.

  • Ablasi radiofrekuensi, prosedur menggunakan gelombang radio untuk menghancurkan sel-sel kanker.

  • Kemoterapi, pemberian obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

 

Apabila tidak segera diobati, kondisi ini dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, di antaranya hipoglikemia berat, penyebaran (metastasis) tumor, kejang, peradangan di pankreas, penurunan kesadaran, hingga koma.

 

Di samping beberapa kondisi tersebut, komplikasi juga bisa terjadi setelah operasi pengangkatan tumor, di antaranya:

 

  • Perdarahan.

  • Infeksi.

  • Diabetes.

  • Kekurangan enzim pencernaan.

 

Hingga kini, belum diketahui cara untuk mencegah insulinoma. Namun, Anda dapat melakukan upaya pencegahan dengan mengonsumsi makanan sehat, membatasi konsumsi daging merah, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, dan lain-lain.

 

Selain itu, bila Anda merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada insulinoma, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

message

ArticleDetail