Kesehatan Tubuh
Ini Dia Komplikasi Kusta Jika Tidak Ditangani dengan Baik

Table of Contents
Kusta atau lepra adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyerang jaringan kulit, saraf tepi, hingga saluran pernapasan. Jika tidak segera ditangani, penderita berisiko mengalami beberapa komplikasi kusta yang bisa berakibat fatal, seperti salah satunya adalah gagal ginjal.
Mari ketahui lebih lanjut tentang macam-macam komplikasi kusta dalam artikel di bawah ini.
Macam-Macam Komplikasi Kusta
Sebenarnya, kusta adalah penyakit yang dapat disembuhkan apabila penderita menjalani pengobatan dengan konsisten sampai tuntas. Sayangnya, jika terlambat diobati, kusta dapat menimbulkan sejumlah komplikasi yang berbahaya. Beberapa komplikasi kusta adalah sebagai berikut.
1. Gangguan Saraf Tepi
Komplikasi kusta yang paling parah adalah kerusakan pada saraf tepi. Hal ini terjadi karena bakteri menyerang saraf bagian tepi, terutama pada tangan, kaki, dan wajah, serta mengakibatkan peradangan pada saraf perifer (neuritis). Kondisi ini dapat membuat penderita tidak dapat merasakan suhu dan nyeri.
Oleh karena itu, penderita bisa saja tanpa disadari melukai dirinya sendiri dengan benda tajam. Kerusakan saraf ini juga dapat berdampak pada kulit di sekitar area saraf yang terdampak, misalnya timbul kulit kering, borok, serta kerontokan rambut di sekitarnya.
2. Kerusakan Mata
Kusta dapat menyerang saraf di area wajah, tak terkecuali saraf mata. Komplikasi kusta yang satu ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan menutup mata. Kondisi ini secara medis disebut juga dengan lagoftalmus.
Kusta juga dapat mengakibatkan peradangan pada iris mata dan kornea mata (karena berkurangnya jumlah produksi air mata). Kurangnya sensitivitas mata juga dapat menyebabkan katarak, glaukoma, dan keratitis yang berpotensi memicu kebutaan.
3. Kerusakan Hidung dan Wajah
Kerusakan saraf dapat menyebabkan lapisan mukosa pada hidung mengering dan mati rasa. Kondisi ini dapat menyebabkan hidung tersumbat dan mimisan kronis. Hidung juga bisa mengalami infeksi sekunder, sehingga terjadi pengikisan pada tulang rawan. Akibatnya, bentuk hidung menjadi tidak normal (deformitas hidung).
Sementara itu, kerusakan pada wajah juga bisa terjadi, seperti timbulnya benjolan dan pembengkakan permanen pada wajah.
4. Kelumpuhan Tangan dan Kaki
Kerusakan saraf akibat komplikasi kusta yang terjadi secara terus-menerus akhirnya dapat menjadi suatu kerusakan yang bersifat permanen dan menyebabkan kelumpuhan pada otot tangan dan kaki. Tidak hanya itu, jari-jari tangan atau kaki juga bisa menjadi bengkok, sulit diluruskan, serta kesulitan mengangkat kaki bagian depan.
Di samping itu, komplikasi kusta ini juga dapat menimbulkan infeksi sekunder, sehingga terjadi penyerapan dan pengikisan pada tulang serta jaringan sekitar. Pada akhirnya, jari-jari tangan dan kaki pun akan mengalami deformitas (perubahan bentuk) secara perlahan.
5. Gagal Ginjal
Apabila infeksi kusta sudah masuk dan menyebar ke aliran darah, maka risiko terjadinya kerusakan ginjal pun akan semakin tinggi. Kerusakan tersebut terjadi karena adanya peradangan pada bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring dan membuang cairan berlebih. Jika hal ini terus berlangsung dalam jangka waktu yang lama, maka komplikasi kusta ini dapat berkembang menjadi gagal ginjal.
6. Gangguan Kesuburan
Komplikasi kusta, khususnya pada pria juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan atau infertilitas dan impotensi. Hal ini terjadi karena infeksi bakteri dapat menurunkan kadar hormon testosteron dan mengganggu produksi sperma.
Komplikasi-komplikasi tersebut dapat mengancam keberlangsungan hidup pasien. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih mengenali gejala awal kusta agar bisa segera mendapat pengobatan yang tepat sebelum terlambat.
Sejumlah gejala awal kusta antara lain kulit kering, kelemahan otot, penurunan berat badan, munculnya rasa baal/kebas yang menyebabkan seseorang tidak menyadari adanya luka, bisul, atau ruam, hidung tersumbat dan mimisan, serta pembesaran saraf tepi yang biasanya terjadi di sekitar siku dan lutut.
Jika mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter. Sementara itu, tetap terapkan pola hidup sehat untuk menjaga daya tahan tubuh tetap kuat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menerapkan perilaku hidup bersih, dan hindari bepergian ke daerah endemik kusta.
Anda pun dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis dan pengobatan kusta yang tepat dari dokter. Ingin membuat janji temu? Praktis, gunakan fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis melalui smartphone Anda.
Anda pun dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat, seperti melakukan konsultasi secara virtual dengan fitur Telekonsultasi. Segera unduh aplikasinya dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Armina Haramaini, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK
Dermatologi (Kulit)
Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







