Kolik Bilier, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Kolik Bilier, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

15 Agustus 2025 4 menit waktu baca
Kolik bilier adalah

Table of Contents

Biliary Colic atau kolik bilier adalah suatu kondisi di mana perut terasa nyeri pada bagian atas akibat penyumbatan oleh batu empedu.

 

Kondisi ini dapat terjadi kapan saja, namun seringkali timbul beberapa jam setelah makan dan akan bertambah nyeri seiring berjalannya waktu.

 

Lantas, apa penyebab kolik bilier dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasannya berikut ini sampai tuntas!

 

Apa itu Kolik Bilier?

 

Kolik bilier adalah nyeri perut bagian atas akibat adanya sumbatan oleh batu empedu di saluran atau kandung empedu.

 

Kantung empedu adalah organ di dalam tubuh yang berfungsi sebagai tempat menyimpan empedu. 

 

Empedu sendiri merupakan zat yang dihasilkan oleh hati dan berperan membantu pencernaan di usus halus yang terhubung ke perut untuk mencerna lemak dan menyerap vitamin larut lemak.

Batu empedu bisa terbentuk karena adanya ketidakseimbangan kimia di dalam kantung empedu dan menyebabkan kadar bilirubin dalam tubuh meningkat.

 

Kolik ini kerap terjadi beberapa jam setelah makan, terutama jika mengonsumsi makanan berlemak, hal ini dapat berpotensi menambah rasa nyeri.

 

Rasa nyeri tersebut bermula dari perut bagian atas, di tengah, ke arah kanan, tepat di bawah tulang rusuk dan cenderung meluas ke pinggul kanan lalu ke belakang menuju bahu dan skapula.

 

Nyeri akibat kolik bilier dapat hilang dan timbul, tetapi jika kondisi ini sudah tidak bisa membaik dengan bantuan obat pereda nyeri, terlebih jika disertai demam, mual, dan muntah, maka Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

 

Baca Juga: Tanda Usus Kotor dan Cara Membersihkannya

 

Penyebab Kolik Bilier

 

Kolik bilier adalah kondisi membengkaknya kantung empedu akibat penyumbatan saluran yang disebabkan oleh batu empedu.

 

Saat terjadi penyumbatan, kantung empedu mengalami kontraksi sehingga menimbulkan rasa nyeri. 

 

Tetapi, sumbatan ini umumnya bersifat sementara karena batu yang menyumbat kantung empedu akan terjatuh kembali dan membuka saluran empedu.

 

Dengan begitu, gejala nyeri juga akan hilang dengan sendirinya.

 

Gejala Kolik Bilier

 

Gejala kolik bilier adalah nyeri perut yang datang secara tiba-tiba dan intens, biasanya dapat berlangsung selama 1-5 jam.

 

Saat mengalami kolik bilier, rasa nyeri akan dirasakan pada bagian:

 

  • Perut atau bagian tengah perut
  • Di bawah tulang rusuk di sisi kanan
  • Bagian belikat

 

Beberapa gejala nyeri perut umumnya akan membaik setelah seseorang buang angin, atau pergi ke toilet.

 

Tetapi, berbeda dengan kondisi ini. Kolik bilier adalah gangguan yang dapat terjadi berulang kali setiap batu empedu menyumbat saluran empedu, dan akan hilang ketika batu tersebut tak lagi memblokir saluran empedu.

 

Kolik bilier adalah kondisi yang perlu diwaspadai, terlebih apabila pengidapnya mengalami gejala seperti berikut:

 

  • Nyeri perut yang sangat hebat
  • Demam menggigil
  • Mual dan muntah
  • Urine berwarna gelap
  • Kulit dan mata kekuningan

 

Komplikasi Kolik Bilier

 

Kolik bilier adalah gangguan yang disebabkan oleh batu empedu dan berisiko menimbulkan komplikasi apabila tidak segera membaik/ditangani, di antaranya seperti:

 

  • Penyumbatan dan peradangan pankreas
  • Penyumbatan dan infeksi saluran empedu
  • Peradangan pada kantung empedu

 

Tidak hanya itu, kondisi yang kerap disebabkan oleh batu empedu selain kolik bilier adalah kolesistitis akut, yaitu peradangan pada dinding kandung empedu.

 

Rasa nyeri yang ditimbulkan hampir mirip dengan kolik bilier, tetapi lebih persisten, dan mungkin disertai demam.

 

Risiko yang paling ditakuti dari kondisi ini adalah terjadinya pankreatitis akut yang disebabkan oleh menyebarnya infeksi sekunder dari sumbatan batu empedu.

 

Baca Juga: Radang Usus Buntu - Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati

 

Faktor Risiko Kolik Bilier

 

Batu empedu bisa muncul karena berbagai faktor. Namun, beberapa orang dengan kondisi berikut ini mungkin memiliki risiko lebih tinggi, di antaranya:

 

  • Wanita
  • Usia di atas 40 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga batu empedu
  • Mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis
  • Mengalami obesitas 
  • Memiliki gangguan pencernaan
  • Penderita diabetes atau resistensi insulin

 

Selain beberapa faktor di atas, seseorang yang memiliki pola makan tinggi kalori dan karbohidrat olahan serta rendah serat juga berisiko menimbulkan batu empedu.

 

Makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, seperti kue, daging berlemak, atau mentega dapat meningkatkan kolesterol, di mana kolesterol yang menumpuk bisa memicu batu empedu.

 

Untuk meminimalisir risiko tersebut, Anda dapat melakukan diet sehat dengan mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran segar, protein tanpa lemak, dan karbohidrat gandum.

 

Cara Mengatasi Kolik Bilier

 

Kolik bilier adalah kondisi yang membutuhkan perawatan apabila serangannya sudah datang berulang kali.

 

Perlu dilakukan prosedur pengangkatan kantong empedu, karena jika tidak dilakukan, kemungkinan batu empedu akan terjadi lagi dalam 5 tahun.

 

Perawatan paling umum yang dilakukan pada pengidap kolik bilier adalah operasi pengangkatan kantung empedu.

 

Kantung empedu bukan termasuk dalam organ tubuh dengan fungsi penting, sehingga tubuh tetap dapat berfungsi dengan normal meski tanpa adanya kantung empedu. 

 

Prosedur pembedahan kantung empedu dikenal dengan sebutan kolesistektomi. Prosedur ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu laparoskopi dan terbuka.

 

1. Kolesistektomi Laparoskopi

 

Dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut lalu memasukkan tabung tipis yang dilengkapi kamera untuk mengeluarkan kantung empedu.

 

2. Kolesistektomi Terbuka

 

Prosedur ini biasanya dilakukan ketika kantung empedu sudah sangat meradang. Dokter akan membuat sayatan sekitar 4-6 inci di perut untuk mengeluarkan kantung empedu.

 

Dari kedua jenis prosedur tersebut, operasi laparoskopi adalah prosedur yang paling banyak dilakukan karena pemulihannya lebih cepat dan biasanya pasien tidak perlu melakukan rawat inap.

 

Pada kasus kolik bilier, sebenarnya tidak semua penanganan harus melalui operasi. Bisa juga cukup dengan terapi atau pemberian obat tertentu.

 

Kolik bilier adalah istilah medis yang mungkin masih asing bagi Anda, namun sebenarnya kondisi ini tidak jarang di alami.

 

Rasa nyeri akibat kolik bilier biasanya akan hilang dengan sendirinya, namun apabila nyeri tidak kunjung mereda, lebih baik segera berkonsultasi ke dokter.

 

Anda dapat melakukan telekonsultasi atau konsultasi secara online dengan dokter spesialis Siloam Hospitals melalui aplikasi MySiloam.

 

Namun, apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut, silahkan untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di daerah Anda.

 

Hubungi call center kami di 1-500-911 untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fasilitas di Siloam Hospitals.


Baca Juga: Perut Kembung: Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

 

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 3

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail