Kriteria dan Syarat Transplantasi Ginjal yang Perlu Dipahami
Kesehatan Tubuh

Kriteria dan Syarat Transplantasi Ginjal yang Perlu Dipahami

19 Mei 2026 4 menit waktu baca
kriteria pasien transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal umumnya merupakan pilihan terbaik bagi pasien gagal ginjal tahap akhir. Dengan prosedur ini, fungsi ginjal yang rusak digantikan dengan ginjal sehat dari donor, sehingga pasien bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik. Terdapat beberapa kriteria pasien transplantasi ginjal sebelum dokter memutuskan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani prosedur ini. Apa saja itu? Mari simak lebih lanjut di bawah ini.

 

Kriteria Pasien Transplantasi Ginjal di Indonesia

 

Transplantasi ginjal adalah prosedur pembedahan yang bertujuan mengganti ginjal yang telah rusak dengan ginjal yang sehat dari donor. Dibandingkan dengan dialisis (cuci darah), prosedur ini dapat memberikan kualitas hidup lebih baik bagi pasien gagal ginjal, karena pasien tidak perlu menjalani cuci darah secara rutin dan dapat beraktivitas dengan lebih baik.

 

Sebuah penelitian dalam American Journal of Transplantation (2025) menunjukkan bahwa transplantasi ginjal dapat memberikan manfaat signifikan terhadap kelangsungan hidup pasien gagal ginjal tahap akhir. Manfaat ini konsisten di berbagai kelompok pasien, terutama pada mereka yang menerima ginjal dari donor hidup. 

 

Sebuah literatur dalam Journal of Clinical and Experimental Transplantation (2021) menyatakan bahwa indikasi utama transplantasi ginjal adalah gagal ginjal tahap akhir (end-stage renal disease/ESRD). ESRD biasanya didefinisikan sebagai kondisi ketika laju filtrasi glomerulus (glomerular filtration rate/GFR) turun di bawah 15 ml/menit/1,73 m², yang berarti ginjal sudah tidak mampu lagi menyaring limbah dan cairan secara efektif.

 

Sementara itu, berdasarkan Konsensus Transplantasi Ginjal Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) tahun 2013, kriteria pasien transplantasi ginjal di Indonesia adalah sebagai berikut:

 

Pasien yang dianjurkan menjalani transplantasi ginjal:

 

  • Semua pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium 5, selama tidak memiliki kontraindikasi medis tertentu.

 

Kontraindikasi yang membuat pasien tidak dianjurkan menjalani transplantasi ginjal:

 

  • Penyakit kardiovaskular yang berat dengan fungsi pompa jantung yang lemah (ejection fraction/EF kurang dari 35%).

  • Kanker aktif.

  • Diabetes melitus dengan beberapa kegagalan fungsi organ.

  • Tidak mematuhi aturan penggunaan obat-obatan dari dokter.

  • Infeksi berat atau sepsis yang belum terkontrol.

 

Pemeriksaan Transplantasi Ginjal

 

Sebelum memutuskan transplantasi ginjal, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan pasien aman dan layak menjalani transplantasi ginjal. Pemeriksaan ini meliputi:

 

1. Pemeriksaan awal

  1. Anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang untuk menilai kondisi pasien yang akan menjalani operasi. Dokter juga perlu memastikan ada atau tidaknya kontraindikasi transplantasi.

  2. Penilaian status nutrisi.

 

2. Pemeriksaan untuk mencegah penolakan organ (rejeksi akut)

  1. Kompatibilitas golongan darah ABO: Jika golongan darah penerima dan pendonor kompatibel, tindakan bisa dilanjutkan.

  2. Cross match (uji silang): Prosedur ini dilakukan dengan mencampurkan sedikit sampel darah resipien dengan darah donor di laboratorium. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah antibodi dalam darah pasien akan bereaksi terhadap antigen tertentu yang terdapat dalam darah donor.

  3. Pemeriksaan tissue typing: Pemeriksaan ini menguji jaringan yang disebut human leukocyte antigen (HLA). hal ini bertujuan untuk membandingkan genetik tertentu yang dapat meningkatkan kemungkinan ginjal hasil transplantasi bertahan lebih lama. Kecocokan HLA yang baik berarti risiko tubuh menolak organ donor lebih kecil.

 

3. Pemeriksaan laboratorium khusus transplantasi

  1. Virologi: Pemeriksaan untuk mendeteksi adanya virus tertentu, seperti hepatitis B virus, hepatitis C virus, cytomegalovirus, herpes simplex virus 1 dan 2, serta human immunodeficiency virus (HIV).

  2. Infeksi: Pemeriksaan untuk mendeteksi ada atau tidaknya infeksi menular menggunakan tes darah VDRL (venereal disease research laboratory) atau TPHA (treponema pallidum hemagglutination assay).

 

4. Pemeriksaan radiologi khusus

  1. Ultrasonografi (USG) abdomen.

  2. Digital subtraction angiography (DSA) iliaka: Pemeriksaan ini digunakan untuk melihat gambaran arteri dan vena iliaka yang akan digunakan saat transplantasi.

 

5. Pemeriksaan tambahan lain, jika diperlukan

  1. Endoskopi saluran cerna.

  2. Pemeriksaan untuk mencari sumber infeksi sesuai organ, pemeriksaan akses vaskular, exit-site kateter Tenckhoff (pada pasien dialisis peritoneal), serta kultur dan tes sensitivitas cairan dialisat pasien peritoneal dialisis.

 

Transplantasi ginjal merupakan prosedur untuk kondisi serius dan dapat menimbulkan efek samping, sebagian pasien mungkin merasa perlu mencari second opinion untuk memantapkan rencana pengobatannya. Dalam situasi ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis lain untuk memastikan bahwa terapi yang disarankan sudah sesuai dengan kondisinya.

 

Itulah penjelasan mengenai kriteria pasien transplantasi ginjal yang perlu dipahami. Penting diingat bahwa prosedur ini hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani prosedur ini.

 

Untuk mencapai pemulihan, diagnosis dan rencana terapi yang tepat memegang peranan penting. Karenanya, perhatikan reputasi serta layanan kesehatan berstandar internasional ketika memilih rumah sakit ginjal terbaik untuk berobat atau mencari second opinion guna mendapatkan informasi menyeluruh tentang diagnosis dan rencana terapi Anda.

 

Dengan adanya teknologi medis canggih dan tim dokter berpengalaman, Anda bisa memperoleh tinjauan medis tambahan di Indonesia, tanpa harus ke luar negeri. Apabila ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur transplantasi ginjal, jangan ragu untuk mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Ginjal Hipertensi di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh saran medis yang tepat sesuai kondisi kesehatan.

 

Dengan dukungan teknologi medis terkini dan tim dokter berpengalaman di Siloam International Hospitals, Anda dapat memperoleh layanan kesehatan berstandar internasional tanpa perlu berobat ke luar negeri. Siloam Medical Concierge siap membantu Anda mendapatkan informasi terkait jadwal dokter, layanan pemeriksaan, hingga fasilitas medis yang tersedia. Mari mulai langkah perjalanan kesehatan Anda bersama kami, di Indonesia. 

 

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

Perhimpunan Nefrologi Indonesia. Konsensus Transplantasi Ginjal Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) 2013. Diakses pada 2026 | American Journal of Transplantation. Survival Benefit of Kidney Transplantation in the Modern Era. Diakses pada 2026 | Mayo Clinic. Kidney transplant. Diakses pada 2026 | Journal of Clinical and Experimental Transplantation. Kidney transplantation: Indications and complications. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail