Macam-Macam Medical Check Up untuk Lansia, Perlu Tahu!
Kesehatan Tubuh

Macam-Macam Medical Check Up untuk Lansia, Perlu Tahu!

20 Oktober 2025 6 menit waktu baca
Daftar medical check up untuk lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, kondisi kesehatan penting untuk dipantau secara berkala  guna menghindari risiko berbagai penyakit. Penurunan fungsi tubuh secara alami yang terjadi pada usia lanjut merupakan salah satu faktor risiko beberapa jenis penyakit, seperti diabetes, osteoporosis, hingga gangguan jantung.

 

Lantas, apa saja medical check up yang perlu dilakukan lansia? Mari simak ulasannya di bawah ini.

 

Macam-Macam Medical Check Up untuk Lansia

 

Medical check up adalah prosedur medis yang dilakukan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh. Prosedur medis ini penting dilakukan oleh setiap individu, tidak terkecuali dengan lansia. Untuk memantau kondisi kesehatan lansia, terdapat beberapa jenis medical check up yang penting dilakukan, di antaranya sebagai berikut.

 

1. Pemeriksaan Status Gizi

 

Pemeriksaan status gizi merupakan salah satu prosedur medical check up untuk lansia yang meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, dan body mass index (BMI). Pemeriksaan ini penting dilakukan sebagai cara deteksi dini malnutrisi, seperti kekurangan gizi atau obesitas yang rentan dialami oleh lansia.

 

2. Pemeriksaan Tekanan Darah

 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan pada lansia yang umum terjadi. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung hingga stroke.

 

Selain itu, tekanan darah rendah (hipotensi) juga rentan terjadi pada lansia yang dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti pusing, nyeri kepala, lemas, hingga gangguan keseimbangan. Untuk meminimalkan risiko tersebut, lansia dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan tekanan darah secara rutin, yaitu minimal satu tahun sekali.

 

3. Pemeriksaan Fisik

 

Pemeriksaan fisik atau jasmani saat medical check up akan dilakukan secara menyeluruh mulai dari sistem kardiovaskular (skrining jantung dan pembuluh darah), sistem pernapasan, sistem pencernaan, dan lain-lain. Dokter akan memeriksa pasien secara sistematik dari ujung kaki hingga ujung kepala. 

 

Selain itu, biasanya dokter juga akan melakukan pemeriksaan kulit, baik melalui skrining gejala fisik maupun biopsi  guna mendeteksi dini kanker kulit, terutama jika terdapat tahi lalat atau perubahan kondisi kulit. Pemeriksaan kulit ini dapat dilakukan secara rutin setiap satu tahun sekali.

 

4. Pemeriksaan Fungsi Penglihatan

 

Fungsi penglihatan setiap individu dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia. Oleh karenanya, penting bagi setiap lansia untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala guna menghindari risiko memburuknya fungsi penglihatan. Selain itu, pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk deteksi dini gangguan penglihatan yang berisiko dialami lansia, seperti katarak dan glaukoma.

 

5. Pemeriksaan Fungsi Pendengaran

 

Tes pendengaran merupakan salah satu prosedur medical check up yang penting dilakukan guna mendeteksi gangguan pendengaran pada lansia sejak dini. Pasalnya, gangguan pendengaran pada lansia umumnya dapat disembuhkan selama mendapatkan penanganan sedini mungkin.

 

6. Pemeriksaan Rongga Mulut

 

Pemeriksaan rongga mulut, termasuk gigi, gusi, dan pangkal tenggorokan juga penting dilakukan oleh lansia untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh. Beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada lansia adalah karies gigi, gigi hilang, mulut kering, serta radang atau infeksi pada rongga mulut. 

 

Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut perlu dilakukan secara periodik oleh dokter gigi karena tak jarang ditemukannya jamur atau tumor stadium dini pada lansia. Selain itu, infeksi pada rongga mulut  juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung pada lansia.

 

7. Pemeriksaan Status Kognitif dan Mental

 

Pemeriksaan status kognitif dan kesehatan mental dilakukan untuk skrining demensia dan depresi pada lansia. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan modalitas sederhana seperti MMSE (Mini Mental State Examination) dan GDS (Geriatric Depression Scale).

 

8. Pemeriksaan Kelengkapan Imunisasi

 

Individu yang berusia di atas 65 tahun sangat dianjurkan untuk melengkapi imunisasi sebagai upaya menghindari risiko penyakit infeksi. Adapun beberapa jenis vaksinasi yang perlu dilakukan oleh lansia adalah vaksinasi pneumonia, vaksinasi influenza, dan vaksinasi booster DTP (difteri, tetanus, dan pertusis/batuk rejan).

 

9. Pemeriksaan Kepadatan Tulang

 

Jenis medical check up untuk lansia berikutnya adalah pemeriksaan kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD). Skrining kesehatan ini menggunakan teknologi DEXA (DXA/Dual X-ray Absorptiometry), yaitu prosedur medis dengan tingkat radiasi rendah untuk memeriksa kepadatan tulang lansia serta deteksi dini osteoporosis.

 

10. Pemeriksaan Sistem Reproduksi dan Payudara

 

PSA prostat (prostate specific antigen) merupakan salah satu tes laboratorium yang penting dilakukan oleh pria dewasa, termasuk lansia.Tes laboratorium ini dilakukan untuk deteksi dini gangguan prostat, seperti pembesaran prostat, infeksi saluran kemih, hingga kanker prostat.

 

Sementara pada wanita, pemeriksaan sistem reproduksi dapat dilakukan melalui beberapa metode, yaitu pemeriksaan panggul, pap smear setiap 3 tahun sekali, dan tes HPV setiap 5 tahun sekali. Prosedur pemeriksaan ini bertujuan untuk mencegah risiko terjadinya kanker vagina dan kanker serviks.

 

Di samping itu, wanita berusia di atas 40 tahun juga disarankan untuk menjalani pemeriksaan payudara dan mammografi untuk skrininga kanker payudara. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan tahunan apabila terdapat riwayat keluarga yang terkena kanker payudara.

 

11. Pemeriksaan Diabetes

 

Salah satu jenis medical check up untuk lansia yang penting dilakukan adalah skrining diabetes. Prevalensi diabetes meningkat seiring pertambahan umur. Prosedur pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap 3 tahun sekali untuk mengontrol kadar gula darah di dalam tubuh dan mencegah risiko terjadinya diabetes pada lansia.

 

12. Pemeriksaan Kolesterol

 

Pemeriksaan kolesterol total menjadi salah satu jenis medical check up untuk lansia yang dapat dilakukan untuk mengukur jumlah low density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan trigliserida. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk mendeteksi potensi hipertensi, diabetes, penyakit jantung, hingga stroke yang kerap dialami lansia.

 

13. Elektrokardiogram

 

Elektrokardiogram (EKG) adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung. Prosedur ini umumnya dilakukan untuk memantau kecepatan dan ritme detak jantung pasien. Pemeriksaan EKG sebaiknya dilakukan minimal setiap dua sampai tiga tahun sekali untuk memantau kondisi jantung secara menyeluruh.

 

14. Pemeriksaan Hepatitis C

 

Pemeriksaan hepatitis C merupakan prosedur medical check up yang penting dilakukan sejak usia 18 tahun. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat memeriksa keberadaan virus hepatitis C yang rentan menular melalui hubungan seksual dan berisiko memicu terjadinya penyakit liver, seperti sirosis hati atau gagal hati.

 

15. Pemeriksaan Hormon Tiroid

 

Pemeriksaan fungsi tiroid merupakan tes laboratorium untuk memeriksa kadar hormon tiroid di dalam darah. Pemeriksaan ini penting dilakukan untuk menunjang diagnosis penyebab kerontokan rambut, perubahan berat badan, kelelahan, hingga depresi yang kerap dialami lansia.

 

16. Pemeriksaan Kanker Kolorektal

 

Setiap individu dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan atau skrining kanker kolorektal secara rutin, terutama mulai dari usia 45–75 tahun. Adapun beberapa metode pemeriksaan kanker kolorektal yang umum dilakukan adalah:

 

  • Tes darah samar feses (setiap tahun).

  • Sigmoidoskopi (5 tahun sekali) yang dibarengi dengan tes darah samar feses (setiap 3 tahun sekali).

  • Kolonoskopi (10 tahun sekali).

 

Lakukan Medical Check Up untuk Lansia di Siloam Hospitals

 

Siloam Hospitals menyediakan berbagai jenis paket medical check up untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh. Tak perlu khawatir, Siloam Hospitals dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir, petugas kesehatan terlatih, dan tim dokter spesialis berpengalaman sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan akurat hingga diagnosis penyakit secara berkelanjutan.

 

Anda dapat memesan berbagai paket medical check up secara praktis melalui aplikasi MySiloam. MySiloam juga menyediakan fitur Medical Records yang memungkinkan Anda untuk memantau hasil pemeriksaan secara praktis dari mana saja dan kapan saja.

 

Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut terkait dengan hasil pemeriksaan, Anda dapat langsung mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail