13 Jenis Medical Check Up untuk Wanita Berdasarkan Usia
Kesehatan Tubuh

13 Jenis Medical Check Up untuk Wanita Berdasarkan Usia

01 Oktober 2025 5 menit waktu baca
Daftar medical check up untuk wanita berdasarkan usia

Medical check up adalah salah satu prosedur medis yang penting untuk dilakukan oleh setiap individu, baik pria maupun wanita. Bagi wanita sendiri, medical check up berfungsi untuk mencegah serta deteksi dini berbagai macam penyakit yang kerap terjadi pada wanita, seperti osteoporosis hingga kanker payudara.

 

Secara umum, paket medical check up wanita dapat dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh dan usia pasien. Lantas, apa saja paket medical check up wanita berdasarkan kelompok usia tersebut? Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Paket Medical Check Up Wanita Berdasarkan Kelompok Usia

 

Berdasarkan kelompok usianya, paket medical check up wanita dapat dibedakan menjadi tiga kelompok utama, yaitu 18–39 tahun, 40–64 tahun, serta di atas 65 tahun. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Usia 18–39 Tahun

 

Pemeriksaan kesehatan untuk wanita usia 18–39 tahun pada dasarnya berfungsi untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh, mencegah risiko penyakit di masa mendatang, serta membantu merencanakan gaya hidup sehat secara berkelanjutan. 

 

Adapun prosedur medical check up untuk wanita usia 18–39 tahun adalah sebagai berikut.

 

a. Pemeriksaan Fisik

 

Pemeriksaan fisik umumnya dilakukan setiap tahun untuk memeriksa tinggi badan, berat badan, dan body mass index (BMI). Selama pemeriksaan, dokter juga dapat melakukan wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui kelengkapan imunisasi, gejala gangguan psikologis, penerapan gaya hidup sehat, hingga riwayat kesehatan keluarga.

 

b. Pemeriksaan Kulit

 

Pemeriksaan kondisi kulit juga perlu dilakukan, baik melalui pemeriksaan fisik maupun biopsi, terutama jika terdapat risiko tinggi kanker kulit, seperti pernah mengidap kanker kulit, terdapat keluarga dengan riwayat penyakit serupa, dan memiliki sistem imun yang lemah.

 

c. Pemeriksaan Penyakit Infeksi

 

Secara umum, pemeriksaan penyakit infeksi direkomendasikan bagi wanita yang sudah aktif secara seksual guna meminimalkan risiko penyakit menular seksual, seperti hepatitis B dan C, gonore, sifilis, klamidia, HIV/AIDS, dan lain-lain. Selain itu, pemeriksaan ini juga penting dilakukan bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

 

d. Pemeriksaan Tekanan Darah

 

Seseorang dengan tekanan darah 120/80 mmHg atau di bawahnya, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah dua tahun sekali. Namun, apabila tekanan darah di atas 120/80 mmHg atau menderita penyakit tertentu, seperti hipertensi saat kehamilan, diabetes, obesitas, penyakit ginjal, atau penyakit jantung, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini setiap setahun sekali.

 

e. Pemeriksaan Gigi

 

Setiap individu disarankan untuk mengunjungi dokter spesialis kedokteran gigi sebanyak 1–2 tahun sekali guna membersihkan dan melakukan pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh.

 

f. Pemeriksaan Mata

 

Pemeriksaan mata merupakan salah satu paket medical check up wanita usia 18–39 tahun yang penting dilakukan setiap 5–10 tahun sekali. Namun, jika memiliki gangguan penglihatan, pemeriksaan ini dapat dilakukan setiap 2 tahun sekali.

 

g. Pemeriksaan Kolesterol

 

Pemeriksaan kolesterol penting dilakukan oleh wanita usia 18–39 tahun apabila memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner. Namun, jika sudah berusia 45 tahun, pemeriksaan ini dapat dilakukan secara rutin meskipun tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner.

 

h. Pemeriksaan Diabetes

 

Skrining dasar diabetes, seperti cek gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan kadar gula HbA1c biasanya direkomendasikan untuk wanita berusia di atas 35 tahun setiap 3 tahun sekali guna meminimalkan risiko penyakit diabetes. Selain itu, wanita yang sedang merencanakan program hamil juga perlu menjalani pemeriksaan ini untuk menghindari risiko komplikasi kehamilan.

 

i. Pemeriksaan Kanker Serviks

 

Pemeriksaan kanker serviks merupakan salah satu prosedur medical check up untuk wanita yang perlu dilakukan sejak usia 21 tahun. Setelah pertama kali menjalani pemeriksaan kanker serviks, pasien dapat melakukan pap smear setiap 3 tahun sekali, baik yang sudah aktif berhubungan seksual maupun belum. 

 

Dokter juga dapat merekomendasikan pemeriksaan pap smear dilakukan setiap 1–2 tahun sekali jika wanita aktif secara seksual. Bagi wanita yang sudah berusia di atas 30 tahun, sebaiknya pemeriksaan pap smear juga disertai dengan tes HPV yang dapat dilakukan setiap 5 tahun sekali. Namun, apabila pernah menjalani prosedur histerektomi total, pemeriksaan kanker serviks tidak diperlukan.

 

j. Pemeriksaan Kanker Payudara

 

Pemeriksaan kanker payudara adalah prosedur pemeriksaan yang penting dilakukan oleh setiap wanita, terutama jika memiliki faktor risiko kanker payudara, seperti terdapat keluarga dengan riwayat penyakit serupa, pola hidup tidak sehat, dan lain-lain. Pemeriksaan ini umumnya menggunakan mammografi untuk mendeteksi sel abnormal di dalam jaringan payudara.

 

2. Usia 40–64 Tahun

 

Seiring dengan bertambahnya usia, setiap individu cenderung mengalami penurunan fungsi tubuh secara alami. Karena itu, terdapat beberapa pemeriksaan kesehatan tambahan yang perlu dilakukan oleh wanita usia 40–64 tahun, di antaranya sebagai berikut.

 

a. Pemeriksaan Osteoporosis

 

Karena menurunnya kadar hormon estrogen secara alami, wanita usia di atas 40 tahun dinilai lebih rentan mengalami osteoporosis. Hormon estrogen sendiri memiliki peran penting dalam proses pembentukan massa atau kepadatan tulang. Oleh karenanya, wanita yang berusia di atas 40 tahun dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan osteoporosis secara rutin, seperti cek kesehatan tulang dan bone mineral density.

 

b. Pemeriksaan Kanker Kolorektal

 

Kanker kolorektal atau kanker usus besar merupakan jenis kanker yang rentan dialami oleh individu berusia di atas 50 tahun. Untuk meminimalkan risiko kanker kolorektal, wanita usia 40–64 tahun dianjurkan untuk menjalani skrining kanker kolorektal secara rutin yang meliputi:

 

  • Tes darah samar dengan sampel feses atau fecal occult blood test (FOBT) atau fecal immunochemical test (FIT) setahun sekali.

  • Stool sDNA-FIT test setiap 1–3 tahun sekali.

  • Sigmoidoskopi setiap 5 tahun atau 10 tahun sekali.

  • CT colonography setiap 5 tahun sekali.

 

c. Pemeriksaan Kanker Paru-Paru

 

Jika sudah berusia di atas 55 tahun, memiliki kebiasaan merokok atau memiliki riwayat merokok selama 15 tahun terakhir, pasien perlu rutin menjalani pemeriksaan kanker paru-paru, terutama dengan low-dose computed tomography (LDCT).

 

3. Usia di Atas 65 Tahun

 

Pada dasarnya, pemeriksaan kesehatan untuk wanita di atas 65 tahun tidak berbeda jauh dengan usia lainnya. Hanya saja, wanita pada usia ini perlu melakukan skrining kesehatan tambahan, yaitu tes pendengaran untuk mendeteksi gangguan atau penurunan fungsi pendengaran.

 

Lakukan Pemeriksaan Kesehatan untuk Wanita secara Rutin di Siloam Hospitals!

 

Jika ingin memperoleh paket medical check up untuk wanita secara komprehensif, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals yang menyediakan paket skrining kesehatan mulai dari pemeriksaan fisik, laboratorium, hingga pemeriksaan radiologi.

 

Siloam Hospitals dilengkapi dengan fasilitas medis berteknologi canggih sehingga dapat memberikan hasil pemeriksaan yang tepat serta sesuai kondisi tubuh. Anda pun dapat memeriksa dan memantau hasil pemeriksaan dengan praktis melalui fitur Medical Records yang tersedia di aplikasi MySiloam.

 

Selain itu, Anda juga dapat memperoleh informasi lengkap mengenai saran pola hidup sehat, interpretasi hasil pemeriksaan, hingga langkah pencegahan berbagai masalah kesehatan di masa mendatang dengan mengakses laman artikel kesehatan yang tersedia di situs web Siloam Hospitals.

 

Namun, jika memiliki keluhan terkait dengan kondisi tubuh, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda. Dengan begitu, Anda dapat memperoleh diagnosis dan penanganan medis dari dokter spesialis yang berpengalaman di bidangnya.


Praktis, Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi jadwal praktik dan membuat janji temu dengan dokter terkait. Gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat dimanfaatkan sebagai asisten virtual untuk mendapatkan akses layanan kesehatan lebih cepat. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-susianah-sarbana

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Susianah Sarbana

Kedokteran Umum

Dokter Umum


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-i-wayan-murtana-putra

Kunjungi Rumah Sakit

dr. I Wayan Murtana Putra

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-inanto-widjaja

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Inanto Widjaja

Kedokteran Umum

Dokter Umum


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail