Mengenal Ablasi Kanker Hati, ini Jenis dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Ablasi Kanker Hati, ini Jenis dan Prosedurnya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
ablasi kanker hati

Ablation for liver cancer atau ablasi kanker hati adalah prosedur penanganan kanker hati dengan cara menghancurkan sel-sel kanker tanpa melalui proses pembedahan. Prosedur ini biasanya dilakukan jika kanker berukuran kecil, atau jika pasien tidak bisa menjalani tindakan operasi karena alasan tertentu. Untuk mengenal apa itu ablasi kanker hati selengkapnya, mari simak artikel berikut ini sampai tuntas.

 

Apa itu Ablasi Kanker Hati?

 

Ablasi kanker hati adalah prosedur minimal invasif untuk menghancurkan sel-sel tumor (baik jinak maupun ganas) di organ hati tanpa melalui proses pembedahan terbuka. Prosedur ini kerap digunakan pada pasien yang memiliki beberapa tumor kecil (berukuran kurang dari 3 cm) di organ hati, dan tidak bisa menjalani tindakan operasi karena kondisi tertentu, seperti:

 

  • Lokasi kanker membuat prosedur pembedahan cenderung sulit dilakukan. Misalnya, ketika kanker terletak di dekat pembuluh darah besar atau kantong empedu.

  • Kondisi kesehatan pasien tidak memungkinkan untuk menjalani tindakan operasi, misalnya mengalami penurunan fungsi hati.

 

Jenis-Jenis Ablasi Kanker Hati

 

Berdasarkan prosedur dan penggunaan alat-alatnya, ablasi kanker hati dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu radiofrequency ablation (RFA), microwave ablation (MWA), cryoablation (cryotherapy), dan ethanol (alcohol) ablation. Berikut penjelasan selengkapnya.

 

  • Radiofrequency ablation (RFA): Jenis ablasi kanker hati yang paling umum dilakukan. Prosedur ini menggunakan gelombang radio berenergi tinggi untuk memanaskan dan menghancurkan tumor.

  • Microwave ablation (MWA): Menggunakan energi dari gelombang elektromagnetik untuk menghancurkan tumor menggunakan alat khusus.

  • Ethanol (alcohol) ablation: Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikkan alkohol dengan konsentrasi tertentu ke tumor untuk merusak sel-selnya.

 

Persiapan Ablasi Kanker Hati

 

Sebelum menjalani prosedur ablasi kanker hati, dokter akan terlebih dahulu melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan guna mengevaluasi kondisi kesehatan pasien. Beberapa metode pemeriksaan tersebut, di antaranya tes darah serta elektrokardiogram (EKG) guna memeriksa kondisi jantung.

 

Dokter akan menyarankan pasien untuk berpuasa (tidak makan dan minum) selama beberapa jam sebelum prosedur dilakukan. Pasien juga perlu menginformasikan kepada dokter jika memiliki alergi tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan yang bisa mengganggu proses pembekuan darah. Beberapa jenis obat tersebut, di antaranya:

 

  • Aspirin.

  • Clopidogrel.

  • Obat untuk artritis.

  • Obat pengencer darah, seperti warfarin, heparin, rivaroxaban, dan dabigatran.

 

Prosedur Ablasi Kanker Hati

 

Pada dasarnya, prosedur ablasi kanker hati dapat berbeda-beda pada setiap jenisnya. Misalnya, jika pasien menjalani prosedur ablasi dengan RFA atau MWA, dokter mungkin merencanakan anestesi umum untuk membuat pasien tertidur. Di samping itu, pada beberapa kondisi, dokter dapat memberikan anestesi lokal untuk membuat permukaan kulit di sekitar organ hati menjadi mati rasa.

 

Lalu, dokter dapat menggunakan USG atau CT scan untuk membantu mengarahkan jarum melalui permukaan kulit menuju tumor di organ hati. Setelah itu, jarum tersebut akan memancarkan energi atau gas yang dibutuhkan untuk menghancurkan sel-sel tumor. Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu bervariasi, mulai dari 30 menit sampai beberapa jam.

 

Perawatan Pascaprosedur Ablasi Kanker Hati

 

Setelah prosedur ablasi, pasien kemudian diarahkan untuk menjalani rawat inap terlebih dahulu. Pasien diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman setelah pengaruh obat-obatan anestesi sudah menghilang sepenuhnya. Setelah kondisi pasien dinyatakan pulih, pasien dapat pulang ke rumah, dan dapat mulai melakukan aktivitas 1 minggu setelah menjalani prosedur ablasi.

 

Dokter umumnya akan menyarankan pasien untuk melakukan tes pencitraan seperti CT scan sekitar 4–6 minggu pascaprosedur, namun dapat lebih cepat, tergantung pada kondisi pasien masing-masing. Hal ini dilakukan guna memeriksa efektivitas ablasi kanker hati terhadap sel-sel kanker.

 

Efek Samping Ablasi Kanker Hati

 

Pada dasarnya, dokter dan tenaga medis akan melakukan tindakan medis ini secara optimal guna menghindari risiko munculnya efek samping tertentu. Namun, dalam kondisi tertentu, pasien kanker hati mungkin akan mengalami sejumlah efek samping setelah menjalani perawatan ablasi. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya:

 

  • Tidak enak badan atau demam selama beberapa hari.

  • Nyeri atau sensasi tidak nyaman pada area perut.

  • Infeksi.

  • Perdarahan, baik ringan maupun berat.

  • Kerusakan pada organ-organ di sekitar hati.

 

Perlu diketahui bahwa prosedur ini hanya direkomendasikan pada pasien jika diagnosis kanker hati telah ditegakkan. Dokter bersama seluruh tim medis yang terlibat juga perlu mempertimbangkan kondisi medis pasien terlebih dahulu guna memastikan apakah pasien terindikasi dan telah memenuhi persyaratan dalam menjalani prosedur ablasi.

 

Oleh karenanya, sangat penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Digestif di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi atau Siloam Hospitals Kebon Jeruk apabila Anda mengalami keluhan yang berhubungan dengan kanker hati. Dengan begitu, dokter dapat menegakkan diagnosis serta memberikan saran perawatan yang tepat dan sesuai kondisi pasien.

 

Sebagai informasi, setiap tahapan prosedur medis yang dijalani oleh pasien terkait dengan penyakit kanker hati bisa berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia di rumah sakit. Dalam hal ini, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan serta pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi pasien.


Di luar hal tersebut, sebagai upaya deteksi dini kanker hati, Anda juga bisa memesan paket Skrining Kanker Hati dari Siloam Hospitals. Paket skrining tersebut meliputi pemeriksaan penanda tumor, pemeriksaan USG, pemeriksaan faktor risiko infeksi penyebab kanker liver, serta konsultasi dengan dokter terkait.

 

Digital Booking Laboratorium

Dokter Kami
dr-ivana-dewi-spkn

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ivana Dewi Mulyanto, SpKN (K), FANMB

Kedokteran Nuklir

Subspesialis Onkologi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hapsari-indrawati-spkn

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hapsari Indrawati, SpKN-TM (K)

Kedokteran Nuklir

Subspesialis Onkologi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-febby-hutomo-spkn-

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Febby Hutomo, SpKN (K), FANMB

Kedokteran Nuklir

Subspesialis Onkologi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail