Kesehatan Tubuh
Mengenal Adenoma, Jenis-Jenis, Gejala, & Penyebabnya

Table of Contents
Adenoma adalah tumor jinak (nonkanker) yang berasal dari sel-sel epitel kelenjar, misalnya kelenjar adrenal, paratiroid, atau hipofisis. Pada kondisi ringan, adenoma mungkin tidak membutuhkan perawatan khusus, melainkan hanya pemantauan. Namun, jika kondisinya parah, diperlukan pembedahan untuk mengangkat adenoma. Mari simak penjelasan selengkapnya tentang adenoma di sini.
Apa itu Adenoma?
Adenoma adalah tumor jinak (nonkanker) yang bermula dari jaringan epitel (selapis jaringan tipis yang menyelimuti organ dan kelenjar di dalam tubuh). Tumor ini tumbuh secara perlahan dan dapat terlihat seperti jamur kecil bertangkai. Adapun beberapa pola pertumbuhan adenoma adalah sebagai berikut:
-
Tubular: Tumor tumbuh dalam bentuk bulat atau oval. Pola ini biasanya dimiliki oleh adenoma berukuran kecil (kurang dari ½ inci). Jenis pertumbuhan ini lebih sering terjadi dan lebih kecil kemungkinannya berubah menjadi kanker.
-
Villous: Tumor tumbuh dalam pola seperti kembang kol dan paling sering terjadi pada adenoma yang berukuran lebih besar.
-
Tubulovillous: Campuran dari kedua pola, tubular dan villous.
Penyebab Adenoma
Penyebab adenoma sering kali tidak diketahui secara pasti. Namun, terdapat dugaan bahwa adenoma dapat dipicu oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor risiko adenoma adalah usia, latar belakang etnis, mutasi, jenis kelamin, dan penyakit genetik. Berikut masing-masing uraiannya.
-
Usia: Orang dewasa berusia 30 hingga 40-an tahun lebih mungkin mengalami adenoma di kelenjar pituitari di otak.
-
Jenis kelamin: Orang dengan jenis kelamin wanita memiliki risiko 2 kali lebih besar mengidap adenoma paratiroid.
-
Mutasi (perubahan) gen: Kondisi genetik, seperti adanya gen multiple endocrine neoplasia type 1 (MEN1) membuat penderitanya lebih berisiko mengalami adenoma. Jenis mutasi gen ini bersifat herediter (diwariskan dari orang tua).
-
Penyakit genetik: Adenoma jenis tertentu dapat diturunkan dari keluarga, seperti familial adenomatous polyposis (FAP)..
Jenis-Jenis Adenoma
Adenoma paling sering tumbuh dari sel-sel epitel kelenjar hormon, yang berperan dalam memproduksi dan melepaskan zat kimia yang disebut sebagai hormon. Hormon inilah yang bisa mengatur banyak fungsi tubuh. Berikut adalah beberapa jenis adenoma:
-
Adenoma adrenal yang tumbuh di sepanjang kelenjar adrenal.
-
Adenoma berupa polip di usus besar (pertumbuhan di sepanjang lapisan usus besar).
-
Adenoma paratiroid, tumbuh di sepanjang kelenjar paratiroid.
-
Adenoma pleomorfik, tumbuh di sepanjang kelenjar ludah.
-
Adenoma hipofisis, yang tumbuh di sepanjang kelenjar hipofisis.
Gejala Adenoma
Adenoma yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun. Jika timbul gejala, maka akan sangat bervariasi di setiap orang, tergantung dari lokasi tumbuhnya adenoma. Namun, secara umum, beberapa gejala adenoma adalah sebagai berikut:
-
Mudah lelah.
-
Nyeri kepala.
-
Nyeri perut.
-
Mual atau muntah.
-
Kelemahan otot.
-
Perdarahan dubur.
Diagnosis Adenoma
Untuk mendiagnosis adenoma, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya juga meminta pasien menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang, seperti tes pencitraan (CT scan, MRI scan, atau PET scan).
Dokter juga bisa melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan) untuk mengonfirmasi diagnosis adenoma. Sampel jaringan tersebut akan diuji di laboratorium untuk dianalisis dan memastikan ada atau tidaknya adenoma.
Pengobatan Adenoma
Apabila adenoma hanya berukuran kecil dan tidak berisiko memicu komplikasi, dokter biasanya merekomendasikan pendekatan “wait and see”. Artinya, pasien tidak langsung menerima pengobatan, melainkan akan dilakukan monitor secara berkala untuk melihat apakah adenoma semakin besar dan memerlukan penanganan lanjutan.
Jika adenoma diketahui menyebabkan masalah hormon, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk mengendalikan gejalanya. Sementara itu, jika adenoma berukuran besar atau menyebabkan masalah kesehatan signifikan, dokter dapat merekomendasikan operasi pengangkatan adenoma.
Perlu dipahami bahwa penyebab dan gejala terkait adenoma di atas tidak bisa dijadikan sebagai acuan utama yang mewakili kondisi tersebut. Bukan tidak mungkin, beberapa gejala yang disebutkan di atas juga terjadi pada kondisi medis lain, sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Onkologi di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Setiap rumah sakit mungkin memiliki tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang berbeda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun, tenaga medis profesional akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien terlebih dahulu guna menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.
Apabila ingin mendapatkan perawatan yang efektif dan tepercaya terhadap kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. Sebagai salah satu pusat unggulan kanker, MRCCC menyediakan beragam layanan kesehatan untuk menangani kanker, mulai dari deteksi dini, onkologi bedah, kemoterapi, radioterapi, dan lain sebagainya.
Sumber
Cleveland Clinic. Adenomas. Diakses pada 2024 | National Cancer Institute. Adenoma. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ralph Girson Gunarsa, SpPD-KHOM, FINASIM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Elisabeth Maria De Haan, SpPD-KHOM
Onkologi (Kanker)
Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini






