Alergi Hewan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Alergi Hewan: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
alergi hewan

Pet allergy atau alergi hewan peliharaan adalah kondisi ketika seseorang mengalami reaksi alergi akibat terpapar oleh bulu, kulit, air liur, maupun urine hewan peliharaan. Kondisi ini dapat terjadi hanya pada satu jenis hewan, maupun pada lebih dari satu hewan peliharaan.

 

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa pilek, bersin, mata berair, serta gatal-gatal pada kulit. Mari pahami lebih lanjut mengenai pet allergy, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya dalam artikel berikut ini.

 

Apa itu Alergi Hewan Peliharaan?

 

Alergi hewan peliharaan adalah reaksi alergi terhadap protein pada sel-sel kulit, bulu, air liur, maupun urine hewan peliharaan tertentu. Dalam kondisi normal, protein tersebut bukanlah sesuatu yang berbahaya atau memicu keluhan kesehatan. Namun, pada kasus pet allergy, sistem imun tubuh menganggap protein ini sebagai zat yang berbahaya, sehingga memicu produksi antibodi untuk melindungi tubuh dan melawan zat tersebut.

 

Penyebab Alergi Hewan Peliharaan

 

Pada dasarnya, sistem imun akan melindungi tubuh dari patogen berbahaya, seperti bakteri, virus, atau parasit. Namun, ketika seseorang memiliki alergi, sistem imun tubuh akan memproduksi antibodi IgE apabila terpapar dengan zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Akibatnya, timbul reaksi peradangan pada saluran pernapasan, mata, sampai kulit.

 

Secara umum, orang yang memiliki keluarga dengan riwayat alergi cenderung lebih berisiko mengalami kondisi ini. Berikut beberapa jenis hewan yang kerap menimbulkan reaksi alergi pada orang dengan pet allergy, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Kucing.

  • Anjing.

  • Kelinci.

  • Hewan pengerat, seperti tikus, hamster, mencit, dan lain-lain.

  • Burung.

  • Kuda.

 

Gejala Alergi Hewan Peliharaan

 

Pet allergy atau alergi hewan diketahui dapat memengaruhi saluran pernapasan, mata, dan kulit. Adapun beberapa gejala yang kerap dialami oleh penderita pet allergy, bisa berkisar dari bersin-bersin hingga ruam pada kulit. Berikut selengkapnya. 

 

  • Bersin-bersin.

  • Pilek.

  • Batuk.

  • Mata berair, gatal, dan kemerahan.

  • Bagian bawah mata membengkak dan berwarna kebiruan.

  • Biduran.

  • Gatal-gatal.

  • Ruam pada kulit.



Sementara itu, jika alergi hewan peliharaan terjadi pada penderita asma, kondisi ini juga dapat menimbulkan gejala tambahan, seperti:

 

  • Sesak napas.

  • Mengi.

  • Sulit tidur karena sesak napas atau mengi.

 

Gejala-gejala di atas umumnya muncul tidak lama setelah kontak langsung dengan hewan peliharaan, biasanya dalam beberapa jam sampai beberapa hari. Dalam kasus yang lebih parah, gejala kondisi ini mungkin timbul dalam waktu 15–30 menit setelah kontak langsung dengan hewan.

 

Diagnosis Alergi Hewan Peliharaan

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter dalam menegakkan diagnosis pet allergy adalah wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien maupun keluarga. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, seperti memeriksa mata, hidung, atau kulit pasien.

 

Lalu, untuk membantu menegakkan diagnosis pet allergy, dokter juga dapat menggunakan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Skin prick test. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengambil ekstrak alergen yang sudah dimurnikan dalam jumlah sedikit, lalu ditusukkan ke permukaan kulit pasien. Kemudian, dokter akan mengamati area kulit tersebut untuk melihat tanda-tanda reaksi alergi setelah 15 menit.

  • Tes darah, salah satunya untuk menilai kadar eosinofil (salah satu sel darah yang berperan dalam terjadinya reaksi alergi).

 

Pengobatan Alergi Hewan Peliharaan

 

Pada prinsipnya, alergi hewan peliharaan tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Namun, kondisi ini dapat dikendalikan. Caranya adalah dengan menghindari kontak langsung dengan hewan yang dapat menyebabkan munculnya reaksi alergi tersebut. 

 

Di samping itu, untuk membantu mengelola gejala alergi hewan, dokter dapat merencanakan pemberian obat-obatan tertentu untuk mengurangi gejala dan mengendalikan reaksi alergi, misalnya obat golongan antihistamin dan golongan kortikosteroid.

 

Komplikasi Alergi Hewan Peliharaan

 

Apabila dibiarkan atau terjadi terus-menerus, salah satu komplikasi yang dapat disebabkan oleh pet allergy adalah sinusitis. Pasalnya, jika tidak segera ditangani, jenis alergi ini dapat menimbulkan peradangan kronis pada saluran hidung sehingga bisa menyumbat rongga sinus yang terhubung dengan hidung. Selain itu, alergi hewan peliharaan juga dapat menyebabkan munculnya serangan asma pada penderita kondisi tersebut.

 

Pada kondisi yang berat, sebagian kecil kasus alergi hewan peliharaan mungkin dapat berkomplikasi menjadi reaksi anafilaksis, yaitu reaksi alergi berat yang membutuhkan penangan segera. Karena itulah, penting untuk mengelola kondisi alergi, agar komplikasi dapat dicegah.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili alergi hewan peliharaan. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait alergi hewan peliharaan dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. 


Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail