Mengenal Angiografi Serebral, Fungsi hingga Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Angiografi Serebral, Fungsi hingga Prosedurnya

03 Juni 2026 4 menit waktu baca
angiografi serebral

Angiografi serebral adalah jenis tes pencitraan untuk melihat adanya masalah pada pembuluh darah di dalam otak, seperti aneurisma otak dan aterosklerosis. Angiografi serebral juga dapat digunakan untuk mempelajari lebih lanjut kelainan-kelainan yang mulanya terdeteksi melalui jenis pemeriksaan lainnya. Lantas, bagaimana cara kerja angiografi serebral? Mari simak penjelasannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Angiografi Serebral?

 

Angiografi serebral (cerebral angiography) adalah prosedur diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi masalah pembuluh darah di dalam otak. Prosedur ini menggunakan pewarna khusus (zat kontras) dan sinar-X untuk melihat bagaimana darah mengalir melalui pembuluh darah di otak.

 

Pemeriksaan angiografi serebral dilakukan di ruang operasi oleh dokter atau tim medis yang sudah terlatih khusus. Jika dibandingkan dengan tes pencitraan lain, seperti CT scan atau MRI, angiografi dapat memberikan gambar pembuluh darah secara lebih detail.

 

Fungsi Angiografi Serebral

 

Jenis angiografi ini biasanya hanya digunakan untuk tujuan diagnostik, namun terkadang juga bisa digunakan oleh dokter untuk menangani kondisi tertentu. Adapun beberapa kondisi yang dapat didiagnosis oleh angiografi serebral adalah sebagai berikut:

 

  • Aneurisma otak.

  • Aterosklerosis.

  • Malformasi arteri vena (adanya suatu pembuluh darah abnormal yang menghubungkan pembuluh darah arteri dan vena pada otak).

  • Vaskulitis (peradangan pada pembuluh darah).

  • Fistula arteriovenosa dural (hubungan abnormal antara arteri dan vena di jaringan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang).

  • Diseksi vaskular (robekan dinding bagian dalam arteri).

  • Stroke. 

 

Selain mendiagnosis beberapa kondisi di atas, jenis angiografi ini juga memiliki fungsi lain, seperti:

  • Mengevaluasi pembuluh darah arteri di kepala dan leher sebelum operasi atau perawatan medis lain untuk masalah pada otak, kepala, dan leher.

  • Melihat bagaimana pembuluh darah terhubung ke tumor otak.

  • Mempelajari lebih lanjut tentang kelainan yang ditemukan pada tes pencitraan lain, seperti CT scan dan MRI.

 

Prosedur Angiografi Serebral

 

Pertama-tama, dokter akan memastikan bahwa kondisi pasien cukup aman untuk menjalani tes tersebut. Guna memastikan hal ini, dokter biasanya melakukan anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti tes darah. Beberapa informasi yang perlu disampaikan oleh pasien adalah:

 

  • Obat yang sedang dikonsumsi, misalnya obat pengencer darah.

  • Riwayat masalah perdarahan (jika ada).

  • Alergi, terutama terhadap anestesi, pewarna kontras, atau zat yodium apa pun.

  • Jika sedang hamil.

 

Apabila pasien akan menerima obat penenang selama prosedur, dokter biasanya meminta pasien untuk tidak makan atau minum selama 4–8 jam sebelum prosedur. Prosedur akan dilakukan di atas meja X-ray khusus. Selama prosedur, dokter akan:

 

  • Membuat sayatan kecil (insisi) di area yang akan dimasuki kateter. Sebelumnya, dokter akan mensterilkan area tersebut.

  • Memasukkan kateter ke dalam arteri di pergelangan tangan atau area selangkangan.

  • Menyuntikkan bahan kontras melalui kateter agar struktur pembuluh darah terlihat.

  • Mengambil foto rontgen pembuluh darah di otak tersebut.

  • Mengeluarkan kateter.

  • Menutup luka sayatan dengan perban.

 

Prosedur angiografi serebral biasanya memakan waktu 1–3 jam. Setelah prosedur selesai, pasien akan tetap berada di ruang pemulihan selama beberapa jam untuk dilakukan observasi. Setelah itu, pasien umumnya diperbolehkan untuk langsung pulang.

 

Namun, dokter biasanya menyarankan pasien untuk istirahat selama 8–12 jam sebelum kembali ke aktivitas normalnya. Sementara itu, bagi ibu menyusui, tunggu setidaknya selama 24 jam setelah penyuntikan bahan kontras untuk melanjutkan menyusui.

 

Hasil Pemeriksaan Angiografi Serebral

 

Apabila hasil pemeriksaan angiografi menunjukkan bahwa arteri menyempit atau tersumbat, hal tersebut dapat mengindikasikan:

 

  • Penumpukan kolesterol (plak).

  • Vasospasme (kondisi ketika pembuluh darah mengalami penyempitan).

  • Kelainan bawaan.

  • Gumpalan darah yang menyebabkan stroke.

 

Sementara itu, jika hasil pemeriksaan menunjukkan pembuluh darah yang tidak pada tempatnya, hal tersebut dapat menjadi tanda-tanda:

 

  • Tumor otak.

  • Perdarahan di dalam tengkorak.

  • Aneurisma.

  • Malformasi arteri vena.

 

Risiko Efek Samping Angiografi Serebral

 

Prosedur yang melibatkan penempatan kateter di dalam pembuluh darah umumnya dapat menimbulkan risiko tertentu, seperti kerusakan pembuluh darah, memar atau perdarahan di lokasi sayatan, dan infeksi. Di samping itu, efek samping lain yang bisa ditimbulkan oleh prosedur angiografi serebral adalah:

 

  • Reaksi alergi terhadap bahan kontras, namun hal ini jarang terjadi.

  • Kerusakan ginjal akibat bahan kontras bagi penderita penyakit ginjal atau diabetes.

  • Terbentuknya gumpalan darah di sekitar ujung kateter.

  • Stroke.

 

Pasien disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika setelah prosedur mengalami beberapa kondisi, seperti kelemahan pada otot wajah maupun anggota gerak, bicara tidak jelas selama atau setelah prosedur, serta masalah penglihatan selama atau setelah prosedur.

 

Perlu diketahui bahwa pemeriksaan ini biasanya direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk mendiagnosis kondisi medis tertentu. Dokter tentu akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.

 

Untuk memudahkan akses layanan, Anda dapat menghubungi Siloam Medical Concierge untuk mendapatkan informasi terkait jadwal dokter, layanan pemeriksaan, serta fasilitas medis yang tersedia. Mari mulai langkah menuju kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

UCSF Health. Cerebral angiography. Diakses pada 2024 | Mount Sinai. Cerebral angiography. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Cerebral Angiogram. Diakses pada 2024 | MedlinePlus. Cerebral angiography. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-pricilla-yani-gunawan-sps

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, Sp.N, Subspes.E.N.K (K), F.Neuroimaging-Neurosonology

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail