Waspadai Vaskulitis yang Berpotensi Menyebabkan Stroke
Kesehatan Tubuh

Waspadai Vaskulitis yang Berpotensi Menyebabkan Stroke

02 Mei 2025 4 menit waktu baca
vaskulitis adalah

 

Vaskulitis adalah kondisi ketika pembuluh darah mengalami peradangan. Peradangan ini dapat menyebabkan perubahan pada dinding pembuluh darah, termasuk penebalan, penyempitan, melemahnya dinding, atau bahkan terjadinya penyumbatan. Lantas, apa penyebab vaskulitis? Mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu Vaskulitis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, vaskulitis adalah kondisi ketika pembuluh darah mengalami peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan dinding pembuluh darah menebal dan mempersempit jalur aliran darah yang melalui pembuluh darah tersebut. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah terhambat yang pada akhirnya bisa memicu kerusakan organ dan jaringan.

 

Vaskulitis terbagi menjadi banyak jenis dan sebagian besar di antaranya jarang terjadi. Kondisi ini dapat memengaruhi satu atau beberapa organ, serta bisa berlangsung dalam jangka pendek atau panjang. Vaskulitis dapat memengaruhi pembuluh darah mana pun di tubuh, termasuk yang terhubung ke:

 

  • Kulit.

  • Paru-paru.

  • Jantung.

  • Saraf.

  • Mata.

  • Ginjal.

  • Otak.

  • Sinus.

  • Lambung.

  • Tangan dan kaki.

 

Jenis-Jenis Vaskulitis

 

Terdapat berbagai jenis vaskulitis yang dapat dibedakan berdasarkan pembuluh darah mana yang terdampak. Beberapa di antaranya yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut:

 

  • ANCA-associated vasculitis, seperti granulomatosis with polyangiitis (GPA), microscopic polyangiitis (MPA), dan eosinophilic granulomatosis with polyangiitis (EGPA).

  • Poliarteritis nodosa.

  • Vaskulitis IgA.

  • Rheumatoid vasculitis.

  • Vaskulitis sistem saraf pusat.

  • Arteritis Takayasu.

  • Arteritis sel raksasa (giant cell arteritis).

  • Penyakit Behçet.

  • Penyakit Kawasaki.

  • Vaskulitis urtikaria.

  • Vaskulitis pada anak-anak.

 

Penyebab Vaskulitis

 

Vaskulitis merupakan penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh secara keliru menyerang pembuluh darah. Namun, hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti apa penyebab sistem imun menyerang pembuluh darah dan menyebabkan vaskulitis. Beberapa jenis vaskulitis diketahui berkaitan dengan susunan materi genetik seseorang.

 

Beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan peradangan dalam tubuh dapat memicu vaskulitis. Namun pada beberapa orang, vaskulitis bisa terjadi tanpa adanya penyebab atau pemicu (idiopatik). Adapun beberapa pemicu yang mungkin dapat memancing respons sistem imun adalah sebagai berikut:

 

 

Gejala Vaskulitis

 

Gejala pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari pembuluh darah yang terpengaruh dan tingkat keparahan peradangannya. Namun, secara umum, beberapa gejala vaskulitis adalah sebagai berikut:

 

  • Kesulitan bernapas.

  • Batuk.

  • Kesemutan atau mati rasa, terutama di tangan dan kaki.

  • Ruam, benjolan, atau perubahan pada warna kulit.

  • Mudah lelah.

  • Mual.

  • Demam.

  • Penurunan berat badan.

  • Kelemahan.

  • Nyeri sendi.

  • Nyeri perut.

  • Masalah ginjal, termasuk urine berwarna gelap atau ada darah di urine.

  • Stroke.

 

Diagnosis Vaskulitis

 

Untuk menegakkan diagnosis vaskulitis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik.

 

Selanjutnya, dokter mungkin memerlukan tes penunjang guna mengonfirmasi diagnosis. Tes penunjang yang umumnya digunakan untuk mendiagnosis vaskulitis adalah sebagai berikut:

 

  • Tes darah.

  • Biopsi.

  • Tes yang memeriksa fungsi organ yang terdampak, misalnya fungsi hati dan ginjal.

  • Autoantibodi.

  • PCR.

  • Angiogram.

  • Pencitraan, seperti X-ray, CT scan, maupun MRI.

 

Komplikasi Vaskulitis

 

Komplikasi vaskulitis bisa saja berkaitan dengan tingkat keparahan penyakit atau efek samping dari obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Beberapa komplikasi vaskulitis adalah sebagai berikut:

 

  • Kerusakan organ. Beberapa jenis vaskulitis yang parah dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital tubuh. Misalnya dapat terjadi iskemia saluran cerna, gagal ginjal, hingga infark miokard.

  • Penggumpalan darah dan aneurisma. Gumpalan darah dapat terbentuk di pembuluh darah dan menghalangi aliran darah. Aneurisma adalah kondisi ketika dinding pembuluh darah melemah sehingga bagian dari pembuluh darah yang melemah tersebut menggelembung atau menonjol.

  • Kebutaan. Kondisi ini adalah kemungkinan komplikasi dari giant cell arteritis di mata yang tidak diobati.

  • Infeksi. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati vaskulitis dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat penderita lebih rentan terhadap infeksi.

 

Pengobatan Vaskulitis

 

Tujuan pengobatan vaskulitis adalah mengendalikan gejala, mencegah kerusakan pada organ dan pembuluh darah, serta mempertahankan remisi (tidak muncul gejala) selama mungkin. Beberapa obat yang mungkin diresepkan oleh dokter untuk penderita vaskulitis adalah:

 

  • Kortikosteroid.

  • Imunosupresan.

  • Imunomodulator.

  • ACE inhibitor.

 

Pasien mungkin memerlukan tindakan operasi jika vaskulitis telah menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Dokter akan memberitahu dan berdiskusi dengan pasien mengenai jenis operasi yang diperlukan beserta risiko komplikasi dan manfaat dari tindakan.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran penanganan dari dokter. Tanda dan gejala yang dijelaskan di atas pun tidak secara spesifik merepresentasikan vaskulitis, sehingga bisa saja gejala atau tanda serupa juga terjadi pada kondisi medis lainnya.

 

Apabila mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti sesak napas, demam, dan mudah lelah, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dan penanganan yang tepat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk berkonsultasi dengan dokter, Anda bisa menggunakan fitur membuat janji temu di aplikasi MySiloam. Aplikasi ini juga dapat membantu Anda mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk menggunakan fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

National Heart, Lung, and Blood Institute. What Is Vasculitis?. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Vasculitis. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Vasculitis. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail