Penyakit Kawasaki: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Kawasaki: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

02 Mei 2025 6 menit waktu baca
Mengenal penyakit kawasaki

Kawasaki disease (penyakit Kawasaki) adalah kondisi medis berupa peradangan pada pembuluh darah, termasuk arteri, vena, dan kapiler. Mari simak informasi lengkap mengenai penyebab, gejala, pengobatan, hingga langkah pencegahan Kawasaki disease melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Penyakit Kawasaki (Kawasaki Disease)?

 

Seperti disebutkan di atas, penyakit Kawasaki atau Kawasaki disease adalah penyakit peradangan yang menyebabkan dinding pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh tubuh membengkak. Penyakit Kawasaki juga dikenal sebagai mucocutaneous lymph node syndrome, karena penyakit ini juga menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening dan selaput lendir di dalam mulut, hidung, mata, dan tenggorokan. 

 

Penyakit ini biasanya menyerang bayi dan anak-anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa. Laki-laki lebih sering mengalami penyakit ini dibandingkan perempuan dengan perbandingan 1,5:1. Anak laki-laki juga lebih mungkin menderita komplikasi dan kematian.

 

Penyakit Kawasaki cenderung jarang terjadi. Selain itu, kondisi ini juga sering kali bersifat akut  dan merupakan self-limiting disease (penyakit yang dapat sembuh sendiri), namun tetap perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi arteri koroner dan berkembang menjadi penyakit jantung pada anak-anak. Pasalnya, arteri koroner berfungsi untuk memasok darah yang kaya oksigen ke jantung.

 

Penyebab Penyakit Kawasaki

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab Kawasaki disease. Penelitian menyebutkan bahwa penyakit ini berkaitan dengan patogen yang bersumber dari angin (wind-borne) atau air (water-borne). Selain itu, terdapat dugaan bahwa kondisi ini juga berkaitan dengan kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua ke anak.

 

Sebagai informasi, Kawasaki disease juga bukan termasuk penyakit infeksi sehingga tidak bersifat menular. Hingga saat ini, belum ditemukan virus ataupun bakteri yang dapat menyebabkan penyakit Kawasaki. 

 

Namun, terdapat penelitian yang menyebutkan bahwa 40% anak yang terdiagnosis penyakit Kawasaki juga terjangkit virus terkait pernapasan yang kemungkinan bisa mencetuskan penyakit ini. 

 

Gejala Penyakit Kawasaki

 

Gejala penyakit Kawasaki memiliki karakteristik yang menyerupai gejala penyakit infeksi. Secara umum, gejala kondisi ini dapat muncul dalam tiga tahap yang bisa berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan. Berikut adalah masing-masing penjelasan terkait tahapan penyakit Kawasaki.

 

Tahap akut (terjadi pada minggu ke-1 sampai minggu ke-2):

 

  • Demam. Karakteristik demam pada penyakit Kawasaki adalah demam tinggi  mendadak. Demam bisa berlangsung selama 1–2 minggu, namun dapat bertahan selama 3–4 minggu jika tidak diobati.

  • Bibir dan lidah kering, pecah-pecah, serta kemerahan.

  • Muncul ruam merah pada tubuh.

  • Mata merah (konjungtivitis).

  • Tangan dan kaki membengkak serta memerah.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di area leher.

 

Tahap subakut (terjadi pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4):

 

  • Demam mereda.

  • Diare.

  • Muntah.

  • Sakit kepala.

  • Sakit perut.

  • Kulit di bagian jari tangan dan kaki mengelupas (deskuamasi).

  • Sendi membengkak dan terasa nyeri.

  • Kulit dan bagian putih mata tampak menguning (penyakit kuning).

  • Terdapat nanah di dalam urine.

  • Trombositosis (meningkatnya kadar trombosit di dalam darah).

  • Terbentuk aneurisma (tonjolan seperti balon) di pembuluh darah arteri.

 

Tahap penyembuhan atau konvalesen (terjadi pada minggu ke-4 sampai minggu ke-6):

 

Pada tahap konvalesen, gejala-gejala yang dialami penderita akan mulai mereda. Namun, kondisi anak cenderung masih lemas dan mudah lelah. Tahapan ini bisa berlangsung hingga 3 bulan sejak tahap akut. 

 

Selain itu, tahap konvalesen ini juga berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti gangguan pembuluh darah kronis dan gangguan jantung, terutama jika penyakit Kawasaki tidak segera ditangani dengan tepat.

 

Komplikasi Penyakit Kawasaki

 

Penyakit Kawasaki adalah kondisi yang perlu segera ditangani dengan tepat. Sebab, jika dibiarkan atau terlambat ditangani, kondisi ini berisiko menimbulkan sejumlah komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan jantung. Beberapa komplikasi tersebut di antaranya:

 

 

Bahkan, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, penyakit Kawasaki yang menyebabkan gangguan pembuluh darah jantung bisa menyebabkan kematian.

 

Diagnosis Penyakit Kawasaki

 

Dalam menegakkan diagnosis penyakit Kawasaki, dokter akan terlebih dahulu melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan yang dialami anak. Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi berbagai gejala akut pada pasien. Dokter juga dapat memeriksa kecukupan cairan pada tubuh pasien untuk memastikan anak tidak mengalami dehidrasi karena demam.

 

Untuk menegakkan diagnosis penyakit Kawasaki, dokter menggunakan kriteria yang dipublikasikan oleh American Heart Association, yaitu pasien harus mengalami demam >38,5 derajat Celcius selama 5 hari atau lebih, dan ditambah dengan setidaknya 4 kriteria di bawah ini (tidak harus terjadi bersamaan):

 

  • Mata merah (konjungtivitis) yang tidak nyeri dan tidak mengeluarkan eksudat (lendir atau belek).

  • Mulut dan faring kemerahan, lidah stroberi, atau bibir merah pecah-pecah.

  • Eksantema polimorf (ruam kemerahan di badan yang bermacam-macam bentuknya). Ruam kemerahan ini tidak gatal dan biasanya muncul pada 5 hari pertama. 

  • Pembengkakan pada tangan dan kaki disertai kemerahan pada telapak tangan serta telapak kaki.

  • Limfadenopati (benjolan kelenjar getah bening) di leher dengan diameter lebih dari 1,5 cm.

 

Apabila pasien tidak memenuhi kriteria di atas namun ditemukan hasil yang abnormal pada saat dilakukan ekokardiografi, diagnosis penyakit Kawasaki tetap dapat ditegakkan.

 

Selain itu, pasien juga dapat mengalami pengelupasan kulit di sekitar kuku saat 2–3 minggu setelah gejala pertama muncul. Kuku juga akan berubah bentuk yang ditandai dengan terbentuknya garis transversal di kuku (Beau’s lines). 

 

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit Kawasaki adalah sebagai berikut:

 

  • Pemeriksaan laboratorium darah dan urine untuk mengetahui kemungkinan penyakit infeksi atau peradangan lainnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan C-reactive protein dan erythrocyte sedimentation rate (ESR). Selain itu, temuan khas pada penyakit ini adalah sebagai berikut:

    • Hemoglobin rendah untuk usia pasien.

    • Sel darah putih >15.000/mm.

    • Jumlah trombosit >450.000/mm.

    • Albumin serum <3,0 g/dL.

    • Peningkatan alanin aminotransferase.

    • Sel darah putih pada urin >10/high-power field.

  • Ekokardiogram untuk mengevaluasi kondisi jantung, kekuatan pompa jantung, dan pembuluh darah jantung.

  • Elektrokardiogram (EKG) untuk mengevaluasi irama jantung pasien.

  • CT angiogram untuk melihat keadaan pembuluh darah di dalam tubuh pasien.

 

Pengobatan Penyakit Kawasaki

 

Tujuan pengobatan Kawasaki disease adalah untuk mengurangi peradangan pada pembuluh darah, mencegah terjadinya penggumpalan darah, serta menghindari risiko komplikasi pada jantung yang bisa mengancam nyawa. 

 

Dokter dapat menyarankan pasien untuk dirawat di rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Adapun beberapa tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani Kawasaki disease adalah sebagai berikut:

 

  • Suntik gammaglobulin (IVIG), yaitu pemberian obat berisi antibodi melalui intravena untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan jantung.  

  • Pemberian antikoagulan, seperti aspirin untuk meredakan demam dan peradangan.

  • Pemberian obat golongan kortikosteroid untuk meredakan peradangan. Kortikosteroid dapat digunakan apabila tubuh pasien tidak merespons tindakan IVIG atau jika berisiko tinggi mengalami gangguan jantung.

  • Pemberian obat-obatan tertentu untuk membantu mengendalikan gejala, seperti analgesik guna meredakan nyeri.

 

Selain pengobatan di rumah sakit, dokter juga dapat menyarankan orang tua pasien untuk melakukan sejumlah perawatan mandiri yang bisa dilakukan di rumah. Beberapa perawatan mandiri tersebut di antaranya:

 

  • Meletakkan kompres yang telah dibasahi air hangat suam kuku pada tubuh anak saat mengalami demam.

  • Mencukupi asupan cairan tubuh, baik dengan pemberian ASI ataupun air minum guna menghindari dehidrasi.

  • Tetap diperbolehkan untuk memandikan anak seperti biasa guna menjaga kebersihan tubuh si kecil.

 

Pencegahan Penyakit Kawasaki

 

Penyakit Kawasaki adalah kondisi yang tidak dapat dicegah, mengingat penyebabnya masih belum diketahui secara pasti. Namun, guna mencegah risiko terjadinya komplikasi, penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter jika si kecil mengalami gejala-gejala yang mengarah pada kondisi tersebut. Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter lewat layanan Telekonsultasi apabila menemukan gejala-gejala Kawasaki disease pada si kecil.

 

Telekonsultasi merupakan sebuah layanan dari Siloam Hospitals yang memungkinkan pasien untuk mendapatkan saran perawatan hingga resep obat-obatan dari dokter di mana saja dan kapan saja. Namun, ada beberapa jenis obat yang mewajibkan pasien untuk mengambilnya secara langsung atau self pick up.


Layanan tersebut dapat Anda akses dengan mudah melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk menemukan informasi jadwal, booking, serta membuat janji temu dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat secara online. Mari percayakan kesehatan Anda dan buah hati #BersamaSiloam!

 

telechat

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail