Multiple Myeloma - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Multiple Myeloma - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
multiple myeloma adalah

Multiple myeloma adalah salah satu jenis kanker darah yang menyerang sel plasma, yaitu sel darah putih yang berperan dalam pembangunan daya tahan tubuh dengan memproduksi antibodi dalam jumlah besar. Kanker ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri di tulang, utamanya tulang belakang dan panggul. Untuk mengetahui penyebab, gejala, dan pengobatannya, mari simak ulasan lengkap tentang multiple myeloma di bawah ini.

 

Apa itu Multiple Myeloma?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, kanker sel plasma atau multiple myeloma adalah jenis kanker yang menyerang sel plasma di sumsum tulang. Kondisi ini terjadi ketika sel plasma yang abnormal tumbuh secara berlebihan dan tidak terkendali, sehingga mengganggu sel-sel sehat di sekitarnya.

 

Pada kondisi ini, sel kanker juga memproduksi antibodi abnormal. Jadi, selain tidak dapat melindungi tubuh dari infeksi atau penyakit lainnya, tumpukan antibodi abnormal tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh.

 

Penyebab Multiple Myeloma

 

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab spesifik dari multiple myeloma. Namun, sama seperti jenis kanker pada umumnya, diyakini bahwa tumbuhnya sel plasma yang tidak normal, tak terkendali, dan bersifat kanker (sel mieloma) disebabkan oleh adanya mutasi atau perubahan DNA.

 

Normalnya, sel plasma akan memproduksi antibodi yang disebut protein M untuk melindungi tubuh. Namun, saat sudah berubah menjadi sel mieloma, antibodi tersebut tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Di sisi lain, sel-sel yang sehat (eritrosit, trombosit, dan leukosit) pun akan mati. 

 

Pada akhirnya, protein M menjadi menumpuk dan merusak beberapa organ, seperti tulang, ginjal, dan sistem saraf. Dari sinilah kanker multiple myeloma berasal. Di samping itu, kondisi ini juga sering dikaitkan dengan MGUS (monoclonal gammopathy of undetermined significance), yaitu suatu kondisi ketika tubuh memproduksi protein abnormal bernama paraprotein. Walaupun MGUS bukan kanker, namun pengidapnya akan memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengidap multiple myeloma.

 

Adapun beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya multiple myeloma adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia di atas 65 tahun.

  • Berjenis kelamin pria.

  • Obesitas atau berat badan berlebih.

  • Terdapat keluarga dengan riwayat MGUS atau multiple myeloma.

  • Pernah menjalani terapi radiasi.

  • Terkena paparan bahan kimia dalam jangka panjang.

 

Gejala Multiple Myeloma

 

Gejala pada multiple myeloma cukup bervariasi. Pada tahap awal, multiple myeloma mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Ketika gejala mulai muncul, penderita biasanya akan mengeluhkan rasa nyeri pada tulang, terutama di tulang belakang, dada, dan panggul. Kemudian, disusul dengan sejumlah gejala lain, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Mual dan atau muntah.

  • Nyeri perut.

  • Nyeri pada tulang.

  • Sembelit.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Kebingungan atau penurunan kesadaran.

  • Bengkak pada anggota tubuh.

  • Kelelahan.

  • Pucat.

  • Infeksi.

  • Penurunan berat badan.

  • Kelemahan.

  • Sering merasa haus.

  • Sering buang air kecil.

 

Diagnosis Multiple Myeloma

 

Untuk menegakkan diagnosis multiple myeloma, dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk membantu mengonfirmasi diagnosis.

 

Beberapa temuan khas pada multiple myeloma dikenal dengan mnemonik CRAB, yaitu calcium elevation (peningkatan kadar kalsium darah), renal dysfunction (disfungsi ginjal), anemia, dan bone pain with lytic lesion (nyeri tulang dengan adanya lesi kerusakan tulang).

 

Gejala CRAB dapat dilihat melalui   pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • Pemeriksaan darah. Hasil pemeriksaan darah dapat memberikan informasi tentang kadar protein M, fungsi ginjal, keseimbangan elektrolit, kadar sel darah, kadar kalsium, dan kadar asam urat.

  • Tes urine, untuk memeriksa kadar protein M.

  • Biopsi sumsum tulang.

  • Tes pencitraan, meliputi X-ray, MRI, CT scan, dan PET scan untuk melihat kondisi tulang.

 

Pengobatan Multiple Myeloma

 

Terkadang, multiple myeloma tidak menunjukkan gejala (disebut juga dengan smoldering multiple myeloma). Kondisi ini biasanya tidak memerlukan pengobatan sesegera mungkin, namun penderita tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan kanker.

 

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa perkembangan kanker semakin buruk, dokter dapat mengarahkan pasien untuk menjalani pengobatan. Adapun beberapa pengobatan untuk multiple myeloma adalah sebagai berikut:

 

  • Terapi target.

Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk menyerang atau memblokir bahan kimia tertentu dalam sel kanker. Dengan begitu, sel kanker tidak dapat berkembang lagi.

Terapi yang bertujuan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa menyerang sel kanker yang tersembunyi.

  • Terapi CAR-T cell.

Terapi ini bertujuan untuk melatih sistem kekebalan tubuh dalam melawan sel kanker multiple myeloma. Terapi dilakukan dengan mengambil sebagian sel darah putih, termasuk sel T dari darah kemudian mengirimkannya ke laboratorium untuk membentuk reseptor khusus. Reseptor tersebut nantinya akan membantu sel dalam mengenali penanda pada permukaan sel mieloma.

Pemberian obat-obatan tertentu untuk membunuh sel kanker.

  • Pemberian kortikosteroid.

Obat-obatan jenis kortikosteroid dapat membantu mengendalikan peradangan di dalam tubuh akibat pertumbuhan sel kanker.

Pengobatan kanker menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker.

  • Transplantasi sumsum tulang.

Dilakukan untuk menggantikan sumsum tulang yang telah rusak dengan sumsum tulang yang baru dari pendonor.

 

Komplikasi Multiple Myeloma

 

Beberapa komplikasi yang dapat disebabkan oleh multiple myeloma adalah infeksi berulang, masalah pada tulang, masalah pada fungsi ginjal, serta anemia. Anemia terjadi karena pertumbuhan sel mieloma secara terus-menerus dapat mengurangi produksi sel darah yang sehat.

 

Apabila ingin mendapatkan perawatan komprehensif untuk kanker, Anda dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi. MRCCC Siloam Hospitals menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk penanganan kanker, mulai dari deteksi dini, kemoterapi, radioterapi, dan berbagai prosedur lain yang dilakukan oleh tim dokter berpengalaman.

 

Agar bisa mendapatkan layanan lebih cepat, Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter di aplikasi MySiloam untuk membuat janji temu dengan dokter terkait. Mari unduh aplikasinya dan percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

message

ArticleDetail