Penyakit Behcet - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Behcet - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
penyakit behcet

Behcet’s disease atau penyakit Behcet adalah kondisi medis yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah hampir di seluruh bagian tubuh. Kondisi ini biasanya dapat mereda dengan sendirinya, namun kemudian bisa kambuh kembali. Kenali apa itu penyakit Behcet, termasuk penyebab, gejala, hingga pengobatannya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Penyakit Behcet?

 

Penyakit Behcet, Behcet’s disease, atau juga dikenal sebagai Behcet’s syndrome adalah penyakit langka yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Kondisi ini merupakan salah satu jenis vaskulitis kronis yang bisa menyerang pembuluh darah arteri maupun vena.

 

Penyebab Penyakit Behcet

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya Behcet’s disease. Namun, para ahli menduga bahwa kondisi ini terkait dengan penyakit autoimun. Dalam kondisi tersebut, sistem imun tubuh memproduksi antibodi yang secara keliru menyerang pembuluh darah yang sehat. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.

 

Di samping itu, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit Behcet adalah sebagai berikut:

 

  • Berjenis kelamin laki-laki.

  • Berusia 20–30 tahun.

  • Menderita infeksi virus maupun bakteri.

  • Memiliki gen HLA-B51 yang diwariskan dari keluarga.

 

Gejala Penyakit Behcet

 

Penyakit Behcet dapat menimbulkan gejala yang beragam, tergantung pada lokasi pembuluh darah yang terdampak. Namun, bagian tubuh yang paling sering mengalami kondisi ini, di antaranya rongga mulut, kulit, area kelamin, pembuluh darah besar, sendi, mata, saluran pencernaan, serta otak.

 

Secara umum, berikut adalah gejala-gejala umum Behcet’s disease berdasarkan bagian tubuh yang terdampak:

 

  • Rongga mulut: Sariawan dan luka pada mulut. Awalnya, luka pada mulut ini berupa lesi berbentuk bulat dan menonjol, kemudian berubah menjadi bisul yang terasa menyakitkan. Luka ini biasanya sembuh dalam jangka waktu 1–3 minggu, meski nantinya berpotensi kambuh kembali.

  • Kulit: Munculnya lesi yang menyerupai jerawat (eritema nodosum), bintil-bintil merah, dan nyeri tekan (tenderness), terutama pada kaki bagian bawah.

  • Alat kelamin: Luka terbuka berwarna kemerahan pada skrotum atau vulva. Luka ini biasanya terasa nyeri dan dapat meninggalkan bekas.

  • Pembuluh darah besar: Nyeri, kemerahan, dan bengkak di lengan atau kaki akibat adanya penggumpalan darah pada bagian tubuh tersebut.

  • Sendi: Nyeri dan bengkak pada sendi yang terdampak, biasanya di area lutut. Namun, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada persendian lainnya, seperti siku, pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

  • Mata: Peradangan pada uvea mata (uveitis) menimbulkan gejala berupa nyeri, kemerahan, dan penglihatan kabur. Kondisi ini umumnya terjadi pada kedua mata.

  • Sistem pencernaan: Dapat menimbulkan gejala berupa sakit perut, perdarahan pada saluran cerna, dan diare.

  • Otak: Gejala yang dapat muncul, di antaranya sakit kepala, demam, disorientasi, gangguan keseimbangan tubuh, hingga stroke.

 

Gejala-gejala tersebut dapat mereda dengan sendirinya, namun bisa kambuh kembali di kemudian hari.

 

Diagnosis Penyakit Behcet

 

Pada dasarnya, tidak ada tes khusus yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyakit Behcet. Dalam menegakkan diagnosis kondisi ini, dokter biasanya akan mengidentifikasinya melalui tanda dan gejala yang dialami oleh pasien. Pasalnya, hampir semua penderita Behcet’s disease mengalami sariawan yang kambuh setidaknya tiga kali dalam 12 bulan terakhir.

 

Di samping sariawan, penegakan diagnosis Behcet’s disease dapat dilakukan apabila pasien mengalami setidaknya dua gejala tambahan dari kondisi-kondisi berikut ini:

 

  • Luka pada alat kelamin yang berulang.

  • Peradangan pada mata.

  • Luka pada kulit.

 

Selain itu, beberapa pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis penyakit Behcet adalah sebagai berikut:

 

  • Tes darah, tes urine, atau tes laboratorium lainnya untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lain.

  • Tes pathergy. Melalui prosedur ini, dokter akan menusukkan jarum steril ke kulit pasien dan memeriksa area tersebut pada 1–2 hari kemudian. Jika terbentuk benjolan merah kecil di area tusukkan, maka pasien bisa dinyatakan positif mengalami penyakit Behcet.

  • Tes pencitraan, seperti sinar-X, CT scan, dan MRI.

  • Biopsi kulit.

 

Pengobatan Penyakit Behcet

 

Pengobatan penyakit Behcet bertujuan untuk mengurangi peradangan dan mencegah terjadinya komplikasi. Metode pengobatannya bermacam-macam, di mana hal tersebut dapat dilakukan sesuai dengan tingkat keparahan dan gejala yang muncul. Namun, beberapa jenis obat yang dapat diberikan untuk menangani kondisi ini adalah:

 

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, untuk menangani peradangan dan nyeri sendi.

  • Kortikosteroid, seperti prednison, untuk menekan aktivitas sistem imun tubuh serta mengurangi peradangan.

  • Imunosupresan, seperti azathioprine, methotrexate, cyclosporine, atau cyclophosphamide, untuk membantu menekan aktivitas sistem imun tubuh.

  • Agen biologi tertentu, seperti interferon alfa-2b, untuk mengontrol respons sistem imun tubuh dan membantu mengontrol peradangan.

 

Selain itu, untuk membantu meredakan gejala yang dialami oleh pasien, dokter dapat memberikan obat-obatan berikut ini:

 

  • Krim, gel, atau salep yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan nyeri pada kulit.

  • Obat kumur yang mengandung kortikosteroid untuk mengurangi rasa nyeri akibat sariawan.

  • Obat tetes mata yang mengandung kortikosteroid untuk meredakan nyeri dan kemerahan pada mata.

 

Komplikasi Penyakit Behcet

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, Behcet’s disease dapat menimbulkan komplikasi yang memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Pada dasarnya, komplikasi akibat Behcet’s disease cenderung beragam, tergantung pada letak dan jenis pembuluh darah yang mengalami peradangan. Namun, beberapa komplikasi Behcet’s disease yang umum terjadi, di antaranya:

 

  • Uveitis.

  • Stroke.

  • Perforasi usus. Kondisi ini juga bisa menimbulkan peritonitis.

  • Pecahnya aneurisma yang bisa menimbulkan perdarahan hebat apabila peradangan terjadi di pembuluh darah besar.

 

Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, penyakit Behcet tetap memerlukan tindakan medis dengan tepat agar tidak menimbulkan komplikasi yang telah dijelaskan di atas. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala yang mengarah pada kondisi tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals.

 

Anda dapat menemukan informasi jadwal, booking, hingga membuat janji temu dengan dokter Siloam Hospitals secara praktis melalui fitur yang tersedia pada aplikasi MySiloam. Selain itu, aplikasi tersebut juga bisa digunakan untuk melakukan konsultasi dengan dokter pilihan secara virtual.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail