Kesehatan Tubuh
Eosinofilia Paru, Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Eosinofilia paru (pulmonary eosinophilia) adalah suatu kondisi ketika paru-paru mengalami peradangan akibat peningkatan produksi eosinofil, salah satu jenis sel darah putih. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri pada dada, batuk kering, demam, dan sejumlah gejala lainnya. Lantas, apa yang memicu peningkatan eosinofil di dalam tubuh? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Eosinofilia Paru?
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, eosinofilia paru atau pulmonary eosinophilia adalah peradangan pada paru-paru yang terjadi ketika produksi eosinofil (jenis sel darah putih) dalam tubuh meningkat atau terlalu banyak.
Sebagai informasi, eosinofil adalah jenis sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem imun tubuh dalam melawan penyakit infeksi bakteri dan parasit, serta membantu mengontrol respons imun terhadap reaksi alergi. Normalnya, kadar eosinofil di dalam darah adalah 0–5% dari total leukosit secara keseluruhan.
Penyebab Eosinofilia Paru
Berdasarkan penyebabnya, eosinofilia paru terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer atau primary pulmonary eosinophilia dan sekunder atau secondary pulmonary eosinophilia. Eosinofilia paru primer terjadi karena penyebab yang tidak diketahui (idiopatik). Adapun kondisi yang termasuk dalam primary pulmonary eosinophilia adalah sebagai berikut:
-
Acute eosinophilic pneumonia (AEP).
-
Chronic eosinophilic pneumonia (CEP).
-
Eosinophilic granulomatosis with polyangiitis (EGPA).
-
Hypereosinophilic syndrome (HES).
Sementara itu, sebagian besar eosinofilia paru sekunder disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut:
-
Alergi obat-obatan, seperti sulfonamide antibiotic atau obat antiinflamasi nonsteroid, misalnya ibuprofen.
-
Infeksi jamur, seperti Aspergillus fumigatus atau Pneumocystis jirovecii.
-
Infeksi parasit, seperti cacing gelang Ascaris lumbricoides atau Necator americanus, serta cacing tambang Ancylostoma duodenale.
-
Paparan zat kimia beracun yang terhirup, misalnya obat-obatan terlarang seperti kokain.
Gejala Eosinofilia Paru
Gejala eosinofilia paru cukup bervariasi, mulai dari tidak ada sama sekali, ringan, hingga berat. Bahkan, pada sebagian orang, gejala mungkin saja bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Secara umum, beberapa gejala pulmonary eosinophilia adalah sebagai berikut:
-
Nyeri pada dada.
-
Batuk kering.
-
Demam.
-
Badan terasa tidak enak secara keseluruhan.
-
Napas cepat.
-
Ruam.
Diagnosis Eosinofilia Paru
Untuk menegakkan diagnosis eosinofilia paru, dokter akan terlebih dahulu melakukan tanya jawab medis (anamnesis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien secara keseluruhan. Kemudian, dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik, salah satunya mendengarkan suara napas menggunakan alat stetoskop.
Pada pemeriksaan ini, dokter mungkin akan mendengar suara berderak atau “kresek” yang disebut sebagai rales. Suara ini dapat menunjukkan adanya peradangan pada paru-paru. Selain itu, dokter juga dapat menyarankan sejumlah pemeriksaan tambahan guna mengonfirmasi diagnosis eosinofilia paru secara lebih akurat. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:
-
Pemeriksaan hitung darah lengkap untuk melihat peningkatan jumlah sel darah putih, terutama eosinofil.
-
Rontgen dada untuk melihat adanya bayangan abnormal yang dikenal sebagai infiltrat.
-
Bronkoskopi untuk melihat seberapa banyak jumlah eosinofil dalam cairan yang diambil dari rongga bronkoalveolar.
-
Prosedur pengeluaran isi perut (gastric lavage) untuk melihat ada atau tidaknya cacing Ascariasis atau parasit lain.
Pengobatan Eosinofilia Paru
Penanganan terhadap pulmonary eosinophilia akan disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, apabila penderita mempunyai alergi terhadap obat-obatan tertentu, dokter biasanya akan meminta pasien untuk menghentikan konsumsinya. Namun, jangan pernah berhenti minum obat tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Jika disebabkan oleh infeksi, dokter akan memberikan resep obat antibiotik atau antiparasit, tergantung jenis mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Terkadang, dokter juga memberikan obat antiinflamasi atau kortikosteroid bagi pasien yang menderita eosinofilia paru.
Eosinofilia paru jarang menimbulkan komplikasi yang serius. Namun, sebaiknya Anda segera mengunjungi Siloam Hospitals untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) jika Anda atau kerabat merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini atau gangguan pada sistem pernapasan lainnya.
Lebih lanjut lagi, apabila Anda ingin melakukan pemeriksaan kesehatan paru-paru secara keseluruhan atau deteksi dini gangguan di paru-paru, Anda bisa memesan paket medical check up Skrining Kesehatan Paru dari Siloam Hospitals. Paket tersebut sudah termasuk tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







