Gastrektomi - Tujuan, Prosedur, dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Gastrektomi - Tujuan, Prosedur, dan Efek Sampingnya

19 Mei 2025 4 menit waktu baca
gastrektomi adalah

Operasi pemotongan lambung atau gastrektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh organ lambung. Prosedur ini kerap dimanfaatkan guna mengatasi perdarahan pada lambung, kanker atau tumor lambung, bahkan obesitas. Pahami lebih lanjut tentang apa itu gastrektomi melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Gastrektomi?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, operasi pemotongan lambung atau gastrektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan mengangkat lambung. Gastrektomi dapat dilakukan secara total (gastrektomi total), yaitu mengangkat organ lambung secara keseluruhan, atau parsial (gastrektomi parsial), yakni hanya mengangkat sebagian lambung.

 

Gastrektomi merupakan salah satu pilihan utama untuk pengobatan tumor jinak ataupun ganas pada lambung. Kanker lambung adalah keganasan kelima yang paling umum di seluruh dunia dan reseksi lambung atau gastrektomi menjadi salah satu strategi agar pasien dapat bertahan hidup dalam jangka panjang dan meningkatkan harapan untuk sembuh.

 

Tujuan Gastrektomi

 

Gastrektomi adalah prosedur yang paling sering digunakan untuk mengobati kanker lambung. Gastrektomi juga termasuk sebagai perawatan paliatif, yaitu perawatan yang dilakukan apabila kanker tidak dapat disembuhkan. Operasi ini dilakukan karena dapat membantu meredakan gejala kanker, seperti perdarahan dan nyeri di lambung. Namun, tidak hanya kanker lambung, beberapa kondisi lain yang dapat diatasi dengan gastrektomi adalah:

 

  • Tumor jinak di lambung.

  • Gastritis (peradangan pada lapisan perut).

  • Obesitas yang mengancam jiwa.

  • Cedera yang merusak lambung.

  • Perdarahan yang parah pada lambung.

  • Perforasi lambung (terdapat lubang pada dinding lambung).

  • Polip lambung (pertumbuhan jaringan pada dinding lambung).

  • Ulkus peptikum (tukak lambung).

  • Ulkus duodenum (luka terbuka pada usus halus).

  • Kanker esofagus.

 

Jenis-Jenis Gastrektomi

 

Gastrektomi terbagi menjadi empat jenis yang masing-masing tujuannya berbeda. Beberapa di antaranya adalah gastrektomi parsial, gastrektomi total, sleeve gastrectomy, dan esofagogastrektomi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

  • Gastrektomi parsial (pemotongan lambung sebagian)

Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengatasi kanker lambung yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Setelah dipotong dan diangkat, bagian lambung yang tersisa akan dihubungkan dengan usus halus.

  • Gastrektomi total (pemotongan lambung seluruhnya)

Pada prosedur ini, dokter mengangkat organ lambung secara keseluruhan, lalu akan  menghubungkan esofagus dengan usus kecil.

  • Sleeve gastrectomy

Operasi pemotongan lambung ini digunakan untuk mengecilkan kapasitas lambung hingga 70–80%, di mana tujuan utamanya adalah menurunkan berat badan pada penderita obesitas.

  • Esofagogastrektomi (operasi pemotongan esofagus dan lambung)

Prosedur pembedahan ini mengangkat kerongkongan atau esofagus dan pada beberapa kasus disertai bagian atas lambung.

 

Sebelum Gastrektomi

 

Sebelum operasi gastrektomi, pasien akan diminta untuk berpuasa selama 6 jam atau lebih, tergantung dari anjuran dokter. Bagi pasien dengan pencernaan lambat hanya boleh mengonsumsi air putih selama 1 hari sebelum operasi dilakukan. 

 

Dokter juga akan melakukan wawancara medis (anamnesis) mengenai gejala dan rwiayat medis pasien, pemeriksaan fisik secara lengkap, serta beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah dan tes pencitraan untuk memastikan kondisi kesehatan pasien.

 

Dalam hal ini, pasien juga harus memberitahu dokter mengenai obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter mungkin akan meminta pasien menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut selama beberapa hari sebelum operasi. Bagi pasien yang memiliki kebiasaan merokok, hal ini juga harus dihentikan untuk meminimalkan risiko komplikasi setelah operasi.

 

Prosedur Gastrektomi

 

Tepat sebelum operasi gastrektomi, dokter akan memberikan anestesi umum agar pasien tertidur dan tidak merasakan sakit selama operasi berlangsung. Setelah obat bius bekerja, maka dokter akan memulai operasi. Gastrektomi dapat dilakukan melalui dua metode, yaitu bedah terbuka dan laparoskopi.

 

Jika dilakukan dengan bedah terbuka, dokter akan membuat satu sayatan besar di perut. Sedangkan bila melalui teknik laparoskopi, dokter membuat 4 sayatan kecil untuk memasukkan alat laparoskop dan instrumen bedah lainnya. Setelah proses pemotongan dan pengangkatan lambung selesai, dokter akan menjahit sayatan serta memindahkan pasien ke ruang pemulihan. 

 

Teknik laparoskopi merupakan teknik minimally invasive (invasi minimal) yang hanya membutuhkan sayatan kecil, nyeri minimal, komplikasi lebih sedikit, dan penyembuhannya lebih cepat dibandingkan bedah terbuka (open surgery). 

 

Setelah Gastrektomi

 

Mengingat gastrektomi adalah operasi besar, maka diperlukan waktu beberapa hari bagi pasien hingga kembali pulih. Beberapa hari setelah operasi, pasien tidak bisa mengonsumsi makanan apa pun untuk memulihkan pencernaan sehingga nutrisi akan diberikan melalui infus.

 

Setelah satu minggu, pasien biasanya sudah diperbolehkan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna. Namun, memiliki lambung yang lebih kecil membuat pasien harus beradaptasi atau mengubah pola makan, seperti:

 

  • Makan dalam porsi kecil tapi sering.

  • Makan dan minum di waktu yang berbeda.

  • Memperhatikan asupan serat.

  • Menghindari susu serta produk olahannya.

  • Mengonsumsi suplemen.

 

Efek Samping Gastrektomi

 

Gastrektomi dapat menimbulkan efek samping berupa dumping syndrome. Sindrom ini terjadi ketika usus kecil harus mencerna makanan dalam jumlah besar sekaligus sehingga penderitanya akan merasa mual, muntah, bahkan diare sesaat atau dalam beberapa jam setelah makan.

 

Beberapa efek samping lain setelah gastrektomi adalah gula darah naik turun terlalu cepat, berkeringat, detak jantung meningkat, cepat merasa lelah, dan kebingungan. Gejala ini mungkin akan hilang timbul selama 3–6 bulan hingga sistem pencernaan bisa beradaptasi kembali.

 

Apabila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada efek samping yang membuat tidak nyaman setelah operasi, segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah di Siloam Hospitals untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

 

Jika direkomendasikan oleh dokter, Anda juga dapat memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap yang berguna untuk mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan yang menjadi penyebab munculnya gejala seperti sakit perut. Pemesanan bisa dilakukan secara mudah dan cepat melalui aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam (1)

 

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail