Kesehatan Mental
Jenis OCD (Obsessive Compulsive Disorder) yang Perlu Dipahami

Table of Contents
Gangguan obsesif kompulsif, obsessive compulsive disorder, atau OCD adalah masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan gangguan cemas yang dapat membuat penderitanya terobsesi untuk melakukan tindakan tertentu berulang kali. OCD terbagi menjadi beberapa jenis, apa saja itu? Mari pahami lebih lanjut tentang jenis-jenis OCD melalui ulasan di bawah ini.
Jenis-Jenis OCD (Obsessive Compulsive Disorder)
Obsessive compulsive disorder atau OCD adalah tipe gangguan mental yang menyebabkan penderitanya memiliki obsesi (pikiran yang mengganggu dan timbul terus menerus) dan melakukan ritual atau tindakan tertentu secara berulang hingga ia merasa lega (kompulsi). Namun, gejala OCD bisa berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis OCD.
1. Contamination
Penderita jenis OCD ini biasanya merasa terganggu dengan perasaan tidak nyaman yang berkaitan dengan penularan atau kontaminasi kotoran, baik yang realistis maupun tidak realistis. Hal ini membuat penderitanya merasa tertekan saat menyentuh benda-benda yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti gagang pintu.
Dari semua jenis atau manifestasi klinis OCD, obsesi terhadap kontaminasi adalah yang paling umum terjadi dan dorongan untuk membersihkan merupakan jenis kompulsi kedua yang paling umum. Perasaan tertekan tersebut membuat penderita jenis OCD ini berusaha membersihkan sesuatu yang dianggap terkontaminasi secara berlebihan untuk mengurangi perasaan tidak nyaman tersebut.
Pada kondisi yang lebih parah, upaya ini bahkan bisa menimbulkan masalah fisik, seperti iritasi kulit dan perdarahan.Contohnya, penderita mungkin merasa tangannya kotor setelah menyentuh eskalator atau khawatir bahwa tangan yang dianggap terkontaminasi tersebut menyebarkan kuman pada orang lain. Untuk menghilangkan perasaan dan pikiran negatif itu, ia akan mencuci tangan berulang kali selama berjam-jam hingga penderita merasa lebih baik.
2. Checking Compulsions
OCD tipe ini ditandai dengan pikiran yang intens (obsesi) terkait dengan ketakutan membahayakan, merusak, serta merugikan diri sendiri atau orang lain. Akibatnya, penderita akan melakukan tindakan pengecekan berulang untuk meredakan rasa takut dan tertekan yang dialaminya. Sebagai contoh, penderita takut rumahnya terbakar saat ditinggal keluar.
Akibat kekhawatiran yang tak bisa ia dikendalikan tersebut, penderita akhirnya akan melewati bagian depan rumah secara berulang kali sebelum benar-benar pergi untuk memastikan bahwa tidak ada api. Tindakan pemeriksaan tersebut biasanya akan dilakukan berkali-kali dan memerlukan waktu yang lama, sehingga dapat berdampak pada kehidupan penderita.
3. Hoarding
Jenis OCD hoarding disorder merupakan jenis paling banyak terjadi pada penderita OCD. Pada kondisi ini, penderita memiliki obsesi untuk menimbun barang-barang yang sudah tidak digunakan, atau bahkan sampah di dalam ruangan. Hal ini umumnya disebabkan oleh perasaan bahwa mereka perlu untuk menyimpan barang-barang tersebut dan perasaan tidak nyaman yang dirasakan saat memikirkan untuk menyingkirkan barang yang sudah tidak digunakan.
Kondisi ini dapat menyebabkan ruangan dipenuhi dengan barang sehingga penderita kesulitan untuk tinggal di dalamnya. Penderita OCD tipe ini cenderung mengalami kecemasan dan depresi yang lebih tinggi daripada orang dengan jenis OCD lainnya. Bahkan, penderita sering kali tidak bisa mendapatkan pekerjaan tetap.
4. Obsessions without Visible Compulsions
Jenis OCD ini membuat penderitanya merasakan obsesi yang tidak diinginkan seputar tema seksual, religius, atau perilaku agresif. Misalnya, pikiran yang mendorong untuk menjadi pelaku pelecehan seksual atau menyerang seseorang. Hal ini membuat penderitanya melakukan berbagai cara untuk menghindari obsesi tersebut, misalnya dengan melafalkan kata-kata tertentu atau berhitung di dalam kepala.
5. Symmetry and Ordering
Tipe OCD ini ditandai dengan keinginan yang kuat untuk mengatur dan menata ulang benda-benda sampai dirasa tepat. Misalnya, penderita terus-menerus mengatur posisi buku di rak buku hingga tersusun secara rapi berdasarkan warna yang sama. Jenis OCD ini juga membuat penderitanya berpikir atau mengucapkan kata-kata berulang kali sampai tugasnya selesai dengan sempurna.
Terkadang, dorongan untuk menata, mengurutkan, dan menghitung tersebut dilakukan untuk menangkal potensi yang dianggap berbahaya. Sebagai contoh, bila penderita tidak menata buku dengan sempurna, penderita menganggap bahwa ia akan mengalami kecelakaan di jalan. Kendati demikian, sebenarnya orang dengan jenis OCD ini tidak selalu begitu.
6. Jenis OCD Lainnya
Selain lima jenis utama di atas, terdapat beberapa jenis OCD lainnya yang mungkin dialami oleh beberapa orang, termasuk relationship OCD, just right OCD, false memory OCD, dan magical thinking OCD. Berikut adalah masing-masing penjelasannya.
-
Relationship OCD: Gangguan ini melibatkan pengalaman pikiran obsesif dan kompulsif yang berkaitan dengan hubungan romantis seseorang, ditandai dengan keraguan penderita terhadap pasangannya.
-
Just right OCD: Kondisi ini didorong oleh perasaan bahwa segala sesuatu terlihat tidak tepat sehingga penderita akan melakukan perilaku kompulsif, seperti menghitung, menyentuh, meluruskan, menjajarkan, dan lain-lain.
-
Magical thinking OCD: Kondisi ini membuat penderitanya memiliki pemikiran magis, yaitu penderita percaya bahwa jika mereka tidak terlibat dalam perilaku tertentu, peristiwa yang sama sekali tidak terkait akan terjadi.
-
False memory OCD: Orang dengan subtipe OCD ini sering mengalami pikiran yang meragukan. Misalnya, mereka mungkin khawatir tentang hal-hal yang mungkin tidak sengaja mereka lakukan di masa lalu, seperti apakah mereka secara tidak sengaja mencuri sesuatu atau lupa membayar sesuatu di toko.
-
Indecisiveness (keraguan): Subtipe OCD ini didefinisikan dengan waktu pengambilan keputusan yang lebih lama serta peningkatan untuk pencarian suatu informasi. Penderita OCD jenis ini mengalami obsesi menunda atau menghindari pengambilan keputusan untuk meminimalkan risiko membuat kesalahan atau tidak sempurna. Misalnya, keragu-raguan dapat memengaruhi jumlah waktu yang diperlukan untuk mengulangi perilaku kompulsif, seperti jumlah penutupan yang diperlukan untuk benar-benar menutup pintu atau mengetahui kapan harus berhenti mencuci tangan agar benar-benar bersih. Pasien OCD jenis ini juga mungkin menghindari situasi yang mengharuskan ia mengambil suatu keputusan tertentu dan penderita juga cenderung merencanakan setiap aspek kehidupan mereka untuk mengurangi ketidakpastian.
Apapun jenisnya, OCD adalah gangguan mental yang harus segera ditangani karena berisiko menurunkan kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, jika Anda atau kerabat mengalami gejala yang mengarah pada OCD, mengunjungi Psikiatri di Siloam Hospitals bisa menjadi langkah awal untuk menangani kondisi tersebut dengan tepat.
Atau, gunakan juga layanan Telekonsultasi yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan saran perawatan serta resep obat-obatan dari dokter tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan obat-obatan tertentu, seperti antidepresan dan antipsikotik, pasien perlu mengambilnya secara langsung atau self pick up.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini







