Neuralgia Oksipital - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Neuralgia Oksipital - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

09 Mei 2025 4 menit waktu baca
neuralgia oksipital

Neuralgia oksipital adalah salah satu jenis gangguan sakit kepala akibat adanya peradangan atau cedera pada saraf oksipital. Kondisi ini mungkin hampir mirip dengan migrain atau jenis sakit kepala lainnya karena gejalanya yang serupa. Karena itu, dibutuhkan diagnosis dari dokter agar penderita mendapatkan pengobatan yang tepat. Simak penjelasan selengkapnya tentang neuralgia oksipital melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu Neuralgia Oksipital?

Seperti yang sudah dijelaskan, neuralgia oksipital adalah gangguan sakit kepala yang terjadi ketika saraf oksipital mengalami peradangan atau cedera. Sebagai informasi, saraf oksipital adalah salah satu saraf yang berperan penting dalam fungsi sensorik sebagian area kepala. Saraf ini berjalan dari bagian atas sumsum tulang belakang hingga ke kulit kepala bagian belakang. Nyeri sering kali terasa di bagian belakang kepala atau pangkal tengkorak.

 

Neuralgia oksipital dapat berlangsung beberapa detik saja atau hingga berjam-jam. Pada sebagian besar orang, gejala dapat berkurang dengan perawatan noninvasif (tanpa tindakan pembedahan). Nyeri biasanya akan hilang ketika kerusakan saraf mulai berkurang atau sudah sembuh.

Penyebab Neuralgia Oksipital

Sakit kepala oksipital terjadi ketika ada tekanan atau iritasi pada saraf oksipital, umumnya karena cedera atau peradangan. Pada beberapa kasus, dokter tidak dapat menemukan penyebab pastinya. Selain itu, beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko neuralgia oksipital adalah:

 

  • Trauma (cedera) pada bagian belakang kepala.

  • Osteoartritis tulang belakang bagian leher.

  • Tumor di leher.

  • Otot leher tegang.

  • Penyakit diskus servikal).

  • Infeksi.

  • Peradangan pembuluh darah.

  • Gout.

  • Diabetes.

Gejala Neuralgia Oksipital

Nyeri kepala oksipital bisa berlangsung sebentar atau bersifat kronis (dalam waktu yang lama). Nyeri tersebut biasanya dimulai di belakang satu mata atau di bagian belakang kepala, lalu menjalar ke kulit kepala. Pada beberapa individu, nyeri kepala oksipital dapat dipicu oleh sentuhan yang biasanya tidak menyebabkan nyeri, seperti saat menyisir rambut. Beberapa karakteristik nyeri akibat neuralgia oksipital adalah sebagai berikut:

 

  • Muncul di salah satu (seperti migrain) atau kedua sisi kepala.

  • Nyeri seperti terbakar.

  • Nyeri seperti tersengat listrik.

  • Muncul tiba-tiba.

  • Terasa tajam dan menusuk.

  • Berdenyut. 

  • Disertai sensitivitas terhadap cahaya (tidak kuat melihat cahaya).

  • Nyeri di belakang telinga.

Diagnosis Neuralgia Oksipital

Dalam proses diagnosis neuralgia oksipital, dokter biasanya memulai dengan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat medis pasien. Namun, mengingat gejalanya yang hampir mirip dengan jenis sakit kepala lainnya, sakit kepala oksipital mungkin memerlukan pemeriksaan yang lebih rinci.

Tidak ada pemeriksaan yang secara khusus digunakan untuk memastikan neuralgia oksipital. Namun, dokter mungkin saja mempertimbangkan tes tambahan untuk pasien, seperti:

  • CT scan atau MRI untuk mendapatkan gambaran tulang belakang secara jelas, seperti untuk melihat apakah ada penyakit diskus servikal.

  • Blok saraf oksipital untuk menentukan apakah nyeri berasal dari saraf tersebut.

Pengobatan Neuralgia Oksipital

Pengobatan sakit kepala oksipital berfokus pada pengurangan rasa sakit ketika gejala timbul. Pengobatan ini bisa mencakup perawatan bedah atau nonbedah. Adapun beberapa perawatan nonbedah yang sering digunakan oleh dokter untuk mengatasi jenis sakit kepala oksipital adalah:

 

  • Terapi panas atau penggunaan bantalan pemanas pada area yang terkena.

  • Terapi pijat.

  • Blok saraf melalui suntikan obat bius dan steroid.

  • Terapi fisik (fisioterapi).

  • Suntikan toksin botulinum (botox).

  • Obat untuk mengurangi peradangan, seperti antikonvulsan (antikejang), relaksan otot (pelemas otot), dan obat antiinflamasi nonsteroid.

 

Jika gejala tidak membaik dengan perawatan nonbedah dan rasa nyeri sangat mengganggu hingga membatasi aktivitas sehari-hari, dokter dapat merekomendasikan beberapa perawatan bedah berikut ini:

 

  • Stimulasi saraf oksipital: Menempatkan elektroda pada saraf oksipital untuk menghentikan sinyal nyeri mencapai otak.

  • Stimulasi sumsum tulang belakang: Menempatkan elektroda pada sumsum tulang belakang untuk memblokir sinyal nyeri mencapai otak.

  • Dekompresi mikrovaskular: Menemukan dan memperbaiki pembuluh darah yang mungkin menekan saraf untuk mengurangi nyeri.

  • Operasi pelepasan oksipital: Membuat sayatan di bagian belakang leher untuk melepaskan saraf oksipital dari otot atau jaringan ikat yang menekannya.

  • Ganglionektomi: Operasi ini melibatkan pengangkatan sel-sel saraf tertentu di bagian atas tulang belakang.

Pencegahan Neuralgia Oksipital

Rasa nyeri kepala yang tiba-tiba muncul pada orang dengan neuralgia oksipital mungkin sulit untuk dicegah. Namun, guna meredakannya, penderita dapat mencoba melakukan peregangan (stretching) dan memijat leher untuk melemaskan  otot leher yang tegang. Selain itu, penderita juga bisa melakukan latihan chin tuck beberapa kali seminggu. Berikut langkah-langkahnya:

 

  • Berdirilah dengan punggung menempel di dinding dan kaki dibuka selebar bahu.

  • Perlahan-lahan, tekuk dagu ke arah dada dan tarik kepala ke belakang hingga menyentuh dinding.

  • Tahan posisi ini selama 5–10 detik.

 

Sebagai informasi, tanda serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi neuralgia oksipital. Dengan kata lain, gejala-gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis lainnya, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang akurat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda bisa memanfaatkan fitur yang tersedia di aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat melihat riwayat kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Occipital Neuralgia. Diakses pada 2024 | American Association of Neurological Surgeons (AANS). Occipital Neuralgia. Diakses pada 2024 | WebMD. Occipital Neuralgia: What Is It?. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail