Mengenal Olahraga Padel, Ini Manfaat yang Ditawarkan!
Pola Hidup Sehat

Mengenal Olahraga Padel, Ini Manfaat yang Ditawarkan!

28 November 2025 5 menit waktu baca
padel adalah

 

Padel adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis dan squash. Olahraga ini dimainkan secara berpasangan di lapangan yang ditutupi dengan dinding kaca dan pagar dengan ukuran lapangan lebih kecil dari lapangan tenis. Meski tergolong baru di Indonesia, olahraga ini populer di semua kalangan karena permainannya yang cukup mudah. Tidak hanya populer, olahraga padel juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Apa saja itu? Mari simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu Padel?

 

Padel adalah salah satu jenis olahraga raket yang mengombinasikan tenis dan squash. Olahraga ini berasal dari Amerika Selatan pada tahun 1970-an. Kini, padel semakin populer dan telah menyebar ke lebih dari 40 negara di dunia.

 

Padel dimainkan dalam lapangan yang berukuran lebih kecil daripada lapangan tenis. Olahraga ini menarik perhatian semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, karena tidak membutuhkan kemampuan teknis tinggi atau peralatan yang kompleks.

 

Manfaat Olahraga Padel

 

Penelitian dalam International Journal of Environment Research and Public Health menunjukkan bahwa latihan padel secara rutin dapat meningkatkan kebugaran fisik dan menunjang kesehatan, tidak hanya pada orang dewasa namun juga anak-anak. Secara lebih spesifik, padel tidak hanya memberikan manfaat untuk kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental. Berikut penjelasannya:



1. Meningkatkan Kebugaran Fisik dan Kesehatan Kardiovaskular

 

Padel termasuk dalam olahraga “intermittent whole-body effort” yang berarti melibatkan banyak gerakan tubuh secara periodik, termasuk lari pendek, akselerasi/deselerasi, perubahan arah, dan sebagainya. Hal ini dapat memicu peningkatan detak jantung dan sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Karenanya padel menjadi salah satu olahraga yang baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru.

 

Sebagai bagian dari latihan fisik reguler, padel bisa membantu seseorang memenuhi rekomendasi aktivitas fisiknya. Berdasarkan rekomendasi WHO, orang dewasa disarankan untuk berolahraga 150–300 menit per minggu untuk intensitas sedang atau 75–150 menit per minggu untuk intensitas tinggi guna menjaga kebugaran tubuh. 



2. Membantu Perbaikan Komposisi Tubuh, Meningkatkan Kekuatan dan Kelenturan Otot

 

Dalam tinjauan literatur Science & Sports, pemain padel reguler menunjukkan perbaikan kondisi fisik secara keseluruhan, termasuk balance, daya ledak, kekuatan otot, daya tahan otot perut, dan kapasitas aerobik dibandingkan dengan orang yang memiliki kebiasaan sedentary lifestyle

 

Penggunaan otot tubuh bagian bawah, inti (core), lengan, saat bergerak dan memukul bola dapat membantu memperkuat otot, meningkatkan fleksibilitas dan stabilitas tubuh. Dalam studi yang sama, disebutkan juga bahwa pemain padel (khususnya wanita dewasa) memiliki lingkar pinggang, pinggul, dan paha lebih rendah. Hal ini menunjukkan terdapat penurunan lemak tubuh dan komposisi tubuh yang lebih sehat.



3. Mendukung Kesehatan Otak, Fungsi Kognitif, dan Mental

 

Dilansir Aspetar Journal, padel dapat melatih koordinasi mata dan tangan yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan fungsi otak. Lebih dari itu, padel juga menawarkan manfaat bagi kesehatan mental. Bermain padel bersama teman atau keluarga bisa menjadi pilihan efektif untuk membantu mengurangi stres. Hal ini didukung oleh temuan dalam jurnal Social Science & Medicine (2021) yang menunjukkan bahwa aktif dalam kelompok olahraga atau kelompok aktivitas fisik dapat membantu mencegah depresi.



Tips Aman Bermain Padel

 

Sebelum mulai bermain, hal pertama yang tak boleh terlewatkan adalah melakukan pemanasan. Hal ini bertujuan agar tubuh siap dan terhindar dari cedera. Selama persiapan permainan, mulailah dengan gerakan ringan, seperti joging pelan atau lompat kecil, untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung. Berikut beberapa tips lainnya agar aman dan mencegah cedera saat bermain padel:

 

  • Latihan kekuatan: Prioritaskan penguatan otot inti, kaki, dan bahu melalui gerakan seperti squat, lunge, dan shoulder press. Sertakan juga latihan keseimbangan dan stabilitas guna meningkatkan koordinasi tubuh dan mencegah risiko terjatuh.

  • Gunakan perlengkapan yang sesuai: Pilih sepatu yang dirancang untuk padel atau olahraga lapangan serupa demi menunjang stabilitas dan daya cengkeram. Pastikan raket yang digunakan sesuai dengan gaya permainan dan kemampuan fisik, karena raket yang tidak tepat dapat menimbulkan ketegangan otot.

  • Penuhi kebutuhan cairan dan nutrisi: Konsumsi air yang cukup sebelum, selama, dan setelah bermain agar otot tetap berfungsi dengan baik. Jaga asupan makanan bergizi seimbang untuk mendukung energi dan proses pemulihan tubuh.

  • Istirahat bila diperlukan: Jangan paksakan tubuh saat merasa sakit atau tidak nyaman. Istirahatlah dan beri waktu tubuh untuk pulih jika mengalami kelelahan atau pegal.

  • Waspadai gejala cedera sejak dini: Perhatikan adanya rasa nyeri atau ketidaknyamanan yang berlangsung terus-menerus, dan segera ambil tindakan untuk mencegah cedera yang lebih parah.

  • Lakukan pendinginan: Setelah bermain, lakukan peregangan statis untuk membantu meningkatkan fleksibilitas otot dan meredakan ketegangan.

 

Risiko Olahraga Padel

 

Padel adalah olahraga dengan intensitas tinggi yang memberi manfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Kendati demikian, seperti jenis olahraga lainnya, padel juga perlu dilakukan dengan teknik yang tepat untuk menghindari risiko terjadinya cedera. Adapun cedera yang biasanya terjadi pada olahraga padel adalah:

 

  • Ankle sprain: Cedera paling umum sering terjadi akibat kesalahan saat mendaratkan kaki atau saat melakukan gerakan memutar secara tiba-tiba saat bermain.

  • Tendinitis: Merupakan peradangan pada tendon yang kerap dialami di area bahu atau siku, biasanya karena gerakan pukulan atau servis overhead yang dilakukan secara berulang.

  • Cedera lutut: Masalah seperti tendinopati patela atau robekan meniskus dapat muncul akibat tekanan dari gerakan tiba-tiba atau berhenti mendadak saat bermain.

  • Ketegangan otot: Otot hamstring, betis, dan paha depan rentan mengalami ketegangan, terutama ketika pemain melakukan akselerasi atau perlambatan secara cepat.

  • Cedera pergelangan tangan: Aktivitas seperti memukul bola dengan keras dan menggenggam raket terus-menerus bisa menyebabkan keseleo atau ketegangan di pergelangan tangan.

 

Penelitian berjudul Assessing the Spread of the Sport of Padel and the Prevalence and Causes of Injuries Among Padel Players (2025) menyebutkan bahwa pemain padel wanita cenderung lebih banyak mengalami cedera tubuh bagian atas seperti keseleo dan ketegangan otot karena bermain di level lebih tinggi dan intens. Gaya hidup seperti stres tinggi dan pola makan buruk turut meningkatkan risiko cedera. 

 

Itulah penjelasan mengenai olahraga padel dan manfaatnya bagi kesehatan. Penting untuk dipahami bahwa informasi di atas sekadar bertujuan sebagai edukasi dan tidak bisa menggantikan saran dari tim medis profesional. Manfaat dan risikonya bisa berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan masing-masing orang.

 

Apabila ingin melakukan konsultasi lebih lanjut mengenai aktivitas fisik yang sesuai untuk Anda, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di Siloam Hospitals terdekat. Bersama Siloam Hospitals, Anda juga dapat memperoleh saran kesehatan lebih lanjut sesuai dengan kondisi tubuh. 


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga.

Sumber

WHO. WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour. Diakses pada 2025 | Social Science & Medicine. Better together: How group-based physical activity protects against depression. Diakses pada 2025 | LTA Padel. What are the benefits of playing padel?. Diakses pada 2025 | International Journal of Environmental Research and Public Health. The Role of Padel in Improving Physical Fitness and Health Promotion: Progress, Limitations, and Future Perspectives—A Narrative Review. Diakses pada 2025 | LTA Padel. Padel equipment guide: How to choose the best padel racket, accessories & trainers. Diakses pada 2025 | LTA Padel. Padel Rules. Diakses pada 2025 | Aspetar Sports Medicine Journal. PREVENTION OF PADEL INJURIES. Diakses pada 2025 | LTA Padel. Padel tips for beginners. Diakses pada 2025 | Healthcare. Assessing the Spread of the Sport of Padel and the Prevalence and Causes of Injuries Among Padel Players. Diakses pada 2025 | Physiopedia. Padel Injuries. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-anthony-spko

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anthony, Sp.KO

Kedokteran Olahraga

Spesialis Kedokteran Olahraga


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-l-grace-tumbelaka-spko

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. L Grace Tumbelaka, Sp.KO., Subsp.ALK (K)

Kedokteran Olahraga

Spesialis Kedokteran Olahraga


Siloam Hospitals Mampang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-arinta-dewi-muharyo

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Arinta Dewi Muharyo

Kedokteran Olahraga

Spesialis Kedokteran Olahraga


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail