Kesehatan Tubuh
Gejala Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai setelah Lebaran

Table of Contents
Setelah periode Lebaran, sebagian orang mungkin mengalami keluhan seperti nyeri dada, mudah lelah, atau sesak napas. Keluhan tersebut bisa saja dipicu oleh kelelahan setelah perjalanan, perubahan rutinitas, atau pola makan selama libur panjang. Akan tetapi, pada kondisi tertentu, gejala tersebut juga dapat menjadi tanda gangguan jantung yang patut diwaspadai.
Oleh karenanya, mari kenali tanda-tanda yang perlu diperhatikan sedini mungkin agar bisa mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat. Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Mengapa Risiko Keluhan Jantung Meningkat Setelah Lebaran?
Periode Ramadan hingga Lebaran sering diikuti perubahan gaya hidup yang cukup drastis. Mulai dari pola makan, aktivitas fisik, hingga waktu istirahat. Faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi jantung, terutama pada orang dengan faktor risiko kardiovaskular. Berikut penjelasannya.
-
Perubahan pola makan: Hidangan Lebaran seperti opor, rendang, dan makanan bersantan cenderung tinggi lemak, garam, dan kalori. Setelah berpuasa, konsumsi makanan tersebut sering kali menjadi berlebih dapat berpengaruh dalam meningkatkan tekanan darah, kolesterol, dan gula darah yang membebani kerja jantung.
-
Aktivitas fisik menurun: Kurangnya gerak pada orang dengan risiko jantung dapat berdampak pada lambatnya metabolisme dan meningkatkan risiko gangguan jantung.
-
Kelelahan dan kurang tidur: Perjalanan jauh selama mudik, perubahan jadwal tidur dan aktivitas yang padat dapat menyebabkan kelelahan dan stres pada tubuh.
-
Dehidrasi dan konsumsi kafein berlebihan: Kurangnya minum air putih selama puasa ditambah konsumsi kopi atau teh berlebihan, dapat memengaruhi detak jantug dan tekanan darah. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti jantung berdebar.
-
Kebiasaan merokok dan ketidakteraturan minum obat: Kecenderungan merokok (aktif atau pasif) dan ketidakteraturan minum obat pada penderita hipertensi atau penyakit jantung dapat berisiko memperburuk kondisi.
Perlu dipahami, perubahan pola hidup selama Lebaran tidak serta merta langsung menyebabkan penyakit jantung. Namun, kombinasi faktor-faktor tersebut terutama jika terjadi berulang dalam durasi yang cukup lama dapat memperparah kondisi yang sudah ada atau memicu munculnya keluhan jantung.
Gejala Penyakit Jantung Setelah Lebaran yang Harus Diwaspadai
Gangguan pada jantung dapat menimbulkan berbagai gejala. Keluhan yang muncul pun dapat berbeda pada setiap individu. Berikut beberapa gejalanya:
1. Nyeri Dada
Nyeri dada merupakan salah satu keluhan yang paling sering dilaporkan penderita gangguan jantung, terutama pada kondisi yang berkaitan dengan aliran darah ke otot jantung. Ciri nyeri dada karena jantung biasanya digambarkan sebagai rasa tertekan, tertindih, atau terbakar di bagian tengah dada. Pada beberapa kondisi, nyeri juga dapat menjalar ke lengan serta ke leher, rahang, bahu, atau punggung.
Berdasarkan pedoman American College of Cardiology dan American Heart Association tahun 2021 mengenai evaluasi nyeri dada, keluhan nyeri dada yang muncul secara tiba-tiba atau bersifat akut perlu segera dievaluasi untuk menyingkirkan kemungkinan sindrom koroner akut. Penilaian awal biasanya meliputi pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan biomarker jantung seperti troponin untuk mendeteksi adanya cedera pada otot jantung.
2. Sesak Napas
Sesak napas yang muncul saat melakukan aktivitas ringan atau ketika berbaring dapat menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada fungsi pompa jantung. Apabila sesak napas disertai dengan penurunan aktivitas sehari-hari, bengkak pada kaki atau pergelangan kaki, segera lakukan pemeriksaan medis untuk menilai kondisi jantung dan menentukan penanganan yang tepat.
3. Jantung Berdebar atau Detak Tidak Teratur
Sensasi jantung berdebar cepat dan berdetak tidak teratur, merupakan beberapa keluhan yang bisa menjadi tanda gangguan irama jantung alias aritmia. Kondisi ini dapat dipicu oleh kurang tidur, konsumsi kafein berlebihan, stres, dan ketidakseimbangan elektrolit. Meski sebagian aritmia bersifat ringan, tetapi gangguan irama jantung tidak dapat disepelekan. Sebab, beberapa jenis aritmia dapat memicu risiko komplikasi yang lebih serius, seperti serangan jantung.
4. Mudah Lelah
Jika setelah Lebaran tubuh terasa jauh lebih cepat lelah meski hanya melakukan aktivitas ringan, hal ini sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Pada beberapa pasien dengan penyakit jantung, kelelahan dapat menjadi gejala awal yang muncul akibat penurunan kemampuan jantung memompa darah secara optimal.
5. Bengkak pada Kaki atau Pergelangan
Pembengkakan (edema) di kaki dapat menandakan retensi cairan atau penumpukan cairan berlebih dalam tubuh akibat gangguan fungsi jantung. Gejala edema yang mengarah pada kondisi jantung juga dapat diserta dengan:
-
Berat badan naik cepat dalam beberapa hari.
-
Sesak napas saat berbaring.
-
Perut terasa penuh.
6. Pusing atau Pingsan
Pusing berat, hampir pingsan, atau kehilangan kesadaran juga dapat berkaitan dengan gangguan irama jantung atau penurunan aliran darah dan oksigen ke otak. Gejala ini termasuk kondisi yang perlu ditangani secara cepat dan tepat.
Perlu diketahui, pada wanita, penderita diabetes, dan lansia, gejala tersebut dapat lebih samar, misalnya hanya berupa lemas ekstrem atau nyeri ulu hati. Keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko kerusakan otot jantung permanen.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Beberapa kelompok individu memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami masalah kesehatan setelah Lebaran, terutama yang berkaitan dengan penyakit jantung dan metabolik. Kelompok yang lebih berisiko meliputi:
-
Penderita penyakit jantung koroner.
-
Pasien dengan riwayat gagal jantung.
-
Penderita hipertensi dan diabetes.
-
Individu dengan kolesterol tinggi.
-
Perokok aktif maupun pasif.
-
Obesitas.
-
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Pada individu dengan faktor risiko tersebut, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan untuk memantau kondisi jantung.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?
Beberapa gejala tersebut dapat menandakan kondisi yang memerlukan penanganan segera. Segera mencari pertolongan medis jika mengalami:
-
Nyeri dada yang berlangsung beberapa menit dan tidak membaik saat istirahat.
-
Nyeri dada seperti terhimpit atau tertimpa beban berat.
-
Sesak napas yang semakin berat.
-
Keringat dingin yang muncul tiba-tiba.
-
Mual atau muntah disertai nyeri dada.
-
Pusing hebat atau hampir pingsan.
Penanganan yang cepat sangat penting pada kondisi darurat jantung untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Cara Menjaga Kesehatan Jantung Setelah Lebaran
Penting untuk melakukan langkah pencegahan agar kondisi kesehatan tetap stabil setelah Lebaran. Berikut langkah pencegahan yang disarankan:
-
Batasi konsumsi makanan tinggi garam dan lemak setelah Lebaran.
-
Kembali ke pola makan bergizi seimbang.
-
Mulai aktivitas fisik ringan secara bertahap dan konsisten.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Tidur yang cukup dan teratur.
-
Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
Bagi individu dengan faktor risiko atau keluhan tertentu, dokter mungkin akan menyarankan beberapa pemeriksaan untuk mengevaluasi kondisi jantung, seperti:
-
Pemeriksaan tekanan darah.
-
Tes kadar kolesterol dan gula darah.
-
Elektrokardiogram (EKG) untuk menilai aktivitas listrik jantung.
-
Pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
Itulah pembahasan mengenai gejala penyakit jantung setelah Lebaran yang perlu diwaspadai. Penting diingat informasi ini disajikan sebagai edukasi kesehatan dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Setiap individu dapat memiliki kondisi, gejala, serta risiko yang berbeda, tergantung pada keadaan kesehatan masing-masing.
Karenanya, apabila Anda mengalami gejala gangguan jantung seperti nyeri dada, sesak napas, mudah lelah, disertai dengan mual hingga hampir pingsan, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat guna mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Siloam International Hospitals juga menyediakan layanan Chest Pain Ready Hospitals yang dirancang untuk memberikan penanganan penyakit jantung secara cepat dan tepat. Layanan ini didukung oleh unit terintegrasi 24/7, dokter spesialis jantung yang selalu siaga, fasilitas cath lab, serta perawat bersertifikasi dalam menangani kondisi kegawatan jantung dengan #CepatTepat.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Premium Gagal Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp6.000.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa Muda (20-40 Tahun)
Skrining Jantung
10 Service/Item
Rp1.600.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Lansia (Di Atas 65 Tahun)
Skrining Jantung
16 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Resiko Metabolik
Skrining Jantung
19 Service/Item
Rp2.200.000
TERPOPULER
Paket Skrining Jantung Dewasa (41-64 Tahun)
Skrining Jantung
15 Service/Item
Rp1.700.000







