Kesehatan Tubuh
Osteitis Pubis - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Osteitis pubis adalah kondisi yang paling sering dialami oleh atlet, ibu hamil, ibu yang baru saja melahirkan, atau seseorang yang pernah menjalani operasi di area dekat perut. Kondisi ini merupakan jenis disfungsi simfisis pubis yang sering kali disebabkan oleh penggunaan pinggul, panggul, atau selangkangan secara berlebihan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang osteitis pubis, mari simak penjelasan selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Osteitis Pubis?
Osteitis pubis adalah peradangan pada sendi yang berada di antara tulang kemaluan kiri dan kanan (simfisis pubis). Kondisi ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan pada selangkangan atau perut bagian bawah. Sebagai informasi, pubis (tulang kemaluan) adalah salah satu dari tiga tulang yang membentuk pinggul. Sementara itu, simfisis pubis merupakan sendi tempat bertemunya tulang kemaluan yang terbuat dari tulang rawan.
Penyebab Osteitis Pubis
Kondisi ini lebih sering terjadi pada atlet atau orang yang sangat aktif secara fisik, seperti pemain sepak bola atau pelari jarak jauh, sehingga berisiko mengalami cedera akibat olahraga tersebut. Selain itu, gerakan berulang juga dapat menyebabkan stres pada simfisis pubis. Berlari, menendang, melompat, dan skating juga bisa memberikan tekanan berlebih pada persendian.
Sementara khusus pada wanita, kondisi ini bisa berkembang atau terjadi setelah melahirkan. Pasalnya, proses persalinan yang berkepanjangan dapat membuat otot-otot panggul menegang sehingga memicu terjadinya peradangan, namun biasanya kondisi ini dapat mereda seiring berjalannya waktu.
Pembedahan atau cedera panggul juga bisa menyebabkan terjadinya osteitis pubis. Kondisi medis lainnya yang dapat meningkatkan risiko berkembangnya kondisi ini, antara lain adalah femoroacetabular impingement (FAI) tipe cam, psoriatic arthritis, dan ankylosing spondylitis.
Gejala Osteitis Pubis
Gejala umum osteitis pubis adalah nyeri pada perut bagian bawah dan selangkangan. Beberapa orang mungkin juga merasakan nyeri pada tulang kemaluan saat ditekan. Rasa nyeri biasanya muncul secara bertahap, namun akhirnya akan mencapai titik konstan. Bahkan, pada sejumlah kasus, gejala tersebut bisa memengaruhi kemampuan penderitanya untuk berdiri tegak dan berjalan. Adapun gejala lain yang menyertainya adalah:
-
Nyeri otot paha bagian dalam (adduktor paha). Nyeri dapat menjalar ke paha bagian luar.
-
Nyeri di bagian selangkangan yang semakin parah saat melakukan aktivitas tertentu, seperti berputar, berjalan, batuk, bersin, tidur menghadap satu sisi, dan naik atau turun tangga.
-
Nyeri tekan di bagian selangkangan diikuti dengan otot yang tegang (spasme).
-
Kesulitan berjalan normal.
-
Perasaan sesak atau tertekan di area atas panggul.
-
Pembengkakan.
Diagnosis Osteitis Pubis
Dalam proses penegakan diagnosis kondisi ini, dokter terlebih dahulu akan melakukan wawancara medis atau anamnesis untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien serta riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pencitraan untuk memeriksa selangkangan serta mencari tanda-tanda peradangan. Beberapa tes pencitraan yang diperlukan, antara lain:
-
Sinar-X.
-
MRI.
-
Tes urine dan darah untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lainnya, seperti arthritis (radang sendi).
Pengobatan Osteitis Pubis
Pengobatan yang paling umum untuk osteitis pubis adalah perawatan konservatif, seperti beristirahat, melakukan aktivitas secara bertahap, serta menghindari aktivitas yang berisiko mengiritasi sendi simfisis pubis. Guna mengurangi peradangan dan nyeri, dokter biasanya meresepkan obat pereda nyeri, seperti obat golongan NSAID. Jika diperlukan, dokter juga dapat menyuntikkan steroid.
Jangka waktu yang diperlukan untuk memulihkan cedera ini berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahannya dan kondisi kesehatan pasien itu sendiri. Biasanya dibutuhkan waktu 2–3 bulan hingga penderita bisa pulih sepenuhnya dan bisa melanjutkan aktivitas fisik seperti sedia kala.
Kendati demikian, tetap disarankan untuk menghindari aktivitas yang dapat memberikan tekanan berlebihan pada simfisis pubis. Jika nyeri tetap dirasakan setelah melakukan perawatan konservatif selama 6 bulan, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan pembedahan.
Guna memaksimalkan proses pemulihan, biasanya dokter juga merekomendasikan fisioterapi atau terapi fisik untuk membantu penderita mempelajari beberapa latihan peregangan dan penguatan otot agar dapat mengembalikan kekuatan dan fungsi tubuh seperti sedia kala.
Pencegahan Osteitis Pubis
Pencegahan jenis cedera ini dapat dilakukan dengan menghindari aktivitas yang bisa memicu trauma pada pinggul, menerapkan teknik olahraga yang tepat, serta mempertahankan kesehatan sistem kardiovaskular, kekuatan panggul dan pinggul, serta daya tahan dan fleksibilitas tubuh.
Osteitis pubis bisa menjadi kondisi yang menyakitkan, tetapi dengan istirahat, terapi, dan pemberian obat pereda nyeri, pasien diharapkan bisa pulih sepenuhnya. Untuk itu, bila mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada osteitis pubis, jangan ragu mengunjungi Siloam Hospitals terdekat supaya Anda mendapatkan penanganan medis yang tepat dari Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang).
Anda juga dapat memesan paket Fisioterapi dari Siloam at Home yang praktis dan mudah karena dilayani langsung di rumah Anda sehingga Anda tidak perlu keluar rumah. Fisioterapi adalah terapi rehabilitasi yang berguna untuk menghindari atau meminimalkan keterbatasan fisik akibat cedera atau penyakit. Fisioterapi bisa dilakukan pada semua kalangan usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Made Oka Mahendra, SpOT, M.Biomed
Ortopedi (Tulang)
Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Su Djie To Rante, M. Biomed., SpOT, Subsp. P.L(K)
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Henry Tanzil, M. Kes, SpOT (K), FICS
Ortopedi (Tulang)
Subspesialis Panggul dan Lutut
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Pelvis AP / Rontgen Panggul
Rontgen / X-Ray, Tulang/ Ortopedi
Rp226.000
TERPOPULER
Abdomen AP (BNO) / Rontgen Perut
Rontgen / X-Ray
Rp214.000
TERPOPULER
CT Whole ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut
CT Scan
Rp2.495.000
TERPOPULER
CT Lower ABD Non-CNTRS / CT Scan Perut Bawah
CT Scan
Rp2.079.000
TERPOPULER
USG LOWER ABDOMEN
USG
Rp543.000







