Pneumonia Eosinofilik - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Pneumonia Eosinofilik - Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

05 Mei 2025 4 menit waktu baca
pneumonia eosinofilik

Pneumonia eosinofilik adalah sekelompok infeksi langka yang menyerang paru-paru. Pada kondisi ini, suatu jenis sel darah putih menumpuk di paru-paru hingga menyebabkan peradangan dan kerusakan. Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba serta memerlukan penanganan sesegera mungkin karena bisa memburuk secara perlahan. Mari pahami lebih lanjut tentang kondisi pneumonia eosinofilik melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Pneumonia Eosinofilik?

 

Pneumonia eosinofilik (eosinophilic pneumonia) adalah sekelompok infeksi langka yang memengaruhi organ paru-paru. Pada kondisi ini, terjadi penumpukan sel darah putih jenis eosinofil di dalam paru-paru dan aliran darah yang memicu terjadinya pembengkakan (peradangan) serta kerusakan pada organ paru.

 

Eosinofil sendiri merupakan salah satu jenis sel darah putih yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Sumsum tulang biasanya menghasilkan sejumlah kecil eosinofil, pada tubuh orang yang sehat adalah sekitar 1–5% dari jumlah keseluruhan sel darah putih.

 

Namun, adanya kondisi medis tertentu, seperti alergi, asma, infeksi, dan kanker dapat menyebabkan kadar eosinofil meningkat. Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak eosinofil, hal tersebut dapat menyebabkan terjadi peradangan pada jaringan atau organ tubuh.

 

Pneumonia eosinofilik dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat (acute eosinophilic pneumonia), atau berkembang secara perlahan dalam jangka panjang (beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan) lalu semakin memburuk jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat (chronic eosinophilic pneumonia).

 

Jenis eosinophilic pneumonia lainnya adalah sindrom Löffler, kondisi ini mungkin tidak menimbulkan gejala atau hanya berupa gejala ringan saja, seperti batuk kering, dan bisa sembuh dalam waktu satu bulan. Sindrom Löffler bisa terjadi karena adanya infeksi parasit (cacing gelang).

 

Penyebab Pneumonia Eosinofilik

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab eosinophilic pneumonia. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini merupakan sejenis reaksi alergi. Selain itu, beberapa faktor yang juga diketahui dapat meningkatkan risiko atau memicu terjadinya eosinophilic pneumonia adalah sebagai berikut:

 

  • Asap rokok.

  • Mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu, seperti fenitoin, ampisilin, nitrofurantoin, ranitidin, asetaminofen, iodida.

  • Asap yang mengandung zat kimia, misalnya asap kebakaran dari kokain atau nikel yang terhirup dalam bentuk uap.

  • Jamur, sering kali Aspergillus fumigatus.

  • Gangguan sistemik.

  • Infeksi parasit, seperti ascariasis, Strongyloides, cacing tambang, cacing gelang, nematoda filaria, Paragonimus, dan Toxocara.

 

Penyakit paru-paru ini juga dapat dialami oleh seseorang yang telah menderita penyakit autoimun, kanker, atau penyakit inflamasi sebelumnya.

 

Gejala Pneumonia Eosinofilik

 

Gejala eosinophilic pneumonia bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis dan penyebabnya. Kendati demikian, gejala umumnya meliputi batuk, demam, dan sesak napas. Pada acute eosinophilic pneumonia, gejala bisa semakin memburuk dengan cepat dalam kurun waktu sekitar dua minggu dan membuat penderitanya mengalami:

 

  • Nyeri dada.

  • Menggigil.

  • Kelelahan.

  • Nyeri otot (myalgia).

 

Tanpa diagnosis dan pengobatan yang cepat, kadar oksigen dalam darah akan semakin menurun ke tingkat yang sangat rendah. Hal ini dapat menyebabkan penderita mengalami gagal napas akut dalam beberapa jam yang dapat membahayakan nyawa sehingga memerlukan penanganan sesegera mungkin.

 

Sementara itu, gejala pneumonia eosinofilik kronis berkembang lebih lambat, kadang sampai berbulan-bulan sebelum kondisi ini terdeteksi. Penderita chronic eosinophilic pneumonia juga jarang mengalami gagal napas atau penurunan kadar oksigen yang signifikan. Adapun gejala umumnya meliputi:

 

  • Sesak napas yang memburuk.

  • Berkeringat di malam hari.

  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.

  • Mengi.

 

Diagnosis Pneumonia Eosinofilik

 

Untuk mendiagnosis eosinophilic pneumonia, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala yang dialami pasien dan riwayat kesehatannya. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan darah untuk mendeteksi adanya abnormalitas.

 

Gejala-gejala dari eosinophilic pneumonia  dapat menyerupai gejala dari penyakit lainnya sehingga diperlukan waktu yang lebih lama untuk mendiagnosisnya. Penegakkan diagnosis juga sulit dilakukan karena tidak ada nilai acuan untuk rentang normal kadar eosinofil yang diproduksi oleh tubuh sehingga sulit untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kadar eosinofil. 

 

Adapun beberapa pemeriksaan penunjang yang sering digunakan untuk mengonfirmasi diagnosis eosinophilic pneumonia adalah pemeriksaan darah untuk melihat peningkatan kadar sel darah putih, penanda radang atau inflamasi, dan serum IgE. Pemeriksaan fungsi paru juga dapat dilakukan. 

 

Tindakan bronchoalveolar lavage (BAL) dapat dilakukan dengan mengambil sampel dari paru-paru untuk menilai kadar eosinofil yang dapat menjadi penanda dari suatu penyakit tertentu, foto Rontgen dada, dan CT scan. Dokter mungkin juga memerlukan pemeriksaan lain untuk menyingkirkan kemungkinan kondisi medis lainnya yang bisa menyebabkan penyakit ini.

 

Pengobatan Pneumonia Eosinofilik

 

Eosinophilic pneumonia umumnya tidak memerlukan perawatan medis darurat. Pada beberapa kasus, kondisi ini memang dapat menyebabkan komplikasi berupa gagal napas, namun hal ini sangat jarang terjadi. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat membantu pasien mengelola gejala hingga ia pulih sepenuhnya.

 

Pada kasus pneumonia eosinofilik yang ringan, pasien mungkin tidak membutuhkan pengobatan. Namun, pada kondisi yang lebih parah dan memerlukan pengobatan, biasanya dokter akan memberikan obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan. Terapi ini dinilai cukup efektif. Perawatan lainnya mungkin mencakup pemberian terapi oksigen. Sambil menunggu hasil kultur, penderita dapat diberikan alat bantu napas ventilasi mekanis dan obat antibiotik.

 

Mengingat bahwa diagnosis dan penanganan yang cepat adalah kunci pulihnya pneumonia eosinofilik, sebaiknya segera kunjungi Siloam Hospitals untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) jika Anda atau kerabat merasakan sejumlah gejala yang mengarah pada kondisi ini atau gangguan pada sistem pernapasan lainnya.

 

Kemudian, sebagai langkah lebih lanjut untuk mencegah atau melakukan deteksi dini terhadap kelainan pada paru-paru, Anda juga bisa melakukan Skrining Kesehatan Paru di Siloam Hospitals. Pemeriksaan ini meliputi tes darah lengkap, foto rontgen, dan spirometri.

 

Aplikasi My Siloam

 

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail