Ibu dan Anak
Mengenal Perbedaan Premenopause, Perimenopause, & Menopause

Table of Contents
Menopause adalah masa ketika seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi. Namun, sebelum itu, seorang wanita akan mengalami masa premenopause dan perimenopause. Beberapa orang mungkin belum memahami ketiga istilah tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan premenopause, perimenopause, dan menopause, mari simak ulasan di bawah ini sampai tuntas.
Perbedaan Premenopause, Perimenopause, dan Menopause
Perimenopause dan premenopause adalah dua kondisi yang berbeda. Namun, keduanya berkaitan dengan menopause. Beberapa orang mungkin sudah memahami tentang menopause, namun masih asing dengan istilah premenopause dan perimenopause. Sebenarnya, apa perbedaan dari ketiga istilah tersebut?
Premenopause adalah kondisi ketika seorang wanita belum mengalami gejala perimenopause maupun menopause. Pada masa ini, wanita masih mengalami menstruasi, bisa teratur atau tidak teratur, namun masih dianggap dalam masa reproduksi. Perubahan hormonal mungkin terjadi, tetapi tidak mengakibatkan gejala atau perubahan yang signifikan.
Sementara itu, perimenopause adalah masa ketika seorang wanita mulai mengalami tanda-tanda menopause. Gejala tersebut meliputi perubahan siklus menstruasi, sensasi panas, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati. Setelah perimenopause, barulah wanita mengalami menopause, yaitu berakhirnya masa reproduksi. Wanita yang sudah menopause tidak lagi menstruasi sehingga sudah tidak bisa hamil.
Sebenarnya, premenopause adalah istilah yang cukup jarang disebutkan dalam dunia medis. Dokter biasanya membagi menopause menjadi dua fase, yaitu perimenopause (sebelum menopause terjadi) dan postmenopause (setelah menopause terjadi, atau cukup disebut dengan menopause). Umumnya, setiap fase terjadi secara bertahap selama beberapa tahun. Beberapa gejala menopause, di antaranya:
-
Peningkatan berat badan.
-
Berkurangnya massa otot.
-
Vagina kering.
-
Osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang.
Sementara itu, sulit untuk menentukan kapan tepatnya perimenopause terjadi. Namun, biasanya masa ini dimulai di usia pertengahan hingga akhir 40-an. Perimenopause umumnya berlangsung selama 4 tahun, namun bisa juga sekitar 2–8 tahun. Pada masa ini, jumlah estrogen yang dihasilkan ovarium mulai berkurang sehingga siklus menstruasi tidak menentu.
Ketika seorang wanita sudah tidak menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa disertai penyebab lainnya, maka dokter dapat mengonfirmasi bahwa ia sudah memasuki masa menopause. Menurut World Health Organization, seorang wanita biasanya mengalami menopause pada usia 45–55 tahun.
Persiapan Menjelang Menopause
Penting untuk memahami gejala-gejala menopause sehingga Anda lebih mudah untuk menyadari bahwa Anda sudah memasuki masa tersebut dan segera melakukan konsultasi dengan dokter. Apabila mengalami tanda-tanda menopause, sudah saatnya untuk mempersiapkan hal tersebut guna mencegah masalah kesehatan yang mungkin bisa terjadi selama masa menopause.
Adapun beberapa persiapan atau tips bagi wanita yang sedang mempersiapkan masa menopause adalah sebagai berikut.
1. Berhenti Merokok
Menjelang menopause, sebaiknya segera membiasakan diri untuk berhenti merokok. Sebenarnya, hal ini tidak hanya berlaku pada masa menuju menopause, namun kapan pun itu, akan lebih baik jika kebiasaan merokok segera dihentikan guna menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Merokok dapat meningkatkan risiko menopause dini dan menimbulkan gejala menopause yang lebih parah, terutama sensasi panas (hot flashes) dan berkeringat. Dengan berhenti merokok lebih awal, gejala menopause akan lebih mudah dikelola. Hal ini juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang disebabkan oleh merokok, seperti penyakit jantung, penyakit paru-paru, dan stroke.
2. Menerapkan Pola Makan Sehat
Mengonsumsi makanan yang bergizi dapat membantu mengelola gejala menopause. Perbanyak konsumsi makanan yang tinggi kalsium, beristirahat dengan cukup, serta mempertahankan berat badan sehat. Pasalnya, berat badan akan lebih sulit turun setelah memasuki masa menopause.
3. Menjaga Kesehatan Tulang
Menopause dapat menyebabkan penurunan kadar hormon estrogen yang meningkatkan risiko osteoporosis. Hal ini bisa dicegah dengan berolahraga secara teratur, utamanya latihan beban sebanyak 3–4 kali seminggu. Konsultasikan dengan dokter mengenai tingkat aktivitas kardio dan angkat beban yang tepat sesuai kondisi tubuh.
Selain latihan beban, upaya lainnya yang dapat dilakukan adalah memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium tubuh. Konsumsi kalsium sebanyak 1000 mg setiap hari, baik melalui makanan maupun suplemen. Lalu, konsumsi vitamin D sebanyak 600 IU, melalui makanan, suplemen, maupun berjemur di bawah matahari pagi selama kurang lebih 20 menit.
4. Rutin Medical Check Up
Setelah memasuki masa menopause, seorang wanita cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena beberapa penyakit. Untuk itu, wanita yang sudah menopause disarankan rutin melakukan medical check up, seperti pemeriksaan payudara (antara usia 50–69 tahun), pemeriksaan serviks (antara usia 25–65 tahun), dan pemeriksaan usus besar (usia 60–69 tahun).
Penjelasan mengenai premenopause, perimenopause, dan menopause di atas tidak semerta-merta bisa Anda jadikan sebagai acuan bahwa Anda memasuki salah satu dari ketiga tahap tersebut. Artinya, gejala-gejala yang menyerupai menopause mungkin disebabkan oleh kondisi lain.
Guna memastikan hal tersebut, Anda sebaiknya langsung berkonsultasi dengan Dokter. Dalam hal ini, Anda bisa menemui Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan diagnosis dan saran kesehatan yang tepat.
Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Verywell Health. Don’t Dread Menopause. Prepare for It Instead. Diakses pada 2024 | Gov.ie. Preparing for menopause. Diakses pada 2024 | Healthline. Premenopause, Perimenopause, and Menopause. Diakses pada 2024 | Medical News Today. Perimenopause and beyond. Diakses pada 2024 | WebMD. Osteoporosis and Menopause. Diakses pada 2024 | John Hopkins Medicine. Staying Healthy After Menopause. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






