Kesehatan Tubuh
Waspadai Refluks Laringofaringeal, Gangguan Tenggorokan yang Melukai Pita Suara

Table of Contents
Refluks laringofaringeal adalah jenis refluks asam lambung yang bergerak naik hingga ke tenggorokan. Kondisi ini serupa dengan GERD, namun memiliki gejala yang berbeda. Cairan lambung yang naik hingga ke tenggorokan dapat menyebabkan peradangan. Untuk mengetahui tentang refluks laringofaringeal (laryngopharyngeal reflux/LPR) lebih jauh, simak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Refluks Laringofaringeal?
Berbeda dengan refluks asam lambung (GERD), yaitu kondisi ketika asam lambung bergerak naik ke kerongkongan, refluks laringofaringeal adalah naiknya asam lambung hingga ke laring (tempat pita suara) dan faring (tenggorokan). Refluks laringofaringeal merupakan suatu kondisi yang dapat melukai kotak suara dan jaringan lain pada tenggorokan.
Disebut juga sebagai refluks ekstraesofagus, refluks laringofaringeal memiliki gejala yang biasanya tidak disadari. Alih-alih merasa nyeri pada ulu hati dan adanya sensasi terbakar di dada bagian bawah (heartburn), penderita kondisi ini cenderung mengalami iritasi pada pita suara, tenggorokan, dan sinus. Maka dari itu, refluks laringofaringeal juga terkadang disebut sebagai “refluks diam” atau “silence reflux”.
Pada tubuh yang sehat, terdapat empat penghalang refluks atau naiknya kembali asam lambung, yaitu otot sfingter esofagus bagian bawah, otot sfingter esofagus bagian atas, gerakan peristaltik esofagus, dan faktor resistensi epitel. Apabila salah satunya mengalami gangguan, refluks laringofaringeal bisa terjadi.
Penyebab Refluks Laringofaringeal
Seperti yang disebutkan sebelumnya, cairan lambung yang bergerak dari perut ke kerongkongan hingga masuk ke tenggorokan perlu melewati beberapa penghalang atau pelindung. Refluks asam lambung umumnya terjadi ketika sfingter esofagus bagian bawah melemah, sehingga cairan lambung mengalir kembali ke kerongkongan.
Sementara itu, refluks laringofaringeal terjadi ketika otot sfingter esofagus bagian atas mengendur sehingga cairan asam lambung bisa merayap naik hingga mencapai tenggorokan. Terdapat berbagai faktor yang bisa menyebabkan otot sfingter esofagus mengendur, namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan mana yang memicu terjadinya refluks laringofaringeal.
Pada kondisi refluks laringofaringeal, asam lambung kembali ke bagian belakang tenggorokan atau kotak suara, bahkan bisa naik hingga ke bagian belakang saluran napas hidung. Kondisi ini dapat menimbulkan peradangan di area yang tidak memiliki lapisan untuk melindungi dari paparan asam lambung.
Gejala Refluks Laringofaringeal
Cairan asam lambung yang naik hingga ke tenggorokan dapat menyebabkan sejumlah gejala sebagai berikut:
-
Suara serak.
-
Sering berdeham.
-
Batuk kronis.
-
Rasa mengganjal di tenggorokan.
-
Dahak atau lendir berlebih.
-
Nyeri tenggorokan kronis.
-
Radang pita suara (laringitis).
-
Kesulitan menelan dan meludah.
-
Batuk setelah makan atau berbaring.
-
Kesulitan bernapas atau tersedak.
-
Napas menyerupai siulan (mengi).
-
Postnasal drip, yaitu kondisi ketika lendir dari hidung atau sinus yang berlebih menetes ke tenggorokan.
-
Infeksi saluran pernapasan atas.
Refluks laringofaringeal dapat menimbulkan komplikasi yang mengakibatkan gangguan medis lain, seperti:
-
Produksi lendir berlebih yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
-
Iritasi suara dan tenggorokan kronis dapat menyebabkan lesi serta faktor risiko terjadinya kanker laring.
-
Partikel asam yang sangat kecil dapat dihirup tanpa disadari dan menyebabkan peradangan serta infeksi bronkus.
Diagnosis Refluks Laringofaringeal
Dokter biasanya akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu untuk mengetahui riwayat medis penderita refluks laringofaringeal. Setelah memastikan gejala-gejala yang disebutkan, dokter akan memeriksa bagian dalam tenggorokan untuk mengidentifikasi tanda-tanda peradangan atau kerusakan jaringan, baik secara langsung atau dengan menggunakan prosedur laringoskopi fleksibel yang dilakukan oleh dokter spesialis THTKL.
Berdasarkan temuan, dokter akan menentukan pengobatan yang tepat untuk mengobati gejala-gejala penderita. Namun, tidak menutup kemungkinan dokter merekomendasikan tes tambahan untuk mengeliminasi faktor penyebab lain. Berikut beberapa tes lanjutan yang dapat direkomendasikan oleh dokter dalam mendiagnosis refluks laringofaringeal:
-
Endoskopi untuk memeriksa apa yang terjadi pada kedua otot sfingter esofagus.
-
Tes pH esofagus untuk mengetahui kadar asam di tenggorokan dan/atau kerongkongan. Kadar pH biasanya akan menurun (lebih asam) jika terjadi refluks esofagus.
-
Manometri esofagus untuk mengukur aktivitas otot di kerongkongan dan kekuatan sfingter esofagus.
Pengobatan Refluks Laringofaringeal
Rekomendasi prosedur penanganan refluks laringofaringeal didasari oleh faktor penyebabnya. Dokter juga akan menyarankan pasien untuk memodifikasi gaya hidup sebagai langkah awal penanganan refluks laringofaringeal, seperti:
-
Penurunan berat badan.
-
Menghindari konsumsi minuman beralkohol.
-
Menyesuaikan waktu makan.
-
Tidak berbaring minimal 3 jam setelah makan.
-
Berhenti merokok.
-
Menghindari pakaian ketat di area pinggang.
-
Membatasi konsumsi produk-produk berikut:
-
Buah jeruk.
-
Anggur merah.
-
Minuman berkarbonasi.
-
Cokelat.
-
Permen mint.
-
Makanan pedas.
-
Minuman berkafein.
-
Makanan atau minuman berbahan dasar tomat.
-
Makanan tinggi lemak.
-
Makanan asam.
-
Mengunyah permen karet untuk meningkatkan produksi air liur dan menetralkan asam.
-
Meninggikan kepala tempat tidur sekitar 10–15 cm.
Dokter juga mungkin akan meresepkan acid blocker, seperti proton pump inhibitor dan H2 blocker, selama beberapa bulan untuk mengurangi refluks asam lambung yang dibantu dengan perubahan gaya hidup. Selain itu, obat-obatan seperti sukralfat dan antasida juga bisa membantu mengatasi gejala refluks laringofaringeal.
Penting untuk diingat bahwa gejala yang disebutkan di atas juga dapat merujuk pada kondisi medis lainnya. Apabila mengalami keluhan serupa, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan rekomendasi perawatan yang tepat.
Setiap pasien akan melalui tahapan pemeriksaan dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisinya. Dokter juga memastikan pemeriksaan dan penanganan dapat dipenuhi sesuai dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga langkah-langkah pelaksanaannya pun bisa berbeda-beda.
Apabila ingin berkonsultasi dengan dokter secara lebih mudah, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam. Aplikasi ini memungkinkan Anda mengetahui jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan manfaatkan fitur-fitur kesehatannya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Laryngopharyngeal Reflux (LPR). Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Laryngopharyngeal Reflux. Diakses pada 2024 | WebMD. Laryngopharyngeal Reflux (Silent Reflux). Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini






