Kesehatan Tubuh
Mengenal Uvula Bengkak, Ditandai dengan Tenggorokan Gatal

Table of Contents
Uvula bengkak atau uvulitis adalah peradangan pada bagian jaringan berdaging yang menggantung di atap belakang mulut dan berbentuk seperti tetesan air mata di bagian belakang tenggorokan. Uvulitis dapat disebabkan akibat sejumlah faktor, termasuk infeksi dan alergi.
Sebagai bagian dari langit-langit lunak, uvula membantu menutup saluran hidung saat seseorang menelan atau mendorong makanan masuk ke tenggorokan. Uvula bengkak dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Mari pahami bagaimana cara menangani kondisi ini secara tepat melalui pembahasan di bawah ini.
Apa Itu Uvula Bengkak (Uvulitis)?
Seperti yang disebutkan sebelumnya, uvula bengkak adalah kondisi yang ditandai dengan pembengkakan pada sepotong jaringan berdaging kecil yang menggantung pada bagian belakang tenggorokan. Pembengkakan pada uvula bisa terjadi karena peradangan atau inflamasi pada organ di sekitarnya, seperti amandel atau tenggorokan.
Uvula yang bengkak dapat menyebabkan rasa tidak nyaman saat menelan, namun kondisi ini biasanya bersifat sementara. Apabila pembengkakan pada uvula semakin parah, seseorang dapat mengalami gangguan yang signifikan ketika menelan. Meskipun jarang terjadi, kondisi uvula bengkak yang sangat parah dapat membatasi kemampuan bernapas.
Kondisi uvula yang membengkak tidak menular. Namun, virus dan bakteri yang menjadi penyebab uvulitis dapat menyebar ke orang lain. Seseorang yang menderita uvulitis atau uvula bengkak dianjurkan untuk sering mencuci tangan dengan bersih, menggunakan masker, dan tidak melakukan aktivitas bersama dengan banyak orang apabila kondisi disertai dengan demam.
Penyebab Uvula Bengkak
Uvulitis atau uvula bengkak dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi, alergi, lingkungan, trauma, genetik, konsumsi obat-obatan, kebiasaan tidur, dan sejumlah kondisi kesehatan lainnya. Berikut penjabarannya:
-
Infeksi virus, seperti virus influenza A dan B, virus Epstein-Barr virusr (EBV), Adenovirus, dan lain-lain.
-
Infeksi bakteri, seperti:
-
Bakteri Streptococcus Group A yang sering menjadi penyebab faringitis dan tonsilitis.
-
Bakteri Haemophilus Influenzae type B.
-
Pada kasus yang jarang, uvula bengkak bisa disebabkan oleh bakteri Streptococcus Pneumoniae.
-
Alergi debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau makanan tertentu.
-
Iritasi dari lingkungan, seperti menghirup asap rokok, vaping, polutan, atau zat kimia tertentu.
-
Trauma yang disebabkan oleh cedera fisik, seperti setelah dilakukannya prosedur medis tertentu di tenggorokan. Salah satu contohnya adalah tonsilektomi atau pengangkatan amandel.
-
Kondisi genetik, seperti angioedema turunan.
-
Konsumsi obat-obatan dengan efek samping yang menyebabkan uvula bengkak.
-
Kebiasaan mendengkur atau apnea tidur obstruktif yang menyebabkan uvula bengkak atau sakit.
-
GERD atau refluks asam lambung yang parah.
-
Sistem kekebalan terganggu akibat virus tertentu, seperti HIV dan herpes genital, yang dapat menyebabkan seseorang lebih rentan untuk mengalami peradangan, termasuk pada uvula.
Gejala Uvula Bengkak
Seseorang yang menderita uvulitis memiliki uvula yang terlihat merah, bengkak, dan berukuran lebih besar dari biasanya. Beberapa gejala dari uvulitis adalah sebagai berikut:
-
Tenggorokan terasa nyeri, gatal, dan terbakar.
-
Kesulitan menelan.
-
Batuk dan tersedak.
-
Regurgitasi hidung.
-
Produksi air liur berlebih.
-
Terasa ada yang mengganjal di tenggorokan.
-
Bintik-bintik putih di tenggorokan atau uvula.
-
Kesulitan bernapas apabila kondisi sudah sangat berat.
Diagnosis Uvula Bengkak
Pemeriksaan uvula bengkak biasanya dimulai dengan anamnesis atau wawancara medis oleh dokter. Pada tahap ini, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dialami pasien dan riwayat medisnya.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien, terutama pemeriksaan pada bagian mulut dan tenggorokan. Selain itu, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:
-
Tes darah untuk menghitung nilai darah lengkap, penanda peradangan, dan lain-lain.
-
Tes alergi.
-
Throat culture.
-
Tes swab hidung dan tenggorokan.
Pengobatan Uvula Bengkak
Uvula bengkak ditangani dengan mengobati faktor penyebabnya. Umumnya, dokter merekomendasikan pengobatan berikut:
-
Antihistamin untuk mengurangi gejala pada uvula yang disebabkan oleh alergi.
-
Kortikosteroid untuk meredakan pembengkakan akibat peradangan yang terjadi pada uvula.
-
Obat antibiotik, antijamur, atau antivirus untuk mengatasi infeksi.
-
Pengangkatan sebagian atau seluruh uvula (uvulektomi) untuk uvulitis yang kronis dan tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan noninvasif.
Dokter biasanya juga merekomendasikan penanganan di rumah untuk membantu mengurangi pembengkakan uvula yang ringan dengan melakukan beberapa hal berikut:
-
Minum air lebih banyak.
-
Berkumur dengan air garam hangat.
-
Memperbanyak istirahat.
-
Mengisap pelega tenggorokan.
-
Meminum obat pereda nyeri yang dijual bebas.
-
Menggunakan pelembap udara.
Uvula bengkak bisa ditangani dengan rekomendasi pengobatan yang tepat dari dokter. Sebagai catatan, gejala yang disebutkan di atas tidak mengindikasikan uvulitis secara spesifik, namun bisa menjadi indikasi untuk kondisi lainnya. Kendati demikian, jika Anda merasa nyeri tenggorokan hingga sulit menelan, konsultasikan kondisi dengan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Subspesialis Laring Faring di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Pemeriksaan uvula bengkak dan penanganannya akan disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. Dokter pun juga akan melakukan penyesuaian dalam prosedur pemeriksaan dan memberikan pengobatan sesuai dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing lokasi.
Jika dokter merekomendasikan tes alergi, Anda bisa melakukan pemesanan Panel Pemeriksaan Alergi melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa menggunakan berbagai fitur yang memudahkan pengobatan, seperti membuat janji temu dengan dokter terkait hingga memeriksa hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang dan manfaatkan fitur-fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Cleveland Clinic. Swollen Uvula (Uvulitis). Diakses pada 2025 | Healthline. Uvulitis: Causes and Treatment for Swollen Uvula. Diakses pada 2025 | MedicalNewsToday. What causes a swollen uvula?. Diakses pada 2025 | National Library of Medicine. Uvula infections and traditional uvulectomy: Beliefs and practices in Luwero district, central Uganda. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL
Otorinolaringologi (THTBKL)
Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini






