Operasi Amandel (Tonsilektomi) - Tujuan, Prosedur, & Risiko
Kesehatan Tubuh

Operasi Amandel (Tonsilektomi) - Tujuan, Prosedur, & Risiko

03 November 2025 4 menit waktu baca
mengenal operasi amandel (tonsilektomi)

Operasi amandel (tonsilektomi) adalah tindakan medis untuk mengangkat sebagian atau kedua amandel (tonsil) yang mengalami peradangan atau pembengkakan berulang. Tindakan medis ini bisa dilakukan lewat beberapa cara, yaitu menggunakan pisau bedah, energi panas, suhu dingin, atau sinar laser. Mari pahami lebih lanjut mengenai prosedur, efek samping, hingga perawatan pascaoperasi amandel melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Tonsilektomi (Operasi Amandel)?

 

Amandel merupakan kelenjar kecil yang termasuk dalam komponen sistem limfatik dan terletak pada kedua sisi tenggorokan bagian belakang. Pada dasarnya, amandel berfungsi untuk melawan infeksi di dalam tubuh, Namun, tidak menutup kemungkinan kelenjar ini juga dapat terserang infeksi dan meradang.

 

Apabila amandel mengalami peradangan yang berulang dan cukup parah, maka tindakan medis yang dapat dilakukan untuk menangani kondisi tersebut adalah melalui operasi amandel (tonsilektomi).

 

Tonsilektomi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh amandel yang bengkak dan meradang. Tindakan medis ini biasanya dilakukan apabila radang amandel tidak kunjung mereda meski telah mengonsumsi obat antibiotik.

 

Tujuan dan Kondisi Medis yang Memerlukan Operasi Amandel

 

Tujuan utama dilakukannya operasi amandel adalah untuk menangani radang amandel (tonsilitis) yang bersifat kronis dan sering kambuh sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Selain radang amandel, operasi amandel juga kerap dilakukan dokter untuk menangani beberapa kondisi medis lain, di antaranya:

 

  • Batu amandel yang parah dan sering kambuh.
  • Pembengkakan amandel yang menyebabkan gangguan pernapasan, kesulitan menelan (disfagia), sleep apnea, hingga komplikasi penyakit jantung dan paru-paru.
  • Tumor pada amandel.
  • Abses peritonsil, yaitu infeksi bakteri yang menyebabkan terbentuknya abses atau kantung nanah pada amandel.
  • Bau mulut yang disebabkan oleh radang amandel yang tidak membaik dengan konsumsi obat-obatan.

 

Prosedur Operasi Amandel

 

Terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam menjalani prosedur tonsilektomi, di antaranya persiapan, prosedur pelaksanaan, dan perawatan pascaoperasi. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Persiapan

 

Sebelum menjalani tonsilektomi, pasien perlu memberi tahu jenis obat-obatan dan suplemen yang sedang dikonsumsi untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi pascaoperasi. Penting pula untuk memberi tahu riwayat penyakit dan kondisi medis yang dialami, terutama jika pasien mengalami gangguan pembekuan darah, riwayat alergi terhadap obat bius, infeksi akut, atau anemia.

 

Apabila telah dipastikan layak menjalani operasi, dokter akan menyarankan pasien untuk berpuasa selama 8 jam sebelum operasi serta mengurangi dosis atau menghentikan konsumsi obat-obatan terlebih dahulu.

 

2. Prosedur Pelaksanaan

 

Prosedur tonsilektomi ini diawali dengan pemberian anestesi atau obat bius total agar pasien tertidur dan tidak merasakan sakit selama pembedahan berlangsung. Setelah itu, dokter dapat melanjutkan tindakan pembedahan dengan beberapa teknik, di antaranya:

 

  • Cold knife (steel) surgery, yaitu prosedur operasi dengan memotong amandel menggunakan pisau bedah steril.
  • Electrocautery (diathermy), yaitu tindakan medis menggunakan energi panas untuk menghentikan perdarahan dan menghancurkan jaringan amandel yang bermasalah.
  • Coblation (radiofrequency ablation), yaitu tindakan medis menggunakan suhu dingin untuk menghancurkan jaringan amandel yang bermasalah.
  • Menggunakan sinar laser dan gelombang suara untuk memotong amandel.

 

3. Pascaoperasi

 

Setelah prosedur operasi amandel selesai, pasien akan menjalani masa pemulihan di ruangan observasi rumah sakit selama beberapa jam hingga efek obat bius menghilang. Dokter juga akan memantau kondisi vital pasien, seperti tekanan darah dan detak jantung secara berkala.

 

Apabila kondisinya sudah stabil, pasien pun dapat dipersilahkan untuk pulang ke rumah. Selama masa pemulihan, pasien juga disarankan untuk memperhatikan beberapa pantangan pasca operasi amandel, yaitu:

 

  • Rutin menggunakan obat-obatan yang diresepkan dokter.
  • Banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. 
  • Tidak melakukan aktivitas berat dan bed rest selama sekitar 2 minggu pasca operasi. 
  • Menghindari konsumsi makanan yang bertekstur keras, seperti keripik atau kacang karena berisiko mengiritasi lapisan tenggorokan dan memicu perdarahan.
  • Menghindari konsumsi makanan yang terlalu pedas dan asam karena dapat membuat tenggorokan terasa sakit dan gatal.
  • Menghindari konsumsi minuman bersoda karena dapat memperparah rasa nyeri serta mengiritasi lapisan di sekitar amandel.
  • Tidak merokok.
  • Menghindari berteriak secara berlebihan.

 

Efek Samping dan Risiko Operasi Amandel

 

Tonsilektomi adalah prosedur medis yang relatif aman untuk menangani radang amandel kronis. Namun, perlu diketahui bahwa terdapat sejumlah efek samping dan risiko komplikasi dari operasi amandel yang bisa terjadi, seperti:

 

  • Perdarahan pascaoperasi.
  • Demam. 
  • Gangguan tidur pascaoperasi, terutama pada pasien anak-anak.
  • Nyeri pada telinga dan tenggorokan.
  • Infeksi pada luka bekas operasi.
  • Reaksi alergi karena obat bius, seperti sakit kepala, sesak napas, ruam pada kulit, dan bengkak pada bibir, wajah, atau kelopak mata.
  • Pembengkakan pada langit-langit mulut dan lidah.

 

Tonsilektomi adalah prosedur medis untuk menangani radang amandel yang bersifat kambuhan atau yang tidak membaik walau sudah diberi obat-obatan. Jika Anda mengeluhkan radang amandel berulang, segera dapatkan perawatan dan tindakan medis yang tepat dari Dokter Spesialis THT di Siloam Hospitals terdekat.

 

Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi radang amandel dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail