Mengenal Batu Amandel, Apakah Bisa Keluar Sendiri?
Kesehatan Tubuh

Mengenal Batu Amandel, Apakah Bisa Keluar Sendiri?

01 Agustus 2025 4 menit waktu baca
batu amandel adalah

 

Batu amandel adalah endapan padat yang terbentuk di dalam amandel (tonsil). Amandel merupakan jaringan lunak yang berada di sisi kiri dan kanan pada bagian belakang tenggorokan. Pada dasarnya, amandel berfungsi untuk mencegah infeksi dengan menghalau masuknya bakteri, virus, atau kuman lainnya ke dalam tubuh.

 

Lantas, apakah batu amandel berbahaya? Sebetulnya, batu amandel adalah kondisi medis yang tidak berbahaya. Kendati demikian, kondisi ini bisa menimbulkan bau mulut, rasa tidak nyaman, dan sakit tenggorokan sehingga perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Mari kenali penyebab, gejala, diagnosis, serta cara menghilangkan batu amandel melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Batu Amandel (Tonsil Stone)?

 

Tonsil stone, tonsillolith, atau batu amandel adalah batu atau endapan padat yang berada di amandel (tonsil). Batu amandel sering kali disebabkan oleh penumpukan sisa makanan, bakteri, kotoran, serta sel-sel mati yang akhirnya mengeras menjadi batu di celah-celah amandel (kripta amandel).

 

Meski tidak berbahaya, batu amandel berisiko menimbulkan nyeri pada tenggorokan dan bau mulut yang dapat mengganggu penderitanya. Seseorang bisa terkena batu amandel berulang kali. Selain itu, jumlah batu amandel bisa lebih dari satu dengan ukuran yang berbeda-beda. 

 

Penyebab Batu Amandel

 

Penyebab utama terbentuknya batu amandel adalah adanya tumpukan sisa makanan atau bakteri dan sel-sel mati yang mengeras di tonsil. Selain itu, sejumlah faktor yang dapat memicu terbentuknya batu amandel adalah sebagai berikut:

 

  • Kebiasaan jarang menggosok gigi (kebersihan gigi dan mulut yang buruk).

  • Kebiasaan merokok.

  • Radang amandel (tonsillitis).

  • Infeksi telinga berulang.

  • Sinusitis kronis.

 

Gejala Batu Amandel

 

Gejala batu amandel cenderung beragam, sesuai dengan ukuran batu yang berada di dalam amandel. Jika batu amandel berukuran kecil, penderita mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Namun, sejumlah gejala yang umum dialami oleh penderita batu amandel dengan ukuran lebih besar adalah sebagai berikut:

 

  • Benjolan berwarna putih atau kekuningan yang terlihat di belakang tenggorokan, dengan tekstur kenyal atau keras.

  • Pembengkakan amandel.

  • Bau mulut.

  • Rasa tidak nyaman dan gatal pada tenggorokan.

  • Nyeri saat menelan.

  • Batuk.

  • Nyeri pada telinga.

  • Munculnya kerak putih pada amandel.

 

Komplikasi Batu Amandel

 

Batu amandel jarang menimbulkan komplikasi sehingga cenderung tidak berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, batu amandel yang berukuran besar dan tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan abses amandel atau abses peritonsil, infeksi, dan peradangan amandel berulang. Selain itu, batu amandel yang terjadi karena penumpukan bakteri di dalam rongga mulut juga berisiko menyebabkan karies gigi.

 

Diagnosis Batu Amandel

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik pada mulut dan tenggorokan untuk mengetahui kondisi yang dialami oleh pasien. Terkadang, ukuran batu amandel terlalu kecil atau terletak terlalu dalam. Oleh karena itu, sejumlah pemeriksaan penunjang dapat dilakukan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis batu amandel, seperti:

 

 

Cara Mengobati Batu Amandel

 

Apakah batu amandel bisa keluar sendiri? Jika berukuran kecil, batu amandel dapat keluar secara alami dengan melakukan beberapa cara penanganan mandiri. Namun, apabila batu berukuran besar dan sulit dikeluarkan secara alami, dokter akan menyarankan beberapa  tindakan medis untuk menghilangkan batu tersebut. Berikut penjelasannya.

 

1. Penanganan Mandiri

 

Berikut adalah beberapa penanganan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengeluarkan batu amandel berukuran kecil.

 

  • Gargling atau berkumur menggunakan air garam secara rutin.

  • Menekan area di sekitar amandel secara perlahan menggunakan kapas bersih untuk membantu mengeluarkan batu amandel.

  • Menyemprotkan air garam ke area amandel dengan spuit.

  • Batuk kuat yang disengaja agar batu dapat terlepas dari celah-celah amandel.

 

Apabila setelah batuk kuat batu amandel tetap tidak dapat terlepas dari celahnya, jangan terus memaksakan batuk karena hal ini dapat melukai tenggorokan. Penderita amandel juga tidak diperbolehkan untuk mengambil atau mengeluarkan batu amandel dengan jarum atau tusuk gigi karena berpotensi melukai amandel dan mengakibatkan terjadinya infeksi.

 

2. Tindakan Medis

 

Pengobatan batu amandel secara medis dapat dilakukan jika batu amandel berukuran cenderung besar. Adapun sejumlah tindakan medis untuk menghilangkan batu amandel adalah sebagai berikut:

 

  • Cryptolysis, yaitu prosedur operasi dengan menipiskan celah-celah amandel untuk mengeluarkan batu. Cryptolysis dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu menggunakan gelombang energi radio (coblation cryptolysis) atau laser (laser cryptolysis).

  • Pengambilan batu amandel menggunakan pengait dan pinset medis oleh dokter.

  • Tonsilektomi, yaitu prosedur operasi untuk mengangkat amandel. Tonsilektomi dapat dilakukan apabila batu amandel telah menimbulkan peradangan parah atau berulang.

  • Pemberian antibiotik untuk mengatasi bakteri penyebab batu amandel, bukan untuk menghilangkan batu amandel.

 

Cara Mencegah Batu Amandel

 

Pencegahan batu amandel dapat dilakukan dengan menghindari faktor risikonya. Adapun sejumlah cara untuk mencegah terbentuknya batu amandel adalah sebagai berikut:

 

  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggosok gigi dua kali sehari secara rutin, membersihkan lidah dari bagian depan ke belakang, dan memeriksakan gigi ke dokter gigi setiap enam bulan sekali.

  • Berkumur menggunakan air garam secara berkala.

  • Berhenti merokok.

  • Membatasi konsumsi alkohol guna mencegah mulut kering yang dapat memicu pembentukan batu amandel.

  • Minum air putih yang cukup kurang lebih dua liter sehari untuk menjaga kelembapan mulut dan mencegah dehidrasi.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan pada artikel ini hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini juga dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya, tidak terbatas pada kondisi batu amandel.

 

Apabila Anda menyadari adanya benjolan tak biasa pada tenggorokan, mulut terasa bau, dan nyeri saat menelan, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Otorinolaringologi (THTBKL) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati fitur-fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail