Laryngospasm, Kondisi Menakutkan Ketika Pita Suara Menegang
Kesehatan Tubuh

Laryngospasm, Kondisi Menakutkan Ketika Pita Suara Menegang

02 Juni 2025 5 menit waktu baca
 Laryngospasm adalah

 

Laryngospasm adalah fenomena langka ketika pita suara tiba-tiba mengalami kejang singkat sehingga membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Meskipun jarang terjadi, tanpa penanganan yang tepat waktu, laryngospasm bisa berbahaya karena berpotensi menyebabkan gagal napas. Lantas, apa penyebab laryngospasm? Apa saja gejala yang perlu diwaspadai? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Laryngospasm?

 

Laryngospasm adalah kondisi ketika pita suara tiba-tiba mengalami kejang singkat sehingga terjadi penyumbatan saluran napas sementara yang membuat penderita kesulitan bernapas atau berbicara. Laryngospasm termasuk kejadian yang jarang terjadi dan bisa mengkhawatirkan penderitanya, tetapi biasanya tidak sampai menimbulkan masalah yang serius. 

 

Orang dengan kondisi ini mungkin dapat terbangun dari tidur nyenyak dan mendapati dirinya tidak bisa berbicara atau bernapas sementara waktu. Kejadian ini biasanya berlangsung selama sekitar 60 detik.

 

Penyebab Laryngospasm

 

Laryngospasm bisa terjadi tanpa sebab yang jelas. Namun, sering kali laryngospasm merupakan gejala dari kondisi lain. Kondisi-kondisi yang mungkin dapat menyebabkan laryngospasm di antaranya:

 

  • Asma: Penderita asma bisa mengalami laryngospasm karena terpapar zat alergen, polusi udara atau bernapas dengan kuat setelah berolahraga.

  • GERD: Kondisi ini menyebabkan asam lambung atau makanan yang tidak tercerna naik kembali ke esofagus. Terkadang, asam tersebut bisa bersentuhan dengan laring dan memicu laryngospasm.

  • Prosedur anestesi: Pada beberapa kasus, prosedur anestesi seperti intubasi (memasukkan alat bantu napas berupa tabung elastis ke dalam trakea) atau ekstubasi (mengeluarkan alat bantu napas berupa tabung elastis dari trakea), dapat mengiritasi pita suara, biasanya terjadi pada individu yang menjalani operasi pada laring atau faring.

  • Hipersensitivitas laring: Ketika mukosa saluran napas bagian atas terlalu sensitif, apa pun yang merangsangnya dapat menyebabkan laryngospasm, termasuk udara dingin, batuk, atau berbicara keras.

  • Anxiety disorder: Rasa cemas berlebihan dapat memicu laryngospasm. Ini merupakan respons fisik terhadap emosi intens yang muncul.

  • Sleep-related laryngospasm: Ini merupakan kondisi laryngospasm yang membuat penderitanya terbangun saat tidur nyenyak yang sering kali berkaitan dengan disfungsi pita suara atau refluks asam lambung.

  • Penyebab lainnya: Reaksi obat, tetanus, hipokalsemia, dan epilepsi.

 

Gejala Laryngospasm

 

Gejala utama laryngospasm adalah kesulitan berbicara atau bernapas. Beberapa penderita juga mungkin dapat mengalami sensasi tercekik. Hal ini terjadi ketika pita suara berkontraksi dan tertutup rapat selama laryngospasm berlangsung. 

 

Saat pita suara sudah perlahan rileks dan terbuka kembali, penderita mungkin mendengar suara bernada tinggi (stridor). Meskipun laringospasme biasanya tidak serius atau mengancam nyawa, pengalaman tersebut bisa sangat mengganggu atau mengkhawatirkan penderitanya.

 

Diagnosis Laryngospasm

 

Laryngospasm bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan, biasanya berlangsung selama 1 menit. Seseorang yang pernah mengalami gejala ini, terutama lebih dari satu kali, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengevaluasi lebih lanjut mengenai penyebab yang mendasarinya.

 

Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengetahui tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pita suara secara komprehensif menggunakan laringoskopi.

 

Pengobatan Laryngospasm

 

Kunci saat menghadapi laryngospasm adalah berusaha tetap tenang. Penderita sebaiknya tidak panik atau terengah-engah berusaha untuk menghirup udara lewat mulut. Kepanikan ini justru bisa membuat kejang berlangsung lebih lama dan menyebabkan gejala terasa lebih intens.

 

Beberapa teknik latihan pernapasan sederhana yang bisa dicoba untuk menghentikan kejang adalah sebagai berikut:

 

  • Tahan napas selama 5 detik, lalu bernapas perlahan melalui hidung. Buang napas melalui bibir yang mengerucut. Ulangi hingga kejang pita suara berhenti.

  • Potong sedotan menjadi dua. Selama serangan, rapatkan bibir di sekitar sedotan dan tarik napas hanya melalui sedotan, bukan hidung. Teknik ini mendorong pernapasan yang lebih lambat yang dapat menyebabkan relaksasi pita suara.

  • Tekan titik tekanan di dekat telinga. Titik ini disebut sebagai laryngospasm notch atau Larson’s point yang bisa memaksa pita suara untuk rileks. Caranya, temukan titik lunak di belakang cuping telinga dan tepat di atas rahang. Tekan dengan kuat ke bawah dan ke dalam ke arah tenggorokan. Tekanan harus cukup kuat hingga terasa nyeri, dan jika berhasil, gejala laringospasme akan segera hilang.

 

Pencegahan Laryngospasm

 

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi kejadian laryngospasm adalah sebagai berikut:

 

  • Sering minum air putih untuk membantu membersihkan iritasi dari tenggorokan.

  • Minimalkan refluks asam dengan membuat perubahan gaya hidup atau pola makan, seperti:

    • Makan lebih sedikit namun lebih sering.

    • Meninggikan ujung kepala tempat tidur 10–20 cm, sehingga dada dan kepala berada di atas pinggang. Hal ini dapat membantu menghentikan asam lambung naik ke kerongkongan.

  • Menjaga berat badan ideal.

  • Berkonsultasi dengan dokter atau terapis wicara.

 

Jika pasien memiliki kondisi tertentu yang mendasari terjadinya laryngospasm, dokter akan memberikan penanganan untuk kondisi tersebut. Orang yang sering mengalami laringospasme di malam hari mungkin perlu tidur dengan alat yang disebut continuous positive airway (CPAP), namun penggunaan alat ini harus di bawah pengawasan dan juga instruksi dari dokter. Terapi wicara dapat membantu dalam beberapa kasus, terutama jika ada penyebab neurologis. 

 

Jika metode penanganan lainnya telah gagal, injeksi botulinum toxin type-A (BoNT-A) mungkin dapat dilakukan untuk melemaskan pita suara dan mencegah serangan berikutnya. Namun dokter tentunya akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah kondisi pasien dapat menjalani prosedur ini dan prosedur ini harus dilakukan di bawah pengawasan ketat dari dokter. 

 

Perlu diketahui bahwa tanda dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan laryngospasm. Artinya, gejala atau tanda tersebut mungkin mirip dengan gejala atau tanda dari kondisi medis lainnya. 

 

Apabila Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi ini, seperti rasa tidak nyaman di tenggorokan dan kesulitan bernapas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis THT-BKL di Siloam Hospitals terdekat.

 

Penting diketahui juga bahwa informasi dalam artikel ini ditujukan untuk edukasi dan tidak dapat digunakan untuk menggantikan diagnosis ataupun saran penanganan dari dokter. Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk menemukan Siloam Hospitals terdekat. Melalui aplikasi ini, Anda juga dapat membuat janji temu dengan dokter terkait serta memeriksa riwayat kesehatan secara virtual. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Medical News Today. What to know about laryngospasm. Diakses pada 2024 | WebMD. Laryngospasm. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Laryngospasm. Diakses pada 2024 | NHS. Laryngospasm. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Laryngospasm: What causes it?. Diakses pada 2024 | Healthline. Laryngospasm. Diakses pada 2024 | Life in the Fastlane. Laryngospasm. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail