Mengenal Penyebab Stridor, Gejala, dan Cara Menanganinya
Kesehatan Tubuh

Mengenal Penyebab Stridor, Gejala, dan Cara Menanganinya

06 Mei 2025 4 menit waktu baca
stridor adalah

Stridor adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara serak, kasar, dan bernada tinggi saat sedang bernapas. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi serta anak-anak. Sebenarnya, stridor bukanlah penyakit tersendiri, namun merupakan suatu gejala dari gangguan pernapasan tertentu. Untuk memahami lebih lanjut tentang stridor, mari simak ulasan berikut ini sampai tuntas.

 

Apa itu Stridor?

 

Seperti yang sudah dijelaskan, stridor adalah suara serak, kasar, dan bernada tinggi yang keluar saat seseorang sedang bernapas. Kondisi ini terjadi ketika saluran pernapasan bagian atas mengalami penyempitan atau penyumbatan dan biasanya terdengar paling menonjol pada fase inspirasi. Stridor lebih sering dialami oleh bayi dan anak-anak, mengingat bahwa saluran pernapasan mereka lebih lunak dan sempit dibandingkan dengan orang dewasa.

 

Stridor terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya inspiratory stridor, expiratory stridor, dan biphasic stridor. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Inspiratory stridor: Pada kondisi ini, suara abnormal hanya terdengar ketika penderitanya menarik napas. Hal tersebut mengindikasikan adanya masalah pada jaringan di atas pita suara.

  • Expiratory stridor: Jenis stridor ini ditandai dengan munculnya suara abnormal saat seseorang sedang mengembuskan napas. Hal tersebut dapat disebabkan oleh adanya penyumbatan di tenggorokan.

  • Biphasic stridor: Pada kondisi ini, muncul suara tidak normal ketika seseorang sedang menarik dan mengembuskan napas. Kondisi tersebut dapat timbul akibat penyempitan pada tulang rawan yang berada di dekat pita suara.

 

Penyebab Stridor

 

Meski lebih sering terjadi pada bayi dan anak-anak, namun stridor juga bisa dialami oleh orang 

dewasa dari berbagai usia. Kendati demikian, penyebab stridor yang terjadi pada anak-anak dan orang dewasa berbeda. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Penyebab stridor pada bayi dan anak-anak:

 

  • Laringomalasia, yaitu kelainan bawaan lahir di mana terjadi kelemahan struktur atau jaringan supraglotis (epiglotis dan kartilago aritenoid) dari laring menjadi lunak dan lentur sehingga saluran napas kolaps menuju ke dalam dan terjadi obstruksi (penyumbatan) pada saat inspirasi. Pada kondisi ini, anak dapat mengeluarkan suara napas yang lebih tenang saat berbaring pada perutnya, namun bisa semakin keras saat anak berbaring telentang pada punggungnya. Biasanya, gejala dari laringomalasia paling terlihat saat anak berusia 6 bulan dan akan hilang ketika anak sudah berusia 2 tahun.

  • Croup (infeksi pernapasan akibat virus).

  • Stenosis subglotis (kondisi ketika kotak suara atau laring terlalu sempit).

  • Hemangioma subglotis (kondisi yang jarang terjadi di mana terdapat massa pembuluh darah yang terbentuk sehingga menghalangi jalan napas).

  • Cincin vaskular (kondisi yang terjadi ketika pembuluh darah arteri atau vena luar menekan tenggorokan). 

 

Penyebab stridor pada orang dewasa:

 

  • Terdapat benda yang menghalangi jalan napas.

  • Pembengkakan di tenggorokan atau jalan napas bagian atas.

  • Trauma pada jalan napas, misalnya patah tulang leher.

  • Operasi pada kelenjar tiroid, dada, kerongkongan, atau leher.

  • Intubasi.

  • Menghirup asap.

  • Menelan zat berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan pada jalan napas.

  • Kelumpuhan pita suara.

  • Bronkitis.

  • Tonsilitis.

  • Epiglotitis.

  • Stenosis trakea.

  • Tumor.

  • Abses. 

 

Gejala Stridor

 

Gejala utama stridor adalah timbulnya suara serak bernada tinggi saat penderitanya sedang bernapas, baik saat mengembuskan napas, menarik napas, atau keduanya. Tergantung dari penyebabnya, penderita mungkin juga mengalami sejumlah gejala lainnya, seperti:

 

  • Batuk.

  • Mengeluarkan air liur (drooling).

  • Demam.

  • Nyeri pada tenggorokan dan/atau leher.

  • Pembengkakan di tenggorokan dan/atau leher.

  • Ketidaknyamanan saat menelan.

 

Segera kunjungi dokter apabila stridor disertai dengan beberapa gejala di bawah ini:

 

 

Diagnosis Stridor

 

Dokter dapat mendiagnosis stridor dengan melakukan anamnesis (wawancara medis) untuk mengumpulkan informasi tentang gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter juga melakukan pemeriksaan fisik serta beberapa pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan tersebut, di antaranya:

 

  • Tes pencitraan, seperti rontgen leher atau dada dan CT scan dada.

  • Analisis gas darah, untuk memeriksa kadar oksigen dan pH dalam darah.

  • Laringoskopi atau bronkoskopi, untuk melihat kondisi jalan napas dan laring secara lebih jelas.

 

Cara Mengatasi Stridor

 

Tujuan utama pengobatan stridor adalah membuka saluran napas atau mengangkat sumbatan di saluran napas (jika ada). Tindakan medis yang dilakukan bisa bervariasi, tergantung dari penyebab yang mendasari terjadinya stridor. Berikut uraian selengkapnya tentang penanganan stridor:

 

  • Pembedahan untuk mengangkat sumbatan atau benda asing dan melebarkan saluran napas.

  • Pemberian obat-obatan untuk mengurangi pembengkakan, mengobati infeksi, dan meredakan rasa nyeri.

  • Melakukan Heimlich manuver untuk mengeluarkan sumbatan di jalan napas jika penderita tersedak.

  • Memberikan terapi oksigen.

  • Memasukkan selang ke dalam mulut, hidung, atau melalui pembedahan untuk memasukkan selang ke trakea agar udara dapat tetap mengalir ke dalam saluran pernapasan sampai dokter bisa mengeluarkan sumbatan tersebut.

 

Stridor adalah kondisi yang memerlukan penanganan sesegera mungkin agar penderita bisa bernapas dengan normal dan kualitas hidupnya pun bisa meningkat. Oleh karena itu, jika Anda mendapati si kecil mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada stridor, jangan ragu mengunjungi Dokter Spesialis Pulmonologi (Paru) di Siloam Hospitals guna mendapatkan perawatan yang profesional.

 

Siloam Hospitals juga menyediakan paket Skrining Kesehatan Paru yang meliputi tes darah lengkap, foto Rontgen, dan spirometri. Tujuan utama pemeriksaan ini adalah mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan yang terkait dengan paru-paru.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-tomas-ari-kurniawan-komala-span

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tomas Ari Kurniawan Komala, SpAn

Anestesiologi

Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-charles-wijaya-tan-span

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Charles Wijaya Tan, M.Kes, Sp.An-KMN

Anestesiologi

Subspesialis Manajemen Nyeri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-agung-purnomo-span

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agung Purnomo, SpAn

Anestesiologi

Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail