Kesehatan Tubuh
Laringomalasia pada Bayi, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Table of Contents
Laringomalasia adalah suatu kondisi yang kerap dialami oleh bayi baru lahir, umumnya ditandai dengan suara seperti mendengkur saat bayi bernapas. Kondisi ini memang tergolong tidak berbahaya, namun apakah bisa disembuhkan? Mari cari tahu jawabannya melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Laringomalasia?
Laringomalasia adalah kondisi ketika kotak suara (laring) pada bayi baru lahir mengalami kelainan. Kondisi ini terjadi saat jaringan yang berada di bagian atas laring, tepatnya di atas pita suara, menjadi lebih lembut atau lunak, dan kemudian jatuh ke saluran napas sehingga bisa menyebabkan obstruksi (sumbatan).
Perlu diketahui, laringomalasia merupakan salah satu kondisi yang paling umum menyebabkan napas berisik pada bayi. Kondisi ini biasanya sudah mulai terlihat pada minggu atau bulan pertama kehidupan bayi, namun dapat membaik ketika bayi menginjak usia 12 bulan.
Penyebab Laringomalasia
Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa penyebab laringomalasia. Namun, terdapat dugaan kuat bahwa kondisi ini berhubungan dengan perkembangan laring saat bayi masih di dalam kandungan. Pada laringomalasia, otot-otot yang mendukung laring terlalu lemah atau rileks.
Laringomalasia adalah kondisi yang tergolong normal pada bayi baru lahir. Pasalnya, kondisi pita suara bayi masih sangat lembut, sehingga bisa menutupi saluran udara untuk bernapas. Hal ini membuat jalan napas bayi tersumbat dan memicu timbulnya suara seperti dengkuran.
Selain itu, kondisi ini juga diduga berkaitan dengan kondisi neurologis yang dapat memengaruhi saraf-saraf di pita suara.
Gejala Laringomalasia
Gejala laringomalasia biasanya sudah terlihat sejak bayi baru lahir, dan akan semakin terlihat selama minggu pertama kehidupannya. Ada sejumlah gejala umum laringomalasia yang perlu diketahui, seperti sering tersedak saat menyusu hingga kesulitan makan saat mencapai usia MPASI. Berikut adalah uraian selengkapnya.
-
Suara napas stridor, yaitu pernapasan berisik atau bernada tinggi, terutama saat bayi tidur atau menangis.
-
Suara bayi bernada tinggi.
-
Sering tersedak saat menyusu.
-
Berat badan sulit naik.
-
Apnea, jeda napas yang lama.
-
Sianosis, suatu kondisi yang menyebabkan kulit atau bibir berubah warna menjadi kebiruan.
-
Tampak menarik leher dan dada saat mengambil napas.
-
Kesulitan makan saat mencapai usia MPASI (6 bulan ke atas).
Diagnosis Laringomalasia
Dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) kepada orang tua pasien mengenai keluhan, riwayat kelahiran, termasuk riwayat prosedur atau tindakan medis tertentu yang pernah dijalani pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada rongga mulut, hidung, dan leher.
Kemudian, dokter juga dapat merekomendasikan tes nasopharyngolaryngoscopy (NPL) untuk melihat kondisi laring bayi secara lebih jelas. Selain NPL, beberapa pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis laringomalasia adalah:
-
Rontgen leher.
-
Mikrolaringoskopi dan bronkoskopi.
-
Fluoroskopi, yaitu pencitraan menggunakan sinar-X pada struktur tubuh yang bergerak.
-
Pemeriksaan impedansi (memasukkan tabung kecil melalui hidung ke dalam esofagus untuk mengukur asam lambung yang naik ke esofagus).
Ketika dokter mencurigai kondisi yang tidak biasa pada bayi baru lahir, seperti adanya kelainan pada laring, saat itu juga dokter akan memberitahukan kondisi kesehatan bayi pada orang tuanya.
Cara Mengatasi Laringomalasia
Apakah laringomalasia bisa sembuh? Pada sebagian besar kasus, laringomalasia dapat sembuh dengan sendirinya meski tanpa pengobatan khusus. Gejala laringomalasia pada sebagian besar pasien di usia 12 hingga 18 bulan tidak memerlukan intervensi bedah.
Namun, orang tua perlu memastikan bayi dapat menyusu dengan baik, memantau kenaikan berat badan, dan melihat bahwa anak tidak mengalami gejala laringomalasia yang parah. Pemberian makanan dengan posisi tertentu dan pemberian makanan yang bertekstur kental dapat membantu bayi yang mengalami kesulitan makan.
Pada bayi yang mengalami laringomalasia parah, biasanya diperlukan obat-obatan atau prosedur operasi untuk mengatasinya. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Obat-obatan
Apabila laringomalasia disebabkan oleh GERD, dokter biasanya memberikan obat untuk menjaga refluks tetap terkendali. Pasalnya, GERD dapat memperburuk pembengkakan yang berkaitan dengan laringomalasia.
2. Operasi
Sekitar 10–20% bayi dengan laringomalasia memiliki gejala parah yang sering kali memerlukan tindakan operasi. Metode operasi yang digunakan untuk mengatasi laringomalasia adalah operasi supraglottoplasty. Prosedur ini dilakukan dengan memangkas jaringan yang lemah dan lembek di atas kotak suara. Supraglottoplasty merupakan prosedur yang memerlukan anestesi umum.
Tujuan utama operasi bukanlah untuk menghilangkan suara berisik saat bayi bernapas, namun untuk membantu mengurangi sejumlah kondisi, seperti:
-
Memberikan oksigen tambahan pada bayi.
-
Mengurangi jeda pernapasan.
-
Memperbaiki kemampuan menelan bayi.
-
Membantu meningkatkan berat badan bayi.
Laringomalasia adalah kelainan bawaan lahir yang tidak dapat dicegah sepenuhnya. Karenanya, bila orang tua mencurigai tanda-tanda laringomalasia pada si Kecil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter guna mencegah kondisi yang lebih serius.
Apabila anak Anda mengalami gejala yang mengarah pada laringomalasia, segera konsultasikan kondisi anak Anda dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan fitur kesehatan bermanfaat lainnya. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K
Pediatrik (Anak)
Spesialis Ilmu Kesehatan Anak
Siloam Hospitals Balikpapan
Tersedia :
Tersedia hari ini
KIDS - Wellness MCU Usia 5-12 Tahun
Lainnya
7 Service/Item
Rp950.000
KIDS - Wellness MCU Usia 3-5 Tahun
Lainnya
4 Service/Item
Rp600.000
TERPOPULER
Vert. Cervicalis AP + Lateral / Rontgen Tulang Leher
Rontgen / X-Ray
Rp405.000
TERPOPULER
MRI Tulang Leher/Spine Cervical (Non Kontras)
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
USG Leher
USG
Rp613.000







