Ibu dan Anak
Apa itu MPASI? Kenali Aturan Pemberiannya yang Tepat

Table of Contents
MPASI adalah makanan pendamping (complementary food) yang perlu dikonsumsi oleh bayi ketika sudah berusia 6 bulan atau lebih. Asupan makanan pendamping ini merupakan faktor krusial yang mendukung proses tumbuh kembang si kecil.
MPASI dibutuhkan karena ASI saja sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Untuk memenuhi kebutuhan MPASI si kecil dengan tepat, mari simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu MPASI?
MPASI adalah makanan pendamping ASI yang diberikan kepada bayi ketika menginjak usia 6 bulan. Dilansir dari panduan makanan pendamping ASI yang dibuat oleh WHO, makanan pendamping merupakan hak setiap bayi untuk mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan usianya. Dengan mendapatkan makanan pendamping yang tepat, bayi bisa bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang dengan baik.
Di antara usia 6 hingga 23 bulan, ASI dan MPASI dapat mencukupi kebutuhan nutrisi, vitamin, dan mineral yang penting untuk mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan fisik serta fungsi kognitif bayi. Periode ini pun menjadi kesempatan krusial dalam pencegahan malnutrisi yang mungkin terjadi pada bayi seperti gizi buruk, kekurangan berat badan, kelebihan berat badan (obesitas), dan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan asupan nutrisi lainnya.
Meskipun perut bayi hanya dapat menampung makanan dalam jumlah kecil, nutrisi yang didapatkan dari MPASI bisa berdampak besar pada pertumbuhannya di kemudian hari. Maka dari itu, mencukupi kebutuhan nutrisi dari makanan pendamping ASI tidak boleh dikesampingkan begitu saja oleh orang tua.
Kapan Bayi Bisa Diberi MPASI?
MPASI dapat mulai diberikan kepada bayi ketika sudah memasuki usia 6 bulan. Berikut adalah rekomendasi pemberian MPASI dari WHO:
-
Bayi berusia 6–9 bulan: Mulai mengonsumsi makanan yang dilembutkan dan disaring (puree) dan dilumatkan (mashed) minimal dua kali sehari.
-
Bayi berusia 9–12 bulan: Meningkatkan porsi dan frekuensi asupan makanan yang dicincang halus (minced), cincang kasar (chopped), dan finger foods (makanan yang mudah dipegang, digigit, atau dikunyah) minimal tiga kali sehari.
-
Bayi berusia 12–23 bulan yang sudah tidak minum ASI: Mengonsumsi makanan padat atau semi padat sebanyak 3–4 kali sehari.
Pemberian MPASI dilakukan secara bertahap. Orang tua bisa memulainya dengan mengenalkan tekstur MPASI yang lembut kepada bayi, seperti bubur. Di usia selanjutnya, kenalkan bayi terhadap beragam jenis makanan dengan tekstur berbeda, seperti finger food (telur rebus, sayuran rebus, pasta, tahu, keju, tahu tempe rebus, dan lain-lain) dan nasi yang dihaluskan.
Pada usia 12 bulan ke atas, kebanyakan bayi sudah bisa mengonsumsi makanan bertekstur padat, seperti daging, pisang, biskuit bayi, kentang, dan lain-lain. Orang tua pun bisa memberikan si kecil menu makanan keluarga yang biasa disantap sehari-hari.
Pentingnya Pemberian MPASI
Inilah beberapa alasan mengapa MPASI menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan bayi:
-
Membantu proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
-
Mencegah risiko gizi buruk dan obesitas di kemudian hari.
-
Mencegah terjadinya stunting.
-
Menunjang pertumbuhan fisik dan fungsi kognitif.
-
Memastikan asupan nutrisi yang seimbang.
-
Mengurangi risiko penyakit yang berkaitan dengan asupan nutrisi.
-
Membantu bayi bertahan hidup di masa krusial pertumbuhan.
-
Mengurangi risiko kematian pada bayi akibat kekurangan nutrisi.
Aturan Pemberian MPASI
Berdasarkan rekomendasi dari WHO, berikut adalah aturan pemberian MPASI yang perlu diperhatikan oleh para orang tua:
1. Tepat Waktu (Timely)
Pemberian MPASI adalah hal yang perlu dilakukan secara tepat waktu, yaitu ketika bayi menginjak usia 6 bulan. Jika bayi mengalami kondisi kesehatan tertentu, seperti kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak wajar, maka pemberian MPASI perlu dikonsultasikan dulu dengan dokter. Adapun tanda-tanda umum kesiapan bayi menerima MPASI adalah:
-
Tertarik dengan makanan yang disantap oleh orang tua.
-
Otot leher bayi sudah cukup kuat untuk mengangkat kepalanya hingga tegak.
-
Bayi bisa mengangkat kepalanya sendiri.
-
Refleks untuk melepeh sudah tidak sering terjadi.
Menurut ESPGHAN, pemberian MPASI tidak dianjurkan bagi bayi di bawah usia 4 bulan dan melebihi usia 6 bulan. MPASI yang diberikan terlalu dini dapat memunculkan risiko infeksi saluran pencernaan, alergi, hingga obesitas. Sebaliknya, pemberian MPASI yang terlalu lambat dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi hingga stunting.
2. Cukup (Adequate)
Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi merupakan tujuan krusial dalam pemberian MPASI. Untuk itu, pastikan makanan yang diberikan memiliki nutrisi yang lengkap, seperti karbohidrat, protein nabati maupun hewani, lemak, zat besi, vitamin, dan mineral, agar dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan baik.
Takarlah porsi makanan yang diberikan kepada bayi secara bertahap seiring bertambahnya usia. Mulai dari 2–3 sendok makan pada usia 6 bulan hingga ½–¾ mangkuk pada usia 9–23 bulan untuk mencukupi kebutuhan kalori dalam tubuh.
3. Aman (Safe)
Sebelum menyajikan MPASI, pastikan untuk membersihkan tangan, bahan masakan, dan peralatan masak terlebih dahulu. Para ibu pun perlu memisahkan papan cutting untuk memotong sayur, buah, ataupun daging yang akan diberikan kepada bayi.
Setelah selesai, cucilah tangan kembali sebelum menyuapi bayi. Untuk mempermudah memasak MPASI, simpanlah MPASI yang sudah matang di dalam kulkas menggunakan wadah tertutup dengan suhu kurang dari 5 derajat Celcius.
MPASI yang sudah dibekukan bisa disajikan kembali dengan cara dihangatkan terlebih dahulu menggunakan microwave atau merendam MPASI yang ditutupi plastik pembungkus makanan di dalam air. Dan, pastikan untuk tidak membekukan kembali makanan yang telah dihangatkan tersebut.
4. Diberikan Secara Tepat (Properly Fed)
MPASI perlu diberikan secara responsif (responsive feeding) yang berarti pemberiannya perlu dilakukan secara konsisten sesuai kebutuhan bayi (ketika bayi menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya tengah lapar atau sudah kenyang).
Meskipun pemberiannya bersifat responsif, jadwal yang teratur tetap perlu diberlakukan dalam memberikan MPASI ke bayi. Biasanya, waktu makan ideal untuk bayi adalah tiga kali makanan utama, diiringi dengan dua kali makanan ringan setiap hari.
Menu MPASI
Berdasarkan studi yang dilakukan UNICEF di Myanmar, berikut adalah menu MPASI yang dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi dalam masa pertumbuhan:
-
Kacang-kacangan: Tahu, kacang hijau, tauge, dan kacang merah.
-
Buah-buahan dan sayuran: Brokoli, bunga kol, alpukat, semangka, wortel, dan bayam.
-
Makanan pokok: Nasi putih, nasi merah, kentang, jagung, dan roti.
-
Produk hewani: Daging ayam, daging sapi, ikan, udang, dan susu.
Demikian informasi seputar MPASI yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi guna mendukung proses tumbuh kembang bayi. Jika masih bingung terkait pemberian MPASI yang tepat untuk si kecil, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan dokter di Siloam Hospitals terdekat.
Jangan lupa untuk membuat janji temu terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter yang bisa ditemukan di situs resmi Siloam Hospitals dan aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda untuk memesan paket medical check up, cek hasil pemeriksaan, serta konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan si kecil #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)
Gizi Klinik
Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







