Kenali Program Rehabilitasi Kanker serta Manfaatnya
Kesehatan Tubuh

Kenali Program Rehabilitasi Kanker serta Manfaatnya

30 Mei 2025 5 menit waktu baca
mengenal rehabilitasi kanker

Kanker adalah kondisi medis yang terjadi ketika terdapat pertumbuhan sel yang tak terkendali di dalam tubuh. Perlu diketahui, beberapa prosedur terapi kanker bisa menimbulkan berbagai gangguan fisik, masalah kognitif, hingga keterbatasan mobilisasi (kemampuan gerak).

 

Karena hal tersebut, penderita kanker disarankan untuk menjalani program rehabilitasi kanker guna mengembalikan fungsi-fungsi tubuh. Untuk mengenal rehabilitasi kanker beserta dengan manfaatnya, mari simak penjelasan lengkap pada artikel ini.

 

Apa itu Rehabilitasi Kanker?

 

Cancer rehabilitation atau rehabilitasi kanker adalah layanan kesehatan yang dapat membantu mempertahankan serta memulihkan kondisi fisik dan emosional pasien kanker. Dengan begitu, pasien kanker tetap bisa beraktivitas dan melanjutkan pengobatan kanker yang sedang dijalani secara optimal.

 

Pendekatan rehabilitasi kanker dapat diberikan sedini mungkin sejak sebelum pengobatan definitif diberikan dan dapat dilakukan pada berbagai tingkat tahapan dan pengobatan penyakit yang disesuaikan dengan tujuan penanganan rehabilitasi kanker, yaitu preventif, restorasi, serta suportif atau paliatif.

 

Secara umum, tujuan utama dari program rehabilitasi kanker adalah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker secara keseluruhan. Program rehabilitasi ini juga diharapkan dapat memaksimalkan kemandirian pasien kanker dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Program rehabilitasi kanker akan melibatkan para ahli medis dan profesional yang sudah terlatih untuk melakukan perawatan lanjutan bagi pasien kanker. Layanan kesehatan ini dapat dilakukan sebelum, selama, maupun setelah menjalani pengobatan kanker.

 

Manfaat Program Rehabilitasi Kanker

 

Program rehabilitasi kanker bisa dilakukan apabila penderita merasa kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Penderita juga bisa berkonsultasi dengan dokter apabila ingin melakukan program rehabilitasi ini sebelum menjalani pengobatan kanker. Program rehabilitasi kanker ini berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung pada tipe kanker dan tatalaksananya.

 

Adapun sejumlah manfaat yang bisa diperoleh pasien setelah menjalani program rehabilitasi kanker adalah sebagai berikut:

 

  • Membantu mengelola gejala kanker, seperti kelelahan, nyeri, gangguan fungsi BAB dan BAK, dan lain-lain.

  • Manajemen efek samping pengobatan kanker.

  • Meningkatkan mobilitas, kekuatan, endurance (ketahanan) dan fleksibilitas tubuh.

  • Meningkatkan status gizi pasien.

  • Meningkatkan rasa kepercayaan diri dan harga diri (self-esteem).

  • Meningkatkan kemampuan sosial, kognitif, emosional, dan vokasional.

  • Membantu mengatasi stres berkepanjangan, kecemasan, atau masalah emosional lainnya.

  • Mencegah pasien yang pernah dirawat inap kembali ke rumah sakit.

 

Masalah Kesehatan yang Dapat Ditangani dalam Program Rehabilitasi Kanker

 

Kanker adalah penyakit kompleks yang bersifat kronis (berlangsung dalam jangka waktu yang lama), sehingga sering kali menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya. Selain itu, pengobatan kanker juga dapat menimbulkan efek samping yang bisa memengaruhi kondisi tubuh penderitanya.

 

Beberapa masalah kesehatan yang kerap dialami oleh penderita kanker dan bisa ditangani dalam program rehabilitasi ini adalah sebagai berikut:

 

  • Masalah fisik, meliputi:

    • Nyeri.

    • Pembengkakan.

    • Kelemahan otot.

    • Kelelahan.

    • Gangguan keseimbangan.

    • Keterbatasan rentang gerak.

    • Gangguan mengunyah.

    • Kesulitan menelan.

    • Perubahan kondisi kulit.

    • Neuropati.

    • Gangguan reproduksi dan seksual.

    • Gangguan BAB dan BAK.

  • Masalah mobilitas, berupa kesulitan merawat diri sendiri atau melakukan aktivitas sehari-hari, seperti:

    • Bangun dari posisi duduk.

    • Menaiki tangga.

    • Berjalan.

    • Mandi.

    • Berpakaian.

  • Masalah kognitif, meliputi:

    • Kesulitan untuk melakukan beberapa kegiatan secara sekaligus (multitasking).

    • Kesulitan untuk berpikir jernih.

    • Gangguan daya ingat.

    • Kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi.

  • Masalah psikologis, seperti:

    • Stres kronis.

    • Gangguan kecemasan.

    • Depresi.

 

Pelaksanaan Rehabilitasi Kanker

 

Secara umum, dokter dapat melakukan berbagai macam tindakan medis dalam program rehabilitasi kanker. Adapun sejumlah tindakan medis serta strategi yang bisa dilakukan oleh ahli medis dalam program rehabilitasi kanker adalah sebagai berikut:

 

  • Menggunakan obat-obatan dan teknik manajemen nyeri.

  • Latihan fisik untuk meningkatkan kekuatan dan ketahanan (endurance).

  • Edukasi dan konseling keluarga.

  • Aktivitas untuk meningkatkan mobilitas dan mengurangi masalah terkait tidur.

  • Bantuan terkait aktivitas sehari-hari (activities of daily living atau ADL), seperti makan, berpakaian, mandi, pergi ke toilet, menulis, memasak, dan membersihkan rumah.

  • Program berhenti merokok.

  • Manajemen stres, kecemasan, dan depresi.

  • Konseling nutrisi.

  • Manajemen penyakit kronis, serta komplikasi kanker dan pengobatannya.

 

Ahli Medis yang Terlibat dalam Program Rehabilitasi Kanker

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa program rehabilitasi ini akan melibatkan berbagai ahli medis terlatih untuk merencanakan dan melakukan perawatan lanjutan bagi pasien kanker. Setiap pasien kanker dapat berkonsultasi dengan satu atau beberapa ahli medis, di mana hal tersebut tergantung pada kebutuhan serta masalah kesehatan yang dialami oleh pasien.

 

Utamanya, program rehabilitasi kanker akan melibatkan dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis penyakit dalam, dan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Selain itu, terdapat juga beberapa ahli medis dan spesialis yang ikut terlibat dalam program rehabilitasi kanker, antara lain:

 

  • Fisioterapis: Ahli medis ini akan membantu penderita kanker untuk meningkatkan atau memulihkan kemampuan fisik. Fisioterapis juga bisa membantu mengurangi atau meredakan rasa nyeri yang dialami oleh pasien.

  • Terapis okupasi: Seorang terapis yang melakukan program rehabilitasi untuk memaksimalkan fungsi tubuh, kenyamanan, serta keamanan pasien selama melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Ahli patologi wicara dan bahasa: Memiliki tugas utama untuk menangani keluhan gangguan menelan dan berbicara. Spesialis ini juga dapat membantu menangani pasien kanker yang mengalami gangguan kognitif dengan cara meningkatkan daya ingat.

  • Terapis limfedema: Sesuai dengan namanya, terapis limfedema dapat mengevaluasi dan mengobati limfedema, yaitu penumpukan cairan abnormal pada jaringan lunak yang bisa terjadi selama atau setelah menjalani terapi kanker. Terapis ini berfokus untuk mengurangi pembengkakan dan manajemen nyeri dengan melakukan teknik pijat khusus, metode perban, kompresi, dan latihan fisik tertentu.

  • Psikolog kognitif (neuropsikolog): Merupakan seorang ahli yang mempelajari bagaimana perilaku seseorang bisa berhubungan dengan fungsi otak. Psikolog kognitif dapat membantu menangani gangguan kognitif dan masalah psikologis yang dialami oleh pasien kanker.

  • Terapis rekreasional: Terapis rekreasional dapat mengurangi stres dan kecemasan, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup pasien melalui terapi seni, olahraga, permainan, musik, tarian, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk membantu membangun kepercayaan diri dan memperkuat keterampilan pribadi.

  • Dietisien: Ahli medis ini dapat mengarahkan pasien untuk memahami pedoman nutrisi serta mengonsumsi makanan sehat yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.

  • Ahli fisiologi olahraga: Seorang ahli fisiologi olahraga dapat menganalisis kebugaran seseorang untuk melakukan latihan fisik selama menjalani pengobatan kanker.

 

Penting untuk diketahui bahwa program rehabilitasi kanker hanya direkomendasikan bagi pasien setelah diagnosis dikonfirmasi. Dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan dan mempertimbangkan dengan seluruh tim medis terkait kondisi pasien, untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani tindakan ini.

 

Tahapan dan jenis terapi yang Anda jalani terkait rehabilitasi kanker juga dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tidak semua rumah sakit mungkin menyediakan layanan tersebut. Sehingga, tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Oleh karena itu, jika Anda direkomendasikan oleh dokter untuk mendapatkan program rehabilitasi kanker, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di Siloam Hospitals terdekat.

 

Anda juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi sebagai pusat unggulan penanganan kanker di Siloam Hospitals Group. Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online tanpa datang ke rumah sakit.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-thomas-sintong-pratama-purba-spkfr

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Thomas Sintong Pratama Purba SpKFR.,FIPM.,AIFO-K.,COMSK

Rehabilitasi Medik

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-andreas-wardono-spkfr-mkes

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Andreas Wardono Santoso, SpKFR, M.Kes

Rehabilitasi Medik

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

shmd-physiotherapist

Kunjungi Rumah Sakit

SHMD Physiotherapist

Rehabilitasi Medik

Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi


Siloam Hospitals Medan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail