Rhinitis Medikamentosa - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Rhinitis Medikamentosa - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

03 Oktober 2025 3 menit waktu baca
mengenal Rhinitis medikamentosa

Rhinitis medikamentosa adalah peradangan pada mukosa atau lapisan hidung yang disebabkan oleh penggunaan dekongestan semprot secara berlebihan. Kondisi ini termasuk ke dalam jenis rhinitis nonalergi karena dipicu oleh penggunaan obat-obatan, bukan paparan alergen.

 

Mari simak informasi mengenai penyebab, gejala, hingga pengobatan rhinitis medikamentosa selengkapnya melalui pembahasan berikut ini.

 

Apa itu Rhinitis Medikamentosa (Rebound Congestion)?

 

Seperti yang telah dijelaskan bahwa rhinitis medikamentosa adalah peradangan pada rongga hidung akibat penggunaan dekongestan semprot terlalu sering. Pada dasarnya, dekongestan semprot digunakan oleh penderita rhinitis untuk membantu meredakan gejala hidung tersumbat.

 

Namun, penggunaan obat dekongestan semprot secara berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi dan inflamasi pada lapisan hidung yang mengakibatkan memburuknya gejala rhinitis. Karena itulah, kondisi ini juga dikenal dengan istilah rebound congestion.

 

Penyebab Rhinitis Medikamentosa

 

Penyebab utama rhinitis medikamentosa adalah terlalu sering menggunakan dekongestan semprot, seperti oxymetazoline, pseudoephedrine, atau phenylephrine. Kondisi ini biasanya ditandai dengan penderita rhinitis yang tidak mengalami perbaikan kondisi meski telah menggunakan obat tersebut selama beberapa waktu.

 

Gejala Rhinitis Medikamentosa

 

Berbeda dengan rhinitis alergi, jenis rhinitis ini biasanya tidak disertai dengan gejala gatal pada mata atau tenggorokan. Rhinitis medikamentosa umumnya hanya menimbulkan gejala yang memengaruhi rongga hidung, seperti:

 

  • Gejala hidung tersumbat yang dapat memburuk dan tidak dapat mereda karena meningkatnya frekuensi penggunaan obat semprot hidung.

  • Gatal pada saluran hidung.

  • Pilek.

  • Bersin.

 

Komplikasi Rhinitis Medikamentosa

 

Jika tidak segera ditangani dengan tepat, rhinitis nonalergi ini dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang dapat memperburuk kondisi penderitanya. Adapun sejumlah komplikasi tersebut di antaranya sebagai berikut.

 

  • Sinusitis kronis.

  • Rhinitis atrofia, yaitu kondisi ketika jaringan mukosa pada hidung mengecil.

  • Perforasi septal, yaitu kerusakan pada tulang yang memisahkan dua lubang hidung.

  • Hiperplasia turbinat, yaitu pembesaran pada turbinat atau struktur tulang di dalam hidung yang berfungsi untuk melembapkan dan menjaga suhu udara di dalam saluran hidung.

 

Diagnosis Rhinitis Medikamentosa

 

Dalam mendiagnosis rebound congestion, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien guna mengetahui keluhan, riwayat kesehatan, dan jenis obat-obatan yang sedang digunakan pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan rongga hidung dan tenggorokan untuk menyingkirkan kemungkinan influenza atau kondisi medis lain.

 

Lalu, dokter akan menyarankan pasien untuk menghentikan penggunaan dekongestan semprot terlebih dahulu. Jika gejala mulai membaik selama menghentikan penggunaan dekongestan semprot, maka diagnosis rhinitis medikamentosa dapat ditegakkan.

 

Pengobatan Rhinitis Medikamentosa

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan untuk mengobati rhinitis medikamentosa adalah dengan menghentikan penggunaan obat dekongestan semprot. Namun, menghentikan penggunaan dekongestan semprot secara tiba-tiba terkadang dapat menyebabkan pembengkakan dan perburukan gejala hidung tersumbat.

 

Untuk mengantisipasi hal tersebut, dokter dapat menyarankan pasien untuk mengurangi dosis dan frekuensi penggunaan obat dekongestan secara perlahan. Lalu, jika pasien sudah benar-benar berhenti menggunakan dekongestan semprot, dokter dapat meredakan gejala rhinitis dengan melakukan sejumlah tindakan medis, di antaranya:

 

  • Irigasi hidung (nasal irrigation) menggunakan larutan normal saline.

  • Pemberian kortikosteroid semprot untuk membantu meredakan gejala peradangan pada rongga hidung.

  • Pemberian dekongestan dalam bentuk obat minum.

  • Jika pengobatan lain tidak efektif dalam meredakan gejala rhinitis, dokter dapat melakukan tindakan operasi untuk menangani rhinitis yang disebabkan oleh polip hidung dan memperbaiki kerusakan jaringan hidung.

 

Cara Mencegah Rhinitis Medikamentosa

 

Pencegahan rebound congestion dapat dilakukan dengan menggunakan obat dekongestan semprot sesuai anjuran dokter. Jika hidung tersumbat tidak kunjung mereda setelah menggunakan dekongestan semprot sesuai anjuran, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan alternatif pengobatan yang tepat dan sesuai dengan kondisi tubuh.

 

Jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat apabila Anda atau orang terdekat mengalami gejala yang berhubungan dengan kondisi tersebut. Sebelum mengunjungi Siloam Hospitals, Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi jadwal dan membuat janji temu dengan dokter pilihan.


Atau, manfaatkan aplikasi MySiloam yang menyediakan berbagai fitur untuk memudahkan Anda dalam mengakses layanan kesehatan, seperti memesan paket kesehatan, check in mandiri, hingga konsultasi dengan dokter secara virtual. Unduh MySiloam sekarang dan percayakan kesehatan Anda beserta keluarga #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-agustinus-sony-yudianto-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Agustinus Sony Yudianto, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ropi-affandi-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ropi Affandi, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-emanuel-q-sptht-kl

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Emanuel Quadarusman, SpTHT-KL

Otorinolaringologi (THTBKL)

Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorok-Kepala-Leher


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail