Ibu dan Anak
Menorrhagia pada Perimenopause, Apakah Tergolong Normal?

Table of Contents
Menorrhagia adalah kondisi yang ditandai dengan perdarahan menstruasi secara berlebihan atau berkepanjangan. Namun, tidak semua kondisi menorrhagia mengindikasikan penyakit tertentu. Menorrhagia bisa dialami oleh wanita yang memasuki usia perimenopause. Lantas, kapan menorrhagia saat menopause berisiko terhadap kesehatan? Mari simak pembahasan di bawah ini untuk mendapatkan jawabannya.
Apakah Menorrhagia pada Perimenopause Tergolong Normal?
Menorrhagia merupakan perdarahan vagina yang berlangsung selama lebih dari 7 hari atau perdarahan hebat yang menyebabkan seseorang harus mengganti pembalut setiap satu jam sekali selama beberapa jam berturut-turut.
Menorrhagia saat perimenopause merupakan hal yang umum terjadi. Umumnya, wanita yang memasuki fase perimenopause mengalami menorrhagia karena tubuh sedang beradaptasi dalam masa transisi ke masa menopause. Hal ini dikarenakan adanya fluktuasi dan penurunan pada hormon estrogen dan progesteron.
Perubahan kadar hormon tersebut akan membuat siklus menstruasi tidak bisa diprediksi dan tidak teratur. Siklus menstruasi bisa menjadi lebih panjang atau memendek. Perdarahan atau darah yang dikeluarkan pun menjadi semakin banyak atau bahkan lebih sedikit.
Pada kasus ini, menorrhagia terjadi karena pelepasan hormon perangsang folikel yang lebih tinggi untuk mempertahankan ovulasi normal. Respons tubuh terhadap penurunan jumlah sel telur di dalam ovarium menyebabkan peningkatan produksi estrogen. Kadar estrogen yang berlebih ini memicu penebalan lapisan rahim (endometrium), sehingga menghasilkan volume darah menstruasi keluar lebih banyak dari biasanya.
Perubahan kadar hormon reproduksi tersebut merupakan rangkaian dari perimenopause (masa transisi dari premenopause dan menopause). Fase ini biasanya dimulai sekitar empat tahun sebelum menstruasi terakhir. Akan tetapi, transisi ini bisa berjalan bahkan 10 tahun sebelum menopause. Umumnya, fase ini terjadi pada wanita berusia 42 hingga 52 tahun.
Perubahan Terkait Menstruasi yang Dapat Terjadi Menjelang Menopause
Sebelum memasuki fase menopause, wanita akan mengalami peningkatan kadar hormon estrogen saat fase perimenopause. Ketika hormon estrogen dan lainnya masih bekerja secara aktif untuk menyesuaikan dengan perubahan pada siklus menstruasi selama fase perimenopause, hal-hal berikut dapat terjadi:
-
Munculnya bercak: Penebalan dinding rahim karena perubahan siklus menstruasi dapat menyebabkan munculnya bercak berwarna kegelapan, merah, atau cokelat di antara periode menstruasi.
-
Perubahan siklus menstruasi: Siklus menstruasi bisa menjadi lebih pendek, lebih panjang, atau bahkan terlewat setidaknya 38 hari karena perubahan hormon selama fase perimenopause.
-
Aliran darah menstruasi tidak normal: Peluruhan dinding rahim yang semakin tebal akan menyebabkan aliran darah menstruasi yang lebih deras (menorrhagia).
Selain perubahan yang berkaitan dengan siklus dan aliran darah menstruasi, tubuh juga dapat mengalami beberapa kondisi seperti berikut:
-
Hot flashes, yaitu ketika kulit mendadak terasa panas, berkeringat, dan tidak nyaman.
-
Mudah tersinggung.
-
Vagina terasa kering.
-
Masalah tidur.
-
Perubahan libido.
-
Peningkatan risiko terjadinya infeksi pada vagina.
-
Masalah pada kandung kemih.
-
Peningkatan risiko osteoporosis saat memasuki permenopause.
-
Peningkatan risiko penyakit jantung.
Cara Mengatasi Gejala Menorrhagia Saat Perimenopause
Menorrhagia bisa terjadi pada wanita yang memasuki usia perimenopause. Kondisi ini tidak jarang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala menorrhagia bisa diredakan dengan memperhatikan pola makan dan menjalani gaya hidup sehat, seperti:
-
Tidur sesuai jadwal.
-
Mengelola stres.
-
Memenuhi asupan zat besi tubuh.
-
Memantau perubahan siklus menstruasi, terutama jika terjadi perdarahan yang berlebihan atau berlangsung terlalu lama. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kapan Harus ke Dokter?
Ketika gejala menorrhagia mengganggu kesehatan, seperti lemas karena perdarahan yang banyak, segera konsultasikan kondisi tersebut ke dokter. Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) dan pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala-gejala yang dialami oleh pasien.
Selanjutnya, dokter juga dapat menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan penunjang yang diperlukan. Setelah itu, dokter bisa merekomendasikan pengobatan sesuai dengan kondisi pasien, seperti terapi hormon untuk menyeimbangkan hormon estrogen dan progesteron, serta mengatasi gejala menorrhagia lainnya.
Sebagai informasi, perdarahan yang terjadi pascamenopause merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Kondisi ini dapat disebabkan oleh fibroid rahim (miom), kanker endometrium, dan lain-lain. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika mengalami perdarahan pascamenopause untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan seputar menorrhagia. Namun perlu diingat, bahwa informasi di atas hanya ditujukan untuk edukasi dan tidak untuk menggantikan saran medis dari dokter. Jika Anda mengalami gejala yang sudah mengganggu aktivitas, segera dapatkan evaluasi, diagnosis, dan penanganan yang tepat dari Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.
Dokter akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi setiap pasien. Selain itu, dokter juga akan melakukan penyesuaian terhadap prosedur diagnosis dan memberikan penanganan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing rumah sakit sehingga pelaksanaannya pun akan berbeda di satu rumah sakit dan lainnya.
Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dengan lebih mudah melalui aplikasi MySiloam. Aplikasi ini dapat memudahkan Anda untuk mengetahui jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, dan mendapatkan hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fiturnya untuk membantu memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
WebMD. What To Know About Heavy Bleeding After 50. Diakses pada 2024 | Yale Medicine. Heavy Menstrual Bleeding (Menorrhagia). Diakses pada 2024 | MedicalNewsToday. What Causes Heavy Menstrual Bleeding?. Diakses pada 2024 | Balance by Newson Health. Heavy Periods During The Perimenopause: What You Need To Know. Diakses pada 2024 | National Library of Medicine. Menorrhagia. Diakses pada 2024 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini






